Tebat Rasau


Letak Geografis

Peta
Lokasi Tebat Rasau

Tebat Rasau adalah salah satu objek wisata di Indonesia yang berada di Desa Lintang, Kecamatan Simpang Renggiang, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Adapun secara administratif, Desa Lintang ini berbatasan dengan:

  • Desa Renggiang, Desa Aik Madu, dan Desa Simpang Tiga pada bagian utara;
  • Desa Kelubi, dan Desa Lenggang pada bagian timur;
  • Desa Batu Penyu, Desa Jangkar Asam, dan Desa Balok pada bagian selatan;
  • Desa Jangkang, dan Desa Nyuruk pada bagian barat.

Secara astronomis, Tebat Rasau terletak pada 2,901601ºLS 108,063128ºBT

Terminologi

Sekretariat Lanun Tebat Rasau

Istilah tebat rasau terdiri dari dua suku kata. Tebat merupakan Bahasa Melayu Belitung yang berarti “dam air” atau dalam artian genangan air alami (bagian percabangan Sungai Lenggang). Sedangkan “rasau” adalah tanaman sejenis pohon pandan.

Kondisi Geografis

Kawasan Tebat Rasau telah dinobatkan sebagai salah satu geosite yang diakui dunia sebagai Belitong UNESCO Global Geopark. Geosite ini memiliki sejarah geologi yang kaya, diyakini sebagai bagian dari sungai purba yang pernah mengalir jutaan tahun yang lalu. Tebat Rasau yang luasnya sekitar 8.040 hektar, merupakan hulu dari Sungai Lenggang, sungai terpanjang (60,28 kilometer) dan terbesar (230 - 1.520 meter) di Pulau Belitung. Sungai ini bermuara langsung ke Selat Karimata.[1] Sungai Lenggang yang ada di kawasan Tebat Rasau juga merupakan bagian dari sungai purba yang terbentuk era pertengahan Kenozoikum, sekitar 65 juta tahun lalu.

Tebat Rasau memiliki karakteristik air yang mengalir tenang dan mengalami pola perairan pasang surut. Selain itu, Tebat Rasau memiliki lebar rawa mencapai 1,52 km.[2] Air Tebat Rasau memiliki nilai pH sebesar 5,73. Nilai pH air Tebat Rasau dapat digolongkan air yang asam karena dipengaruhi banyaknya gambut pada perairan. Nilai oksigen di perairan Tebat Rasau tinggi yaitu 11,4 mg/l. Tingginya kualitas oksigen di perairan Tebat Rasau dipengaruhi adanya air mengalir, adanya difusi pada air dan fotosintesis pada tumbuhan airseperti rasau dan teratai. Suhu perairan Tebat Rasaumemiliki suhu 26,1 °C. Nilai suhu pada perairan Tebat Rasau berada dalam nilai ideal yaitu antara 25-30 °C. Optimalnya nilai suhu perairan Tebat Rasau dapat dipengaruhi adanya aliran air pada perairan, jumlah oksigen yang masuk kedalam air dan karakteristik tanah. Area rawa yang luas memberikan potensi keanekaragaman ikan yang tinggi.[2] Selain itu, kawasan ini juga memiliki keaneragaman flora.

Fauna

Terdapat banyak jenis fauna yang ditemukan keberadaannya di Tebat Rasau termasuk banyaknya jenis ikan, diantaranya:

No IKAN KECIL KECIL No IKAN PIPIH
LOKAL LATIN LOKAL LATIN
1 CEKEDONG Rasbora Sp 1 BANTAK Osteochilus waandersii
2 CEMPEDIK Osteochilus spilurus 2 KEPERAS Cyclocheilichthys apogon
3 CICANG NANGKA Eirmotus insignis 3 KEPINDING / KETOPRAK Pristolepis fasciata
4 GRESIK ANTU Barbucca diabolica 4 KEPUYU Belontia Hasleti
5 GRESIK BIASA Nemacheilus selangoricus 5 SEMUPUK Nandus nebulosus
6 IKAN BAN Barbodes sellifer 6 SEPAT BIASA Trichopodus trichopterus
7 KACE- KACE Gymnochanda verae 7 TEMELIYONG Chaka bankanensis
8 KEMENING Kryptopterus macrocephalus
9 KEMURING Puntius lineatus
10 LAIS/LELUTAY Silurichthys hasseltii
11 TANGKUR BOYAK Doryichthys martensii
12 TEMELAYAR TANGGOK Sphasphaerichthys selatanensis
13 TEMERUNCONG Heimirhampodhon
14 TEMPALAK BIGIK LABUK Parosphromenus bintan
15 TEMPALAK PUNGGOR Betta edithae
16 TEMERAONG Luciocephalus pulcher
17 TIMAH-TIMAH Aplocheilus panchax

