Tumbung
Tumbung atau disebut juga Kecambah kelapa, adalah kotiledon kelapa yang berbentuk bulat, dengan tekstur seperti spons dan dapat dimakan. Tumbung memiliki tekstur renyah berair dengan sedikit rasa manis. Di negara-negara penghasil kelapa, Tumbung kelapa dimakan langsung atau bagian dari berbagai hidangan. Tumbung tidak diproduksi secara komersial. Tumbung juga dikenal dengan berbagai nama seperti mutiara kelapa, embrio kelapa, permen kelapa, apel kelapa, kotiledon kelapa, atau hanya disebut coconembryo atau coconapples.[1][2][3]
Nama lain
Tumbung memiliki beragam nama di negara-negara tempat kelapa merupakan tanaman asli atau dibudidayakan. Mereka juga dikenal sebagai vara dalam bahasa Fiji; tumbong ng niyog, buwá ng niyog atau tubo ng niyog dalam bahasa Filipina; iho atau lolo dalam bahasa Hawaii; morund di Konkani; tumbong kelapa dalam bahasa Malaysia; pongu dalam bahasa Malayalam; niu tupu dalam bahasa Niuean; oʻo dalam bahasa Samoa; manzanas de coco dalam bahasa Spanyol; ʻuto dalam bahasa Tahiti; seembu dalam bahasa Tamil; dan bot-bot, buwa, buha, atau bula dalam bahasa Visayan.[4][5][6][7] Mereka juga dikenal sebagai "roti ratu" di Hawaii.[8][9]
Deskripsi
Tumbung dapat ditemukan di dalam buah kelapa matang yang bertunas. Ukurannya bisa bervariasi dari sebesar kelereng hingga memenuhi seluruh rongga di dalam endosperma biji kelapa. Tumbung tumbuh hingga ukuran maksimal sekitar 20 hingga 24 minggu setelah pertunasan. Secara teknis, Tumbung disebut haustoria, karena merupakan struktur kotiledon yang menyerap nutrisi dan air dari endosperma padat dan cair, dalam hal ini, sebagai makanan untuk embrio yang sedang tumbuh.[10][11]
Tumbung sebaiknya dimakan selagi masih segar dan kecil, karena tunas yang lebih tua dan besar cenderung menjadi tengik dan memiliki rasa sabun yang tidak enak.[12]
Nutrisi
Tumbung kelapa mengandung 66% karbohidrat, dengan 64% di antaranya adalah gula larut. Tumbung mengandung serat makanan dan mineral dalam jumlah yang cukup banyak (terutama kalium, mangan, kalsium, fosfor, dan magnesium).[13]
Lihat juga
Referensi
- ^ "Wahi Ka Niu – Break Open the Coconut". MarketlessMondays. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 April 2019. Diakses tanggal 25 April 2019.
- ^ Armstrong, W.P. "Edible Palm Fruits". Economically Important Plant Families. Palomar College. Diarsipkan dari asli tanggal 2 September 2018. Diakses tanggal 25 April 2019.
- ^ "Coconut Pearl / Apple, Tumbong ng Niyog". FoodRecap. Diakses tanggal 25 April 2019.
- ^ "Surprising benefits of the Coconut Embryo". TheCoconet.tv. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 April 2019. Diakses tanggal 25 April 2019.
- ^ "Buha, The Coconut Cotyledon". Gardencore. 10 November 2009. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 April 2019. Diakses tanggal 25 April 2019.
- ^ "Food Products from the Coconut Tree". Coconut 101. July 2015. Diakses tanggal 25 April 2019.
- ^ "Tumbong ng Niyog". About Filipino Food. 9 May 2016. Diakses tanggal 25 April 2019.
- ^ "You Can Eat a Sprouted Coconut". Kumu Aina Farm. 13 June 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 April 2019. Diakses tanggal 25 April 2019.
- ^ "Sprouted Coconut". Edible Hawaiian islands. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 April 2019. Diakses tanggal 25 April 2019.
- ^ Rajamohan, T; Chikku, AM (2012). "Coconut haustorium maintains cardiac integrity and alleviates oxidative stress in rats subjected to isoproterenol-induced myocardial infarction". Indian Journal of Pharmaceutical Sciences. 74 (5): 397–402. doi:10.4103/0250-474X.108414. PMC 3660865. PMID 23716867. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ^ Lersten, Nels R. (2008). Flowering Plant Embryology: With Emphasis on Economic Species. John Wiley & Sons. hlm. 191. ISBN 9780470752678.
- ^ "Wahi Ka Niu – Break Open the Coconut". MarketlessMondays. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 April 2019. Diakses tanggal 25 April 2019.
- ^ Manivannan, Arivalagan; Bhardwaj, Rakesh; Padmanabhan, Sugatha; Suneja, Poonam; Hebbar, K.B.; Kanade, Santosh R. (January 2018). "Biochemical and nutritional characterization of coconut (Cocos nucifera L.) haustorium". Food Chemistry. 238: 153–159. doi:10.1016/j.foodchem.2016.10.127. PMID 28867086.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


