Titi Memet Tanumidjaja
Titi Memet Tanumidjaja | |
|---|---|
Titi pada tahun sekitar 1952 | |
| Direktur Regional UNICEF untuk Asia Timur dan Pakistan | |
| Masa jabatan 1981–1983 | |
Pendahulu Roberto Esquerra-Barry Pengganti Ahmed Mostefaoui | |
| Anggota DPR Gotong Royong | |
| Masa jabatan 25 Juni 1960 – 3 November 1965 | |
| Presiden | Soekarno |
Pengganti Sri Rochmani Lasmindar | |
| Ketua Umum Bhayangkari | |
| Masa jabatan 19 Oktober 1952 – April 1954 | |
Pendahulu Tidak ada (jabatan baru) Pengganti Soeyono Prawiro Bismo | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 25 April 1920 Karangan, Trenggalek, Hindia Belanda |
| Meninggal | 11 Agustus 1998 (umur 78) |
| Suami/istri | Memed Tanumidjaja |
| Profesi | Politisi |
Titi Memet Tanumidjaja (25 April 1920 – 11 Agustus 1998), juga ditulis Titi Memed Tanumidjaja,[1] adalah seorang aktivis hak wanita dan politisi yang pernah menjabat sebagai Anggota DPR Gotong Royong 25 Juni 1960 - 3 November 1965.
Kehidupan awal
Titi lahir di Karangan, Kabupaten Trenggalek pada tanggal 25 April 1920 dengan nama Raden Ajeng Roro Sutiksmowati. Ayahnya bernama Raden Sutikno dan ibunya bernama R.A Sukesi.[2][3]
Karier dan pengalaman organisasi
Pada tahun 1950an, Titi bekerja di Kementerian Sosial.[4] Bekerja di Kementerian Sosial, dia juga menjadi inspektur urusan sosial untuk Jawa Barat.[5]
Titi menjadi salah satu pendiri Bhayangkari bersama dengan HL Soekanto dan Nyonya Suwito. Seusai Bhayangkari didirikan pada tanggal 17 Agustus 1949, Soekanto Tjokrodiatmodjo menunjuk Titi sebagai Ketua Pengurus Besar Bhayangkari.[2] [6] Dia terpilih kembali untuk menjadi Ketua Umum Bhayangkari pada tanggal 19 Oktober 1952 melalui Konferensi istri polisi yang ia pimpin. Ia mengundurukan diri sebagai Ketua Umum Bhayangkari pada bulan April 1954 dan posisinya digantikan oleh Soeyono Prawiro Bismo.[6][2]
Titi juga terlibat dalam kegiatan pergerakan wanita. Dia menjadi bagian tim panitia Kongres Wanita VII yang diadakan di Jakarta dari tanggal 24 November hingga 28 November 1950 sebagai pembantu.[7] Kemudian, pada Kongres Wanita Indonesia ke-IX di Bandung dari tanggal 22-25 Desember 1952, Titi diangkat menjadi Ketua Sekretariat Kongres Wanita Indonesia untuk bidang ekonomi.[8] Dia juga menjadi satu dari lima delegasi Kongres Wanita Indonesia yang turut hadir dalam Seminar UNESCO mengenai kedudukan wanita di Asia Selatan dari tanggal 29 Desember 1952 hingga 7 Januari 1953 di New Delhi sebagai wakil dari Bhayangkari.[9] Pada tahun 1953, dia menjadi salah satu perintis Bank Koperasi Wanita.[10] Sebagai anggota DPR, dia juga menjadi pimpinan Kongres Wanita Indonesia ke-XII yang diadakan di Jakarta pada bulan Februari 1961.[11]
Pada tanggal 25 Juni 1960, Titi diangkat sebagai anggota Anggota DPR Gotong Royong sebagai wakil dari golongan karya wanita dan bergabung ke Komisi B Bidang Kesejahteraan.[12][13] Pada tahun 1961, pimpinan DPR-GR mengadakan perombakan komisi parlemennya. Titi pindah ke Komisi G Bidang Kesejahteraan Sosial dan menjadi ketuanya serta menjabat sebagai anggota panitia rumah tangga DPRGR.[14][15] Dia berhenti menjabat sebagai anggota DPR-Gotong Royong pada tanggal 3 November 1965 karena mengikuti suami yang bertugas sebagai dubes di Cekoslowakia dan posisinya digantikan oleh Sri Rochmani Lasmindar.[16][17]
Seusai menjadi anggota DPR, Titi kembali ke bekerja di Kementerian Sosial hingga tahun 1974. Dia juga sempat menjalin bisnis joint venture peternakan unggas dengan perusahaan Belanda yaitu Kemper BV, Richard Vanseemus BV, dan Jogersveld BV di Cicurug pada bulan Januari 1974.[18] Di samping itu juga, dia juga menjadi salah satu pendiri organisasi pecinta busana yaitu Himpunan Ratna Busana pada tahun 1972.[1]
Titi kemudian bergabung dengan UNICEF sebagai penasihat di bidang kesejahteraan keluarga. Pada tahun 1978, ia diangkat sebagai Ketua Perwakilan UNICEF di Pakistan dan menjabat posisi tersebut hingga tahun 1981.[19] Dari tahun 1981 hingga 1983, dia menjabat sebagai Direktur Regional UNICEF untuk Asia Timur dan Pakistan.[20]
Meninggal dunia dan kehidupan pribadi
Titi meninggal dunia pada tanggal 11 Agustus 1998. Dia dimakamkan di Dusun Ngadirogo, Podorejo, Sumbergempol, Tulungagung. Sebelumnya, ia berwasiat agar dimakamkan di Tulungagung daripada di TMP Kalibata. Pada tahun 2018, makamnya dipugar dan diresmikan oleh istrinya Tito Karnavian, Tri Tito Karnavian.[2][3]
Titi menikah dengan Memed Tanumidjaja.[3]
Referensi
- ^ a b Hardisurya, Irma; Pambudy, Ninuk Mardiana; Jusuf, Herman (2011). Kamus mode Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. hlm. 284.
- ^ a b c d Muttaqin, Adhar. "Istri Kapolri Pugar Makam Ketua Bhayangkari Pertama". news.detik.com. Detik. Diakses tanggal 7 Oktober 2025.
- ^ a b c Yohanes, David. "RA Titi Memet Tanumidjaja, Bukan Istri Kapolri, Tapi Jadi Ibu Bhayangkari Pertama di Indonesia". jatim.tribunnews.com. Tribun Jatim. Diakses tanggal 7 Oktober 2025.
- ^ Departemen Penerangan, Departemen Penerangan (1958). Buku peringatan 30: i.e. tiga puluh tahun Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia, 22 Des. 1928-22 des. 1958. Jakarta: Departemen Penerangan. hlm. 187.
- ^ "Steun aan slachtoffers van terreur". Java-bode. 9 November 1954.
- ^ a b Bhayangkari, Bhayangkari. "Sejarah Singkat Bhayangkari". bhayangkari.or.id. Bhayangkari. Diakses tanggal 7 Oktober 2025.
- ^ Huda 2020, hlm. 171.
- ^ Huda 2020, hlm. 175.
- ^ Huda 2020, hlm. 178.
- ^ Huda 2020, hlm. 179.
- ^ Huda 2020, hlm. 205.
- ^ Departemen Penerangan 1961, hlm. 136.
- ^ Departemen Penerangan RI, Departemen Penerangan RI (1961). Keputusan-Keputusan MPRS. Jakarta: Prandjaparamita. hlm. 35.
- ^ Departemen Penerangan 1961, hlm. 145.
- ^ Departemen Penerangan 1961, hlm. 153.
- ^ "Keputusan Preisden Republik Indonesia No.331 Tahun 1965" (PDF). Presiden Republik Indonesia.
- ^ Sekretariat DPR-GR, Sekretariat DPR-GR (1970). Seperempat abad Dewan Perwakilan Rakjat Republik Indonesia. Jakarta: DPR-GR. hlm. 682.
- ^ JPRS, JPRS (1974). Translations on South and East Asia Volumes 445-463. Arlington: Joint Publications Research Service. hlm. 10.
- ^ Embassy of Indonesia, Washington, D.C., Embassy of Indonesia, Washington, D.C. (1981). Indonesia News and Views: Volumes 2-3. Washington, D.C: Embassy of Indonesia, Washington, D.C. hlm. 2. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ Wong, Wah (1988). UNICEF in Asia: A Historical Perspective, Issue 10. UNICEF. hlm. 55.
Bibliografi
- Departemen Penerangan, Departemen Penerangan (1961). Almanak lembaga-lembaga negara dan kepartaian. Jakarta: Departemen Penerangan.
- Huda, M. Dimyati (2020). RETHINKING PERAN PEREMPUAN DAN KEADILAN GENDER: Sebuah Konstruksi Metodologis Berbasis Sejarah dan Perkembangan Sosial Budaya. Bandung: CV Cendikia Press.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.