Ikan Arwana menjadi ikon utama kawasan Tebat Rasau. Namun masih banyak ikan-ikan eksotis yang dapat menjadi daya tarik wisata edukasi maupun riset di kawasan geosite ini. Diantaranya adalah Ikan Temelayar Kaca (Gymnochanda verae), Ikan Arwana (Scleropages formosus), Ikan Gurami Cokelat (Sphaerichthys selatanensis), Ikan Temeliyongan (Chaca bankanensis), Ikan Cincang Nangka (Eirmotus insignis), Ikan Buntal air awar (Pao palembangensis), Ikan Tilan (Mastacembelus erythrotaenia), Ikan Gurami Paros (Parosphromenus cf bintan), Ikan Bebidis (Brevibora cheeya) dan Ikan Cempedik (Osteochilus spilurus).[3]

No IKAN BESAR No IKAN PERBELUTAN
LOKAL LATIN LOKAL LATIN
1 AMPONG Chana maruliodes 1 KELIK Clarias
2 BAONG Mystus nemurus 2 LENJING -
3 BEDAKAK Chana melasoma 3 LINGGANG -
4 BUNTAL pao palembangensis 4 SENGGARONG Macrognathus circumcinctus
5 MENGAR Chana bangkanesis 5 TILAN
6 MENGKAWAK Chana striata
7 MENTUTU Oxyeleotris marmorata
8 TAPAH -
9 TEMPARUK Chana limbata

Flora

Selain itu, terdapat pula flora atau tanaman yang tumbuh di kawasan Tebat Rasau yaitu diantaranya:

NO NAMA TANAMAN KEGUNAAN
LOKAL LATIN
1 Melantangan Dysoxylum Arborescens Daun dan pucuk sebagai bumbu masakan penguat rasa masakan ikan laut an air tawar
2 Bangek Syzygium Polyanthum Daun tua untuk menghilangkan amis ikan
3 Renggadaian Ploiarium Alternifolium Daunnya untuk mengurangi bau amis ikan dan penambah rasa asam yang khas
4 Gerunggang Cratoxylum Glaucum Pucuk sebagai lalapan dan pengasam masakan ikan air tawar
5 Mensere'/Bangek Daging Syzygium sp. 1 Daunnya digunakan untuk memperkuat aroma dan khas masakan gangan dara serta dapat mengurangi bau amis daging
6 Medang Busok Litsea Odorifera Daunnya digunakan sebagai bumbu untuk menghilangkan bau amis pada ikan air
7 Kelimparan Emberia Ribes Daun dari pohon kelimparan untuk pengasam bahan masakan
8 Mengkiraian Trema Orientalis Pucuk digunakan sebagai masakan berfungsi menghilangan bumbu yang untuk bau amis ikan karang
9 Serai Cymbopogan Citratus Batangnya di gunakan sebagai bumbu penyedap masakan seperti masakan sambal serai
10 Lengkuas Alpinia Galangga Digunakan sebagai rempah untuk memasak dan menghangatkan badan
11 Kunyit Curcuma Longa Digunakan sebagai bahan pewarna alami masakan dan bahan campuran jamu
12 Kumbek/Kemiri Aeurites Moluccana Daging biji berfungsi sebagai penguat rasa,sebagai campuran masakan untuk menghasilkan rasa gurih.dan untuk menyuburkan rambut
13 Nangka Artocarpus Integer Pucuk daun digunakan untuk menghilangkan bau amis daging ataupun ikan karang dan pohon di gunakan untuk membuat alat musik
14 Kandis/Kandis Bini Garcinia Parvifolia Pucuk daun digunakan sebagai penguat rasa asam
15 Sahang/Lada Piper Nigrum Bijinya digunakan dalam beragam beragam masakan seperti sup dan semur
16 Pelangas Aporosa Aurita Daun bisa di gunakan sebagai pengasam masakan jamur (kulat)
17 Kelentaan Malastoma Malabathrium Daun di gunakan untuk menghilangkan racun dalam masakan jamur hutandan menghilangkan racun pada ikan,
18 Sepang Caesalpinia Sappan Daun yang di seduh dapat di gunakan untuk menurunkan panas dalam.
19 Medang Kalong Cinnamomum Parthenoxylon Daun dan akar digunakan sebagai minuman
20 Akar Ijau Hyserpa SP Daun digunakan untuk obat
21 Mate Kuceng/Kapulaga Ammomum Coriaceum Digunakan sebagai bumbu masakan untuk mememperkuat aroma masakan dan menciptakan pedas dan hangat
22 Sengkeratokan Helicia Robusta Untuk pengasam makanan kulat (jamur konsumsi) seperti kulat tekukor,kulat tiong, kulat sukantan dan kulat pelawan
23 Menserai Syzygium sp. 2 Daun digunakan sebagai peganti pada masakan misalnya pindang
24 Kemenyan Sytrax Benzoin Getahnya digunakan untuk ritual adat,ritual pengobatan dan campuran tembakau pada rokok.
25 Cengkeh Syxygium Aromatica Diguakan sebagai bumbu masakan
26 Kepang/Gaharu Aquilaria Digunakan sebagai pengharum ruangan,campuran bedak dingin dan sebagai minuman
27 Jerok Nipis/Jeruk Lemon Citrus Aurantivolia Digunakan sebagai pengharum masakan, obat batuk, menggoreng ikam supaya tidak hitam. Tidak berbiji.
28 Belimbing Bulo/Belimbing Wuluh Averrhoa Belimbi Bunga digunakan untuk obat batuk anak yang di campur dengan gula merah
29 Jerok Purut/Jeruk Purut Citrus Hystrix Buahnya di gunakan untuk bahan masak
30 Jerok/Limau Kunci Citrus Microcarva Buahnya dapat di gunakan sebagai obat batuk,obat pilek,dan obat masuk angin
31 Jerok/Limau Sate Citrus Amblycarpa Digunakan Sebagai pelengkap pada masakan
32 Asam Belande/Rosela Hibiscus Sabdariffa Buah digunakan sebagai perasan dalam perasaan daging pelanduk dengan campuran cabe dan garam
33 Asam Jawe/Jawa Tamarindus Indica Buah digunakan sebagai bumbu pengasam masakan terutama pada masakan gangan
34 Pandan/Pandan Wangi Pandanus Amaryllipolius Daunnya digunakan sebagai pengharum masakan bubor atau kolak,pengharum air minum,pewangi nasi ketan dan pewangi kue
35 Cabik/Cabe Capsicum Anmun Digunakan sebagai campuran bahan masakan
36 Liak/Jahe Zingiber Officinale Digunakan sebagai bahan obat,bahan minuman dan bumbu masakan
37 Cekor/Kencur Kaempfria Galanga Digunakan sebagai bumbu rempah untuk memperkaya cita rasa masakan
38 Kucai Alliyum Shoenoprasum Digunakan sebagai taburan masakan atau pendamping makanan gorengan seperti lumpia
39 Kelubi Eleiodoxa Conferta Buahnya digunakan sebagai pengasam masakan dan daun dapat digunakan sebagai atap rumah
40 Terong/Terung Asam Madu Solanum Ferox Digunakan sebagai Perisa asam pada masakan gangan ikat laut dan ikan laut dan sebagai bahan sambal
41 Bonglai/Bangle Zingiber Cassumunar Tananam ini dimanfaatkan sebagai tanaman obat yang dipercaya berkhasiat sebagai peluruh lemak, Pelangsing, meningkatkan stamina & menjaga kesehatan tubuh
42 Kunyit Pute/Temu Mangga Curcuma Mangga Digunakan sebagai bahan obat,campuran jamu dan campuran bedak dingin
43 Temelawak/Temulawak Curcuma Xanthorrhiza Digunakan sebagai bahan pembuatan obat dan jamu
44 Telase/Selasih Ocsimum Basilicum Bunganya digunakan untuk minuman dan daunya sabagai bumbu pais.
45 Kemantutan/Semuntut Microcos Toentosa Daun dan buah digunakan sebagai pengasam dalam masakan berbahan daging.
46 Suji Utan/Suji Dracaena Elliptica Digunakan sebagai pewarna makanan, dawat dan kue sepeti bingke yang berwarna hijau.
47 Tegari Dianella Ensifolia Akar digunakan untuk aromaterapi dengan cara ditambahkan pada rokok giling.
48 Liak Api/Jahe Merah Zingiber Officinale Var.Rumbrum Digunakan sebagai obat dan bahan campuran masakan
49 Ketiau Ganua Motleyana Biji pengganti kumbek, menimbulkan minyak dan dibuat sebagai minyak.
50 Lempuyang Zingiber Zerumbet Rimpang digunakan untuk bumbu urap.
51 Daun Gande/Bawang Daun Allium Tuberasum Sebagai penguata rasa masakan pada mie guring (mie goreng khas Belitong)
52 Nyato Lawar Nyatoh Digunakan sebagai Pengganti kumbek.
53 Kunyit Pute/Temu Kuning Curcuma Zedoaria Sebagai bahan minuman.
54 Kedundong/Kedondong Spondias Dulcis Pucuk dan daun sebagai pengasam
55 Kedindipan Syzygium Incarnatum Daun sebagai pengasam masakan ikan, pucuknya sebagai lalapan.
56 Beluntas Pluchea Indica Pucuk sebagai lalapan yang berfungsi sebagai pengurang bau badan, dan untuk menghilangkan aroma amis kepiting dengan cara direbus.
57 Daun Sop/Seledri Apium graveolens Digunkan sebagai campuran masakan tekhusunya sop daging
58 Jarak/Jarak Pilngsari Ricinus Communis Biji buah sebagai pengganti kumbek digunakan pada masakan ikan atau daging.
59 Karet Hevea Brasiliensis Biji buah karet digunakan sebagai bumbu masakan pengganti kemiri.
60 Bawang Meka/Bawang Dayak Eleuthrine Americana Digunakan sebagai pengganti bawang.
61 Gelam Melaleuca Leucadendra Syn. M. Leucadendron Pucuk daun digunakan sebagai pengusir nyamuk, dan dijadikan minuman herbal.
62 Pinang Areca Catechu Digunakan sebagai bumbu masakan keladi sayur.
63 Pale/Pala Myristica Frgrans Buah pala digunakan untuk memperkuat cita rasa serta memberikan rasa gurih pada makanan.
64 Kapulage/Kapulaga Amomum compactum Digunakan untuk masakan tertentu dan juga untuk campuran jamu atau obat-obatan herbal tradisional
65 Bunge/Bunga Lawang Illicium verum Digunakan sebagai penyedap dalam minuman dan masakan
66 Cabik Jawe/Jawa Piper retrofractum Vahl Digunakan sebagai campuran bahan masakan
67 Bawang Mira/Merah Allium cepa var ascalonicum Digunakan sebagai obat masuk angin dan campuran untuk bahan masakan.
68 Bawang Pute/Putih Allium sativum Digunakan sebagai campuran masakan
69 Cabik Gede/Keriting/Metah Capsicum Annum Digunakan sebagai tambahan bahan masakan
70 Ketumbar Coriandrum sativum Digunakan sebagai campuran masakan

