Tanggai
Tanggai merupakan aksesori tari berupa kuku palsu sepanjang ±6 cm yang biasanya dibuat dari perak atau kuningan. Kuku ini dikenakan pada delapan jari penari, kecuali ibu jari, dengan bentuk melengkung ke atas menyerupai perahu Bidar khas Palembang. Karena ciri khas inilah tarian tersebut dinamakan Tari Tanggai. Keindahan dan keunikannya terletak pada penggunaan kuku panjang yang mempertegas gerakan tangan penari.[1]
Kuku Tanggai menjadi penanda khas yang memudahkan masyarakat untuk mengenali aksesori busana Tari Tanggai Palembang. Tarian ini memiliki kemiripan dengan Tari Tanggai di Tiongkok. Hal tersebut berhubungan dengan sejarah Sumatera Selatan pada masa lalu, ketika keturunan Raja Syailendra yang beragama Buddha membangun sebuah kerajinan besar. Melalui pengaruh ajaran Buddha tersebut, Tari Tanggai pun berkembang dan diajarkan sebagai tarian persembahan dalam kepercayaan agama Buddha [1]
Referensi
- ^ a b Hera, Treny (2020-04-15). "FUNGSI TARI TANGGAI DI PALEMBANG". GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik. 3 (1): 64–77. doi:10.26740/geter.v3n1.p64-77. ISSN 2655-2205.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


