Toa Se Bio
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus. |
| Toa Se Bio | |
|---|---|
大史廟 | |
Gapura Klenteng Toa Se Bio | |
| Agama | |
| Afiliasi | Tridharma |
| Wilayah | Jakarta |
| Dewa | Cheng Goan Cheng Kun |
| Lokasi | |
| Lokasi | Glodok, Jakarta |
| Negara | Indonesia |
| Arsitektur | |
| Tipe | Klenteng |
| Gaya | Tionghoa |
| Didirikan | 1751 |
Toa Se Bio (大史廟) atau Wihara Dharma Jaya adalah salah satu kelenteng Tionghoa tertua di Jakarta yang terletak di Jalan Kemenangan III No. 48, Glodok, Jakarta Barat.
Sejarah
Sejarah autentik vihara menurut pengurus yayasan tidak ada. Namun keturunan salah satu pendiri yayasan, Ferdinand Kencana Jaya alias Ferry Tan Khong Tin (kini sudah almarhum, dan percakapan terjadi pada minggu pertama bulan November 1998 dalam usia 70 tahun), memberikan data yang sedikitnya masih bisa diperhitungkan. Menurutnya, vihara ini didirikan sekitar abad ke-17 oleh hartawan bernama Sim Toa Sia. Namun, menurut pengawas yayasan, Husen Buntara Sjarifudin, Kelenteng Toa Se Bio dibangun oleh orang Hokkian dari Kabupaten Chang Tai, Keresidenan Zhangzhou, Provinsi Fujian.
Pada tahun 1700-an, Sim membawa tiga buah patung Kongco Tjeng Goan Tjeng Koen. Patung besar atau Toa Kongco ketika itu tetap di altar pemujaan. Yang lainnya yaitu Djie Kongco dan Sah Khongco setiap tahun pada acara Cap Go Meh digotong ke luar kelenteng dengan dua joli. Pada joli pertama duduk Thian Kauw (Anjing Langit) dan joli kedua diisi tuan rumah Kongco Tjeng Goan Tjeng Koen.
Ketika membawa patung itu, Sim naik kereta kuda yang ditarik oleh masyarakat Betawi dari Sunda Kelapa. Untuk menghormati jasa kusir dan pembawa payung, dibuatlah patung orang Betawi yang memegang kuda dan yang memegang payung Kedua patung itu diletakkan bersama Kongco lainnya di altar persembahan.
Ketika masih berbentuk kelenteng, dewanya dise but Khongco Toa Se Ya, jabatannya adalah sebaga Penjaga Keamanan Langit dan Dunia dengan dikawal oleh anjing pelacak. Anjing-anjing itu merupakan pen damping Giok Hong Siang Tee (Penguasa Langit) yang merupakan titisan Tian. Selain itu, Sim juga me nyumbangkan hiolo.
Setelah Sim meninggal, kelenteng ini diserahkan kepada Sie Thay Tjoei, pedagang dan pencipta kue Tiong Tjiu Phia.
Galeri
-
Tampak depan Kelenteng Toa Se Bio pada tahun 2019
Referensi
Lihat pula
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.




