Tockus rufirostris
| Tockus rufirostris | |
|---|---|
| Pejantan di Taman Nasional Chobe, Botswana | |
| Betina di Taman Nasional Kruger | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Aves |
| Ordo: | Bucerotiformes |
| Famili: | Bucerotidae |
| Genus: | Tockus |
| Spesies: | T. rufirostris
|
| Nama binomial | |
| Tockus rufirostris (Sundevall, 1850)
| |
Tockus rufirostris adalah spesies rangkong dari keluarga Bucerotidae yang hidup di sabana dan semak belukar kering di Afrika Selatan. Di wilayah hutan kering barat Namibia, spesies ini digantikan oleh kerabat dekatnya, Tockus damarensis. Sebelumnya, Tockus rufirostris termasuk dalam kompleks lima spesies rangkong berparuh merah (Tockus erythrorhynchus), yang sempat dianggap sebagai satu spesies tunggal.
Suara kicau burung ini terdengar seperti serangkaian teriakan cepat, “kuk kuk kuk…”, yang diakhiri dengan crescendo dua nada, “kuk-we kuk-we”. Berbeda dengan rangkong berparuh merah lainnya, burung ini tidak mengangkat sayapnya saat berkicau.[1]
Subspesies
Tockus rufirostris umumnya dianggap sebagai takson monotipik, tetapi beberapa ahli telah mengusulkan keberadaan dua subspesies tambahan. Subspesies T. r. rufirostris Sundevall, 1850 ditemukan di wilayah semak belukar Transvaal, Botswana selatan, dan Zimbabwe selatan, sedangkan T. r. degens Clancey, 1964 menghuni Lowveld timur, dan T. r. ngamiensis Roberts, 1932 tersebar dari Namibia utara hingga Zimbabwe utara. Di antara ketiganya, T. r. degens memiliki ukuran tubuh yang paling kecil, sementara T. r. ngamiensis ditandai oleh bulu yang lebih coklat dan batang ekor yang berbeda. Perbedaan morfologis ini bersifat klinal, menunjukkan perubahan bertahap di sepanjang jangkauan geografis spesies.[2]
Deskripsi
Jantan dan betina memiliki penampilan yang mirip, tetapi jantan umumnya lebih besar dan lebih berat. Paruh jantan sedikit lebih panjang, dengan rahang bawah yang berwarna hitam dalam tingkat variasi tertentu. Spesies ini dapat dibedakan dari rangkong berparuh merah lainnya melalui kombinasi iris mata kuning dan kulit di sekitar mata yang pucat, mulai dari merah muda hingga keabu-abuan, serta bulu hitam yang luas membentang dari penutup telinga hingga sisi leher. Tenggorokannya berwarna putih, sementara penutup sayapnya terlihat dengan jelas.[1]
Persebaran
Sebaran spesies ini mencakup Malawi dan Zambia hingga Angola selatan, timur laut Namibia, Botswana, Zimbabwe, bagian timur Eswatini, serta Afrika Selatan utara, termasuk Transvaal dan provinsi utara KwaZulu-Natal. Spesies ini juga terdapat di Lembah Zambezi bagian atas di Mozambik, meskipun hampir tidak ditemukan di dataran rendah timur.[3]
Referensi
- ^ a b Sinclair, Ian; Ryan, Peter (2010). Birds of Africa south of the Sahara (Edisi 2nd). Cape Town: Struik Nature. hlm. 290–291. ISBN 9781770076235.
- ^ Hockey, P. A. R.; Dean, W. R. J.; Ryan, P. G. (2005). Roberts Birds of Southern Africa (Edisi 7th). Cape Town: Trustees of the John Voelcker Bird Book Fund. hlm. 149–151. ISBN 0-620-34053-3.
- ^ "Southern Red-billed Hornbill – eBird". ebird.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 23 November 2025.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


