Turdus celaenops
| Turdus celaenops | |
|---|---|
| Status konservasi | |
| Rentan | |
| IUCN | 22708803 |
| Taksonomi | |
| Kelas | Aves |
| Ordo | Passeriformes |
| Famili | Turdidae |
| Genus | Turdus |
| Spesies | Turdus celaenops Stejneger, 1887 |
Anis izu atau Anis kepulauan izu (Turdus celaenops) merupakan spesies burung pengicau dari famili Turdidae. Burung ini endemik di kawasan Jepang.[1]
Deskripsi
Anis izu bisa tumbuh hingga mencapai ukuran sekitar 23 cm. Punggung dan ekornya berwarna hitam, dengan cincin mata dan paruh berwarna kuning, sayap berwarna cokelat, dan dada berwarna merah karat. Burung jantan memiliki bulu yang lebih gelap daripada betina.[1]
Sebaran
Burung asli Jepang ini mayoritas populasinya bermukim di Kepulauan Izu, antara Oshima dan Aogashima, tetapi beberapa burung bermigrasi ke wilayah Honshu dan Kepulauan Shikoku yang berdekatan selama musim dingin. Terdapat juga sejumlah kecil di Pulau Yakushima dan Tokara di Kepulauan Nansei Shoto bagian utara. Mengingat luas total Kepulauan Izu hanya sekitar 300 km², kecil kemungkinan populasinya pernah melebihi beberapa ribu individu, dan saat ini populasinya menurun cepat.[2]
Perilaku
Makanan
Anis izu memakan hewan kecil, seperti cacing tanah dan serangga, serta buah-buahan, seperti ceri atau mentigi biru.[1]
Perkembangbiakan
Musim kawin mereka berlangsung dari Maret hingga Juli. Selama paruh pertama musim ini, burung jantan akan berkicau saat fajar, tetapi pada paruh kedua, akan berkicau sepanjang hari. Salah satu rujukan menggambarkan kicauan mereka sebagai 'kyurrr, chotts' dan panggilan mereka sebagai 'tweet' atau 'chat, chat, chat'. Mereka membangun sarang di pohon sekitar setengah meter dari tanah. Mereka menggunakan tanah untuk mengikat bahan-bahan, seperti rumput dan lumut. Meskipun satu sarang bisa berisi lima atau hanya dua butir telur, kebanyakan sarang berisi tiga hingga empat butir telur. Telur-telur tersebut berwarna biru dengan bintik-bintik cokelat dan panjangnya sekitar 3 cm. Kedua induknya merawat anak-anaknya.[1]
Status konservasi dan ancaman
Burung ini memiliki populasi yang kecil dan menurun drastis akibat tingginya tingkat pemangsaan sarang oleh spesies pendatang, yang kemungkinan diperparah oleh hilangnya habitat. Jumlahnya antara 2.500 hingga 9.999 ribu individu dewasa dan populasinya terus menurun, meskipun tidak terfragmentasi. Mereka terancam oleh gunung berapi, jalan raya, rel kereta api, hutan tanaman, kawasan wisata, serta spesies dan penyakit asli dan invasif.[1]
Oleh karena itu, burung ini dikategorikan sebagai spesies rentan oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN).[2]
Daftar rujukan
- ^ a b c d e "Izu thrush - Facts, Diet, Habitat & Pictures on Animalia.bio". animalia.bio. Diakses tanggal 2025-11-05.
- ^ a b "Izu Thrush Turdus Celaenops Species Factsheet". BirdLife DataZone (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-05.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


