Trashed (film)
Trashed merupakan film dokumenter dengan tema lingkungan yang dibuat sendiri oleh sineas kelahiran Inggris Candida Brady. Dokumenter ini mengikuti perjalanan aktor Jeremy Irons yang sedang menyelidiki dampak sampah hasil konsumsi skala global dan polusi manusia modern. [1] [2] Dokumenter ini menyuarakan aksi nyata segera agar menuntaskan masalah sampah dan meminimalisir konsumsi secara ekstrem dengan tujuan gaya hidup berkelanjutan serta penggunaan nol limbah. Dokumenter ini mempertontonkan keberhasilan yang dicapai komunitas seluruh dunia. [3] [4] [5] [6]
Alur cerita
Dengan partisipasi Jeremy Irons, film dokumenter ini menggali dampak polusi terhadap rantai makanan dan lingkungan kita, termasuk pencemaran udara, tanah, dan laut oleh sampah. Film ini mengungkapkan kenyataan mengejutkan tentang ancaman nyata yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Sebuah percakapan global terjalin antara bintang film Jeremy Irons dan para ilmuwan, politisi, serta individu biasa yang kehidupannya telah terdampak secara mendalam oleh polusi sampah. Film ini menunjukkan bagaimana ancaman terhadap kelangsungan hidup kita dapat dengan mudah dihindari melalui pendekatan berkelanjutan yang bahkan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dibandingkan dengan industri sampah yang ada sekarang. Berbagai lokasi telah dikunjungi dan direkam, mencakup sekitar 11 kota[7] termasuk:
- Sidon di Lebanon; tumpukan sampah rumah tangga setinggi 40 meter di pelabuhan kota yang memengaruhi Mediterania Timur.[8][9]
- Yorkshire dan Gloucestershire di Inggris; gundukan limbah beracun yang besar, dekat dengan sekolah dan rumah sakit masa depan serta perumahan.[9] Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tanah liat yang digunakan di bawah pelapis, yang dirancang untuk mencegah kontaminasi air tanah, sebenarnya meningkatkan proses pelindian.[2]
- Ísafjörður di Islandia; insinerator sampah Funi (salah satu dari banyak insinerator di dunia seperti milik Covanta Energy[5]) memiliki filter yang berhenti bekerja, melepaskan gas dioksin yang sangat beracun hingga 20 kali lipat dari batas aman.[10] Menurut Irons, hal ini "menunjukkan kepada saya bagaimana lembaga negara dapat dengan mudah tergoda oleh para ahli yang berjanji untuk menyelesaikan masalah mereka, tetapi tidak hadir ketika janji mereka tidak terpenuhi".[2]
- Grignon dan Gilly-sur-Isère dekat Albertville di Auvergne-Rhône-Alpes; insinerator Gilly ditutup setelah serangkaian pembacaan emisi dioksin yang dahsyat yang menyebabkan kejadian kanker yang memalukan di antara penduduk, dan pertarungan pengadilan mereka selanjutnya untuk mendapatkan keadilan.[11]
- Jakarta dan sungai Ciliwung di Indonesia; sungai yang sangat tercemar ini menjadi tempat tinggal bagi banyak masyarakat miskin.[9]
Film dokumenter ini dibuka dengan pemandangan pantai penuh sampah di Lebanon. Kepala-kepala ayam mati, benda atau cabikan plastik, ban-ban mobil bekas, potongan kayu dan busa, gumpalan-gumpalan buih beracun. Berdasarkan keterangan warga Palestina yang sudah menjadi pemulung, sejak 1975 orang-orang telah membuang sampah di sana. Dalam waktu 25 tahun terbentuk gunung sampah setinggi hampir 40 meter. Sampah yang berserak terbawa ombak dan mencemari laut, merusak habitat biota laut, dan membuat nelayan kekurangan tangkapan. Sampah di Lebanon hanyut ke perairan sejumlah negara tetangganya yang sama-sama mengeliling Laut Mediterania.[12]
Suatu tempat di Amerika, seekor paus mati terdampar di pantai. Ketika perutnya dibelah, ditemukan berkilo-kilo sampah, termasuk benda-benda plastik, tali, dan bola golf. Seekor buaya tercekik ban motor bekas ditemukan di sungai Sulawesi Tengah. Salah satu TPA yang berada Gloucester, Inggris menjadi yang paling berbahaya di dunia. Jaraknya hanya tiga kilometer dari permukiman. Untuk mencegah debu beracun tertiup angin, sampah pada TPA ini dicampur lindi sampai membusuk. Campuran tersebut menghasilkan senyawa Kromium-6 dan Kadmium, yang ternyata merembes dalam tanah akibat kebocoran penampungnya. Tanah dan air di daerah tersebut tercemar, dua senyawa tersebut menyebabkan kanker.[12]
Negara bagian Amerika Serikat, San Francisco memulai gerakan "nol limbah" pada 2002. Pemerintah membangun pabrik daur ulang seluas 1.858 hektare dan penduduk setempat dipekerjakan. Limbah daur ulang dikirim antara lain ke China dan beberapa negara lain yang mengubahnya menjadi produk baru untuk dipasarkan kembali. Limbah organik difermentasikan menjadi kompos, sehingga dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.[12]
Referensi
- ^ Tim Smedley (17 June 2013). "Waste and pollution: does film have the power to change consumer behaviour?". The Guardian. Diakses tanggal 2 November 2016.
- ^ a b c Leo Hickman (11 December 2012). "Jeremy Irons talks trash for his new environmental documentary". The Guardian. Diakses tanggal 2 November 2016.
- ^ "Zac hosts screening of Jeremy Irons film in Parliament". Zac Goldsmith. 12 February 2013. Diakses tanggal 2 November 2016.
- ^ Yi, Esther (14 December 2012). "Five Questions with Trashed Director Candida Brady". Filmmaker. Diakses tanggal 12 September 2016.
- ^ a b Chapman, Matthew (18 November 2013). "Trashed: A Documentary by Jeremy Irons and Candida Brady That City Hall Should Watch". The Huffington Post. Diakses tanggal 2 November 2016.
- ^ "Cannes Press Pack - Trashed No Place For Waste" (PDF). Cannes Film Festival. Diakses tanggal 2 November 2016.
- ^ "Global Waste Crisis in Documentary Film Trashed". WWF. 7 November 2013. Diakses tanggal 2 November 2016.
- ^ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamaGuardianSustainable20132 - ^ a b c Novia D. Rulistia (15 November 2013). "In Jakarta, Jeremy Irons launches 'Trashed'". The Jakarta Post. Diakses tanggal 2 November 2016.
- ^ Paul Fontaine (4 January 2011). "Pollution In West Fjörds Becoming Serious Problem". Grapevine. Fröken. Diakses tanggal 2 November 2016.
- ^ Jon Henley (17 May 2005). "Cancer village fights for justice over incinerator". The Guardian. Diakses tanggal 2 November 2016.
- ^ a b c Aiyub, Azhari; Hartanto, Dwi; Poceratu, Eko Saputra; Aladjai, Erni; Nesi, Felix K. (2024). Dari Dewantara hingga Anak Rumput Tak Tahu Adat Sehimpun Laporan tentang Bantuan Pemerintah untuk Desa. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. ISBN 978-623-160-440-8.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