Komunitas Aktif

Lanun Tebat Rasau

Referensi

  1. ^ R, Rahmadi (2024-03-30). "Kisah Komunitas Lanun, Penjaga Sungai Purba di Pulau Belitung". Mongabay.co.id. Diakses tanggal 2025-11-03.
  2. ^ a b Khanati, Olivia; Lista, Dona; Lindiatika, Lindiatika; Lestari, Eva; Hafidz, Agus Miftahudin; Hidayat, Rahmad; Prananda, Mustobi; Kanaah, Akhlakul; Wijayanti, Amalia (2023-07-27). "IKTIOFAUNA EKSOTIK DI TEBAT RASAU, BELITUNG TIMUR". Journal of Aquatropica Asia (dalam bahasa Inggris). 8 (1): 45–54. doi:10.33019/joaa.v8i1.4243. ISSN 2721-7574.
  3. ^ Aryanto, Peranciscus; Dienaputra, Reiza D.; Rakhman, Cecep Ucu (2021-07-29). "Strategi Pengembangan Wisata Tebat Rasau Di Desa Lintang Kabupaten Belitung Timur: Strategi Pengembangan Wisata Tebat Rasau Di Desa Lintang Kabupaten Belitung Timur". Masyarakat Pariwisata : Journal of Community Services in Tourism. 2 (1): 27–34. doi:10.34013/mp.v2i1.369. ISSN 2798-1010.
Logo Liga Gayatri
Pengguna ini adalah peserta Liga Gayatri 2025

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement