Teluk Tomori

Teluk Tomori Morowali Utara
Teluk Tomori, Morowali Utara

Teluk Tomori adalah sebuah teluk di Morowali Utara, Sulawesi Tengah[1][2] yang dikenal sebagai destinasi wisata bahari dengan perairan biru jernih, gugusan pulau kecil, dan keindahan bawah laut juga hutan mangrove di sepanjang pantainya. Selain sebagai tujuan wisata, teluk ini juga memiliki nilai sejarah seperti adanya situs prasejarah berupa lukisan tapak tangan.[3]

Kawasan ini secara geologi dikenal sebagai Cekungan Tomori. Cekungan Tomori di daerah Batui Luwuk hingga Teluk Kolonodale terbentuk akibat tumbukan Benua Mikro Banggai Sula dan batuan Ofiolit Sulawesi. Peristiwa tersebut kemungkinan menjadi penyebab dihasilkannya struktur sesar naik di Cekungan Tomori, daerah Luwuk dan Kolonodale yang bertindak sebagai perangkap struktur hidrokarbon.[4] Selain itu kawasan perairan Teluk Tomori juga menjadi muara bagi aliran besar seperti Koro Tambayoli, Koro Morowali serta Koro Laa.[2]

Gugusan karst di kawasan ini, menjadi habitat berbagai flora dan fauna yang khas, menambah keanekaragaman hayati di perairan Teluk Tomori. Peninggalan berupa gambar cadas di Situs Tebing Batu Putih, Situs Tebing Tapohulu, Situs Tebing Pengia, Situs Tebing Karantu, dan Gua Gililana. Keberadaan gambar cadas di kawasan Teluk Tomori ini pertama kali dilaporkan oleh Norman Edwin, arkeolog dari Universitas Indonesia dan pendiri Mapala UI, yang terlibat dalam penelitian “Operation Drake: Indonesia A New Approach To Conservation”.[4]

Selain hutan bakau, Teluk Tomori juga memiliki lanskap unik berupa perbukitan ultrabasa (ultramafic rock), yaitu hutan yang tumbuh di atas tanah dengan kandungan nikel tinggi. Kawasan ini menyimpan hutan ultrabasa dan karst yang unik, habitat vital untuk spesies dilindungi, serta daerah penyangga tata air dan pencegah erosi. Habitat ini mendukung kehidupan tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan kondisi tanah yang spesifik.[5]

Kantong semar (Nepenthes tomoriana) merupakan jenis tumbuhan karnivora endemik Sulawesi yang pertama kali diidentifikasi di kawasan hutan ultrabasa Teluk Tomori. Tumbuhan ini hidup di dataran rendah pada ketinggian 0 hingga 500 meter di atas permukaan laut.

Beberapa kawasan ini juga merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat Wana. Kawasan gua aktif seperti Gua Kumapa pun bernilai penting sebagai ruang spiritual dan sosial  mereka.

Beberapa pulau yang berada di kawasan teluk ini antara lain Bae Toko,[6] Gimpa,[7] Pengia,[8] Tokonanaka,[9] Bolosumpi,[10] Batu[11] dan Rumbia.[12]

Referensi

  1. ^ "Teluk Tomori". Mapcarta (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-15.
  2. ^ a b Teluk Tomori - Peta Interaktif SIGAP Kementrian LHK
  3. ^ Belarminus, Robertus, ed. (05/07/2022). "Teluk Tomori, Surga Tersembuyi di Morowali Utara, Destinasi Wisata Raja Ampat Baru". KOMPAS. Diakses tanggal 2025-10-15.
  4. ^ a b TrueStory, Redaksi (2024-10-25). "Masa Depan Teluk Tomori, Kawasan Cagar Budaya dan Destinasi Pariwisata". TrueStory. Diakses tanggal 2025-10-15.
  5. ^ "Sisa-sisa Surga Flora Fauna Morowali Terancam PSN Nikel". betahita.id. Diakses tanggal 2025-10-15.
  6. ^ "Bae Toko Island". Mapcarta (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-16.
  7. ^ "Pulau Gimpa". Mapcarta (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-16.
  8. ^ "Pengia Island". Mapcarta (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-16.
  9. ^ "Toko Nanaka". Mapcarta (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-16.
  10. ^ "Bolosumpi Island". Mapcarta (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-16.
  11. ^ "Batu Island". Mapcarta (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-16.
  12. ^ "Rumbia Island". Mapcarta (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-16.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement