Taman Wisata Alam Pulau Rusa
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2025) |
Taman Wisata Alam Pulau Rusa adalah kawasan konservasi darat yang terletak di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kawasan ini ditetapkan sebagai taman wisata alam dengan luas 1.384,65 hektare dan menjadi habitat penting bagi berbagai jenis flora dan fauna khas kawasan timur Indonesia, termasuk rusa timor (Rusa timorensis).[1]
Sejarah
Secara administratif, kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Rusa berada di Desa Marisa, Kecamatan Pantar Barat Laut, Kabupaten Alor. Secara geografis, kawasan ini terletak pada koordinat 123°49'15,45" – 123°49'35,91" BT dan 8°21'58,95" – 8°24'41,76" LS.[1] Kawasan ini berbatasan dengan Pulau Lembata di sebelah utara dan barat, Laut Sawu di sebelah selatan, serta Pulau Kangge yang berada di wilayah Desa Marisa di sebelah timur. Pengelolaan kawasan dilakukan oleh Resort Alor, Seksi Konservasi Wilayah IV Maumere, Bidang KSDA Wilayah II Ruteng, pada Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur.
Penunjukan Pulau Rusa sebagai kawasan konservasi pertama kali dilakukan melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 89/Kpts-II/1983 tanggal 2 Desember 1983. Penataan batas kawasan selanjutnya ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 65/SKEP/HK/1997 tanggal 14 Maret 1997, yang kemudian dituangkan dalam berita acara tata batas pada 18 Maret 1999. Pada tahun 2002, Pulau Rusa ditetapkan sebagai kawasan hutan tetap dengan fungsi taman wisata alam melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 8820/Kpts-II/2002 tanggal 24 September 2002.
Kondisi ekosistem
TWA Pulau Rusa memiliki bentang alam berbukit dan secara umum didominasi oleh ekosistem sabana. Ekosistem ini ditandai dengan dominasi rumput dan semak dengan pepohonan yang jarang serta tersebar tidak merata. Salah satu jenis rumput yang paling dominan di kawasan ini adalah Heteropogon contortus, yang menjadi ciri khas ekosistem savana di wilayah tersebut.[2]
Flora
Komposisi vegetasi di TWA Pulau Rusa sejalan dengan karakteristik sabana. Vegetasi umumnya didominasi oleh bidara (Zizypus timorensis) dan asam (Tamarindus indica) yang tumbuh secara sporadis di seluruh kawasan. Selain kedua jenis dominan tersebut, terdapat pula berbagai jenis flora lain seperti beringin (Ficus sp.), taduk (Alstonia scholaris), litsusu (Wrightia calycina), bunga putih (Eupatorium inulifolium), ketapang (Terminalia catappa), sentigi (Pemphis acidula), mangga hutan (Mangifera sp.), mengkudu (Morinda citrifolia), dan kesambi (Schleichera oleosa).
Fauna

Kawasan ini menjadi habitat penting bagi rusa timor (Rusa timorensis) yang menjadi satwa utama di Pulau Rusa.[3] Selain itu, berbagai jenis reptil juga ditemukan, di antaranya tokek (Gekko gecko), kadal (Eutropis multifasciatus), kadal terbang Timor (Draco timorensis), dan viper pohon hijau (Trimeresurus albolabris). Dari kelompok burung, Pulau Rusa memiliki keanekaragaman yang tinggi, dengan spesies yang meliputi puyuh coklat (Coturnix ypsilophora), tekukur biasa (Streptopelia chinensis), merpati hitam Timor (Turacoena modesta), perkutut loreng (Geopelia maugei), punai Timor (Treron psittacea), isap madu Indonesia (Lichmera limbata), cikukua Timor (Philemon inornatus), kancilan Timor (Pachycephala orpheus), kancilan emas (Pachycephala pectoralis), srigunting Wallacea (Dicrurus densus), kipasan dada-lurik (Rhipidura rufiventris), kipasan dada hitam (Rhipidura rufifrons), opiortimor (Heleia muelleri), kacamata limau (Zosterops citrinellus), sikatan paruh lebar (Myiagra ruficollis), sikatan belang (Saxicola caprata), pipit penggala (Amandava amandava), pipit zebra (Taeniopygia guttata), hingga elang laut (Haliaeetus leucogaster).
Aksesibilitas
Taman Wisata Alam Pulau Rusa dapat dicapai melalui jalur udara maupun jalur laut. Jalur udara ditempuh dengan penerbangan rute Kupang–Kalabahi yang memakan waktu sekitar satu jam. Dari Kalabahi, perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu motor atau speed boat sewaan menuju Pulau Rusa dengan waktu tempuh antara lima hingga enam jam. Alternatif lain adalah melalui jalur laut dengan kapal feri (ASDP) dari Kupang menuju Kalabahi yang membutuhkan waktu tempuh sekitar delapan belas hingga dua puluh jam, kemudian dilanjutkan dengan perahu motor atau speed boat dari Kalabahi ke Pulau Rusa dengan lama perjalanan yang sama, yakni sekitar lima hingga enam jam.[4]
Referensi
- ^ a b "Taman Wisata Alam Pulau Rusa - BBKSDA NTT". bbksdantt.ksdae.kehutanan.go.id. Diakses tanggal 2025-09-29.
- ^ Gegung, Christina M. (23 Juni 2025). "Misteri Pulau Rusa, Taman Wisata Alam Yang Memukau". RRI. Diakses tanggal 29 September 2025.
- ^ BULING;, KAREL FEBRYANTO; BULING;, KAREL FEBRYANTO (2022). Analisis Populasi Dan Sebaran Rusa Timor (Rusa timorensis) Di Taman Wisata Alam Pulau Rusa, Kecamatan Pantar Barat Laut, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (dalam bahasa Indonesia). UPT Perpustakaan Undana. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
- ^ Blegur, Eka (2025-09-27). "Misteri Dan Keindahan Pulau Rusa Di Alor Pantar: Destinasi Wisata Alam Dengan Nuansa Mistis, Wajib Dikunjungi | East Nusa Tenggara ID Eka Blegur" (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-09-29.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


