Umat Beriman Lama di Amerika Selatan


Umat Beriman Lama di Amerika Selatan
Jumlah populasi
ca 3.000-5.000[1][2] (perk.)
Daerah dengan populasi signifikan
Brasil1.100[3] atau 3.000[4]
Bolivia2.000[2][5]
Argentina20 rumah tangga[6]
Uruguay20 rumah tangga[6]
Bahasa
Kelompok etnik terkait

Orang Percaya Lama, etnis Rusia yang menolak aliran utama Gereja Ortodoks Rusia karena reformasi liturgi abad ke-17, telah ada di Amerika Selatan sejak 1958. Setelah Revolusi Ruisa, kebanyakan Orang Percaya Lama di Siberia bermigrasi ke Tiongkok utara dan barat. Mereka pergi dari Tiongkok ke benua Amerika setelah komunis Tiongkok berkuasa. Terdapat komunitas Orang Percaya Lama di Brasil, Bolivia, Argentina, Uruguay, Paraguay, dan Chili. Orang Percaya Lama biasanya adalah petani, dan tinggal di pedesaan. Mereka menghindari interaksi dengan orang-orang dari dunia luar dan berkeyakinan akan swasembada. Meskipun kebanyakan dari mereka bertutur bahasa Spanyol atau bahasa Portugis Brasil, mereka memakai bahasa Rusia sebagai bahasa asli.

Riwayat

Orang Percaya Lama, sebuah kelompok yang terpisah dari aliran utama Gereja Ortodoks Rusia dalam menentang reformasi liturgi di bawah naungan Partiark Nikon dari Moskow pada abad ke-17, menjadi sasaran penindasan di Kekaisaran Rusia. Orang Percaya Lama yang kemudian bermigrasi ke Amerika Selatan aslinya berasal dari kawasan Kerzhenets.[1] Pada awal abad ke-20, kebanyakan Orang Percaya Lama tinggal di Timur Jauh Rusia, terutama di Oblast Amur dan Krai Primorsky. Revolusi Rusia, Perang Saudara Rusia dan kemudian inisiatif kolektivisasi mengakibatkan Orang Percaya Lama bermigrasi ke Manchuria, khususnya Harbin, serta Xinjiang. Kala komunis berkuasa di Tiongkok pada 1949 dan menghimpun kebijakan kolektivisasi, Orang Percaya Lama muali berimigrasi melalui Hong Kong. Kebanyakan dari mereka datang ke Amerika Selatan.[3] Migrasi tersebut dibantu oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, Palang Merah Internasional, Dewan Gereja-gereja Sedunia, Yayasan Tolstoy, dan pemerintahan-pemerintahan nasional.[7] Organisasi-organisasi amal dan kelompok agama lainnya, khususnya Molokan, memberikan hadiah dan menyediakan bantuan kepada mereka.[8] Komunitas Orang Percaya Lama di Xinjiang dan Manchuria belum menyadari satu sama lain sampai migrasi ke Amerika Selatan. Pertemuan tetua dari kedua komunitas tersebut diadakan di Argentina, tempat mereka menyatakan bahwa mereka tak memiliki perbedaan doktrinal besar dan sehingga dapat saling menikah.[9]

Kelompok pertama Orang Percaya Lama di Amerika Selatan datang ke Brasil pada 1958.[a] Pemerintah Brasil menerima 240 keluarga Orang Percaya Lama dari 1958–1962, dan pemerintah Argentina menerima 64 keluarga dari 1961–1963.[3] Dari Brasil dan Argentina, Orang Percaya Lama bermigrasi ke Uruguay pada 1967, Bolivia pada awal 1980an,[11] dan Chili pada awal 1990an.[12]

Orang Percaya Lama mengalami konflik dengan otoritas di berbagai negara. Tak lama setelah pindah dari Brasil ke Bolivia, penegakan hukum lokal menangkap semua Orang Percaya Lama laki-laki, meyakini mereka merupakan partisan. Pada masa kediktatoran sipil-militer Uruguay (1973–1985), laki-laki harus mencukur jenggot mereka untuk mengambil foto-foto paspor. Orang Percaya Lama, yang tak mencukup rambut wajah mereka, dapat menerima pengecualian.[13] Pada saat ini, kepresidenan Evo Morales membuat Orang Percaya Lama berkonflik dengan pemerintah Bolivia, terutama pada kebijakan redistribusi lahan yang dikembalikan ke komunitas pribumi.[2][14]

Kembali ke Rusia

Bermula pada 2009, beberapa Orang Percaya Lama di Amerika Selatan bermigrasi kembali ke Rusia.[15][16] Program Pemukiman Kembali Rekan Sebangsa oleh pemerintah Rusia, yang dibuat pada 2006 by Vladimir Putin, memukimkan kembali Orang Percaya Lama di Krai Primorsky. Pada 2020, jumlah Orang Percaya Lama yang dimukimkan kembali di Timur Jauh Rusia berjumlah 133 orang; sekitar 100 orang tinggal di desa Dersu.[17] Yang lainnya tinggal di Lyubitovka. bersamaan dengan Program Pemukiman Kembali Rekan Sebangsa, Kementerian Urusan Luar Negeri Rusia mengirim perwakilan untuk menemui komunitas Orang Percaya Lama dan melakukan konferensi "rekan sebangsa" untuk keperluan memfasilitasi migrasi.[2]

Demografi dan geografi

Linguis Olga Rovnova memperkirakan bahwa total jumlah Orang Percaya Lama di Amerika Selatan berjumlah sekitar 4.000 orang.[1] Kelompok Orang Percaya Lama terbesar di Amerika Selatan tinggal di Brasil, khususnya negara-negara bagian Paraná, Goiás, São Paulo, Mato Grosso, dan Mato Grosso do Sul. Populasi Orang Percaya Lama di Brasil berjumlah sekitar 1.100 orang menurut D. V. Belov,[18] dan 3.000 orang menurut Galina Petrova.[4] Menurut perkiraan lain, komunitas Orang Percaya Lama terbesar di Amerika Selatan berada di Bolivia, yang berjumlah sekitar 2.000 orang.[19] Beberapa keluarga Orang Percaya Lama yang tinggal di pemukiman besar di tepi Brasil dari Sungai Paraguay bermukim di tepi Paraguay, tinggal tak resmi di Paraguay di samping memegang paspor Brasil.[12]

Terdapat sekitar 20 rumah tangga Orang Percaya Lama di Argetina, yang tinggal di perkebunan dekat Choele Choel, Provinsi Río Negro.[6]

Di Uruguay, sekitar 15 rumah tangga Orang Percaya Lama tinggal di pemukiman Colonia Ofir, Departemen Río Negro, dan lima rumah tangga yang tinggal di pemukiman La Pitanga, dekat Guichón di Departemen Paysandú. Awalnya, Orang Percaya Lama di Brasil bermukim di sekitaran desa Khlysty, pinggiran San Javier, tetapi kemudian bersitegang dengan Khlysty dan mendirikan Ofir dan La Pitanga.[13] San Javier ditinggali populasi etnis Rusia yang signifikan, meskipun komunitas Rusia San Javier berasal dari Voronezh.[20]

Kebanyakan Orang Percaya Lama di Bolivia tinggal di Departemen Santa Cruz, di pemukiman Toborochi dan Esperanza, serta kota-kota Santa Cruz de la Sierra dan Ascensión de Guarayos. Beberapa Orang Percaya Lama lainnya tinggal di departemen-departemen Cochabamba, Beni, dan La Paz.[11] Orang Percaya Lama meliputi sekitar dua per tiga penutur bahasa Rusia di Bolivia.[5]

Orang Percaya Lama dari Bolivia bermigrasi ke Chili pada awal 1990an, bermukim di pinggiran Futrono, namun tak ada keluarga Orang Percaya Lama yang masih ada di Futrono. Sebagian kecil rumah tangga Orang Percaya Lama tinggal di wilayah Santiago.[12]

Catatan

  1. ^ Paraguay mengeluarkan visa kelompok kepada 820 Orang Percaya Lama pada 1953, tetapi birokrasi menghalangi migrasi ke Paraguay dari realisasi, dan visa tersebut pun berakhir.[10]

Referensi

  1. ^ a b c Rovnova 2019, hlm. 202
  2. ^ a b c d Woodard 2020, hlm. 85
  3. ^ a b c Belov 2024, hlm. 135
  4. ^ a b Petrova 2022, hlm. 113
  5. ^ a b Argudyaeva 2014, hlm. 83
  6. ^ a b c Belov 2024, hlm. 137
  7. ^ Woodard 2020, hlm. 84-85
  8. ^ Argudyaeva 2014, hlm. 81
  9. ^ Rovnova 2019, hlm. 203
  10. ^ Belov 2024, hlm. 137-138
  11. ^ a b Belov 2024, hlm. 136
  12. ^ a b c Belov 2024, hlm. 138
  13. ^ a b Belov 2024, hlm. 136-137
  14. ^ Argudyaeva 2014, hlm. 84-85
  15. ^ "Some 100 old-rite orthodox families plan to move to Russia from Latin America". The Rio Times. 20 October 2022.
  16. ^ Bidder, Benjamin (5 January 2011). "Russia Woos Orthodox Sect to Repopulate Siberia". Spiegel International.
  17. ^ Woodard 2020, hlm. 82-83
  18. ^ Belov 2024, hlm. 135-136
  19. ^ Woodard 2020, hlm. 85: "It is unclear how many Old Believers live in South America, but the Russian government estimates the population to be between 3,000 and 5,000. The largest population is in Bolivia, where there were approximately 2,000 Old Believers as of 2005."
  20. ^ "La "colonia de los barbudos", un clan aislado en Uruguay" [The "bearded colony," an isolated clan in Uruguay]. El País (dalam bahasa Spanyol). 27 March 2016.

Daftar pustaka

Bacaan tambahan

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement