Tatsuya Maruyama

Tatsuya Maruyama
丸山 達也
Gubernur Prefektur Shimane Ke-19
Mulai menjabat
30 April 2019
Penguasa monarkiNaruhito
Perdana MenteriShinzo Abe
Yoshihide Suga
Fumio Kishida
Shigeru Ishiba
Sanae Takaichi
Sebelum
Pengganti
Petahana
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir25 Maret 1970 (umur 56)
Hirokawa, Prefektur Fukuoka, Jepang
Partai politikIndependen (Didukung oleh LDP, Komeito)
AlmamaterUniversitas Keio (LL.B.)
PekerjaanPolitikus, Birokrat
Situs webwww.pref.shimane.lg.jp/governor/
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Tatsuya Maruyama (丸山 達也, Maruyama Tatsuya, lahir 25) adalah seorang politikus dan mantan birokrat asal Jepang yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Prefektur Shimane. Terpilih pertama kali pada tahun 2019, Maruyama dikenal secara nasional sebagai pemimpin yang berani berbicara blak-blakan (outspoken) mengenai isu-isu sensitif, termasuk kebijakan penanganan pandemi pemerintah pusat dan masalah ekonomi daerah pedesaan yang kian tergerus. Sebagai pemimpin prefektur yang memiliki populasi terkecil kedua di Jepang, ia sering menjadi suara utama yang memperjuangkan hak-hal wilayah periferi Jepang di hadapan pemerintah pusat di Tokyo.[1]

Kehidupan awal dan karier birokrasi

Kampus Mita Universitas Keio, tempat Maruyama menempuh pendidikan hukumnya.

Maruyama lahir di Kota Hirokawa, Prefektur Fukuoka. Ia menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Keio di Tokyo, salah satu universitas swasta paling bergengsi di Jepang, dan lulus pada tahun 1992.

Segera setelah lulus, ia memulai kariernya di Kementerian Urusan Dalam Negeri (sekarang Kementerian Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi). Pengalaman birokrasinya mencakup berbagai penugasan strategis yang memberinya pemahaman mendalam tentang tata kelola daerah:

  • Pemerintah Prefektur Nagano & Shizuoka: Ia bertugas di berbagai divisi administrasi, mempelajari manajemen fiskal daerah secara langsung.
  • Badan Pemadam Kebakaran dan Manajemen Bencana: Di sini ia mengasah kemampuannya dalam manajemen krisis nasional.
  • Pemerintah Prefektur Shimane: Ia pernah ditugaskan sebagai Direktur Divisi Perencanaan Umum di Shimane pada tahun 2013, yang menjadi titik awal kedekatannya dengan wilayah tersebut sebelum akhirnya mencalonkan diri sebagai gubernur.[2]

Gubernur Prefektur Shimane (2019–Sekarang)

Maruyama memenangkan pemilihan gubernur tahun 2019 setelah melalui kampanye yang sengit sebagai kandidat independen, mengalahkan pesaing yang didukung oleh faksi-faksi kuat di tingkat lokal. Ia terpilih kembali untuk masa jabatan kedua pada tahun 2023 dengan dukungan yang jauh lebih luas.

Kontroversi Estafet Obor Olimpiade 2020

Maruyama menjadi sorotan media internasional pada awal 2021 ketika ia mengancam akan membatalkan estafet obor Olimpiade Tokyo di Prefektur Shimane. Alasan utamanya adalah protes terhadap kegagalan pemerintah pusat dalam memberikan dukungan finansial yang cukup bagi bisnis lokal yang terdampak pandemi COVID-19 di wilayah pedesaan. Meskipun estafet akhirnya tetap berjalan, tindakannya tersebut memaksa pemerintah pusat untuk memberikan perhatian lebih pada kondisi ekonomi prefektur-prefektur kecil.[3]

Kebijakan Ekonomi dan Demografi

Izumo Taisha di Shimane, salah satu situs budaya penting yang menjadi fokus promosi pariwisata Maruyama.

Sebagai gubernur, Maruyama fokus pada beberapa pilar utama:

  • Revitalisasi Pertanian dan Perikanan: Mendorong penggunaan teknologi canggih untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal Shimane agar mampu bersaing di pasar ekspor.
  • Penanganan Depopulasi: Ia secara agresif mempromosikan kebijakan subsidi untuk pengasuhan anak dan perumahan bagi pendatang baru (I-turn dan U-turn), guna membendung penurunan populasi yang drastis di Shimane.
  • Pariwisata Warisan: Memperkuat infrastruktur di sekitar situs bersejarah seperti Izumo Taisha dan Tambang Perak Iwami Ginzan (Situs Warisan Dunia UNESCO) untuk meningkatkan lama kunjungan wisatawan internasional.[4]

Posisi Terhadap Isu Teritorial

Maruyama tetap menjaga posisi tegas pemerintah prefektur terkait klaim teritorial atas Takeshima (Liancourt Rocks). Ia secara rutin memimpin upacara tahunan "Hari Takeshima" di Shimane, menekankan pentingnya edukasi sejarah bagi generasi muda terkait kedaulatan wilayah tersebut dalam perspektif Jepang.

Kehidupan pribadi

Tatsuya Maruyama dikenal sebagai sosok yang sangat logis, namun emosional ketika berbicara tentang penderitaan ekonomi rakyatnya. Gaya bicaranya yang cepat dan lugas sering kali dianggap sebagai angin segar dalam politik Jepang yang biasanya penuh dengan bahasa diplomatis yang ambigu. Di luar jam kerja, ia dikenal sebagai pengagum seni tradisional Jepang dan sering mengunjungi pengrajin lokal untuk mendengarkan langsung keluhan serta aspirasi mereka.

Referensi

  1. ^ The Japan Times (10 April 2023). "Tatsuya Maruyama re-elected as Shimane governor" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 8 April 2026.
  2. ^ "Governor's Profile". Official Website of Shimane Prefecture (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 8 April 2026.
  3. ^ Kyodo News (17 Februari 2021). "Shimane governor threatens to cancel Olympic torch relay" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 8 April 2026.
  4. ^ The Mainichi (11 April 2023). "Maruyama vows to focus on rural revitalization in Shimane" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 8 April 2026.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement