Tokenisme

Dalam sosiologi, tokenisme merujuk pada praktik sosial berupa upaya simbolis dan sekadar formal untuk menunjukkan keterlibatan yang setara bagi anggota kelompok minoritas. Hal ini biasanya dilakukan dengan merekrut individu dari kelompok sosial yang kurang terwakili, sehingga organisasi tampak seolah-olah menjunjung kesetaraan ras dan gender, terutama di lingkungan kerja, pemerintahan, atau institusi pendidikan.[1][2][3] Tujuan sosiologis dari tokenisme adalah menciptakan kesan adanya inklusivitas dalam suatu tempat kerja atau sekolah yang sebenarnya tidak memiliki keragaman budaya (ras, agama, orientasi seksual, dan lain-lain) sebagaimana yang terdapat dalam masyarakat secara umum.[4]
Tokenisme dalam politik
Dalam politik, tokenisme terjadi saat pihak politik mengeluarkan kandidat dari kaum minoritas, seperti wanita dan ras minoritas, sehingga partai hanya punya sedikit atau tidak ada kesempatan menang.[5] Bagaimanapun, partai politik yang secara aktif mengimplementasikan strategi untuk meningkatkan jumlah wanita dan kandidat minoritas dapat menjadi kebalikan diskriminasi yang menyerang grup mayoritas.[5]
Referensi
- ^ "tokenism: definition of tokenism in Oxford dictionary". Oxford Dictionaries Online. Diarsipkan dari asli tanggal April 24, 2013.
- ^ "tokenism, n." Oxford English Dictionary.
- ^ "Tokenism". Reference.com.
- ^ Hogg, Michael A.; Vaughan, Graham M. (2008). Social Psychology. Harlow: Prentice Hall. hlm. 368–369. ISBN 978-0-13-206931-1.
- ^ a b ""More women, fewer chances in coming federal vote, says national advocacy group"". Diakses tanggal 2011-07-16.[pranala nonaktif permanen]
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


