Taman Wisata Alam Laut Teluk Kupang

Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang adalah sebuah kawasan konservasi perairan yang terletak di perairan Teluk Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Kawasan ini dikenal karena memiliki ekosistem bahari yang lengkap, meliputi mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. TWAL Teluk Kupang berfungsi sebagai kawasan pelestarian alam yang utamanya dimanfaatkan untuk perlindungan ekosistem, konservasi keanekaragaman hayati, dan pengembangan wisata bahari berkelanjutan.[1]

Geografi dan administrasi

TWAL Teluk Kupang secara geografis membentang pada koordinat antara 9,19∘ hingga 10,57∘ Lintang Selatan (LS) dan 121,30∘ hingga 124,11∘ Bujur Timur (BT). Secara administratif, kawasan konservasi yang terbentang sepanjang pantai Teluk Kupang ini mencakup wilayah laut di dua entitas pemerintahan, yaitu Kota Kupang, meliputi Kecamatan Alak, Kelapa Lima, dan Kota Lama, serta Kabupaten Kupang, yang mencakup wilayah laut Kecamatan Semau, Semau Selatan, Kupang Tengah, Kupang Timur, dan Sulamu. Kawasan ini memiliki batas wilayah yang jelas; di sebelah barat berbatasan dengan Laut Sawu, di sebelah timur berbatasan dengan daratan Kota Kupang, di utara berbatasan dengan Kabupaten Kupang, dan di selatan berbatasan dengan Pulau Rote serta Laut Sawu.[2]

Sejarah dan status kawasan

Kawasan laut di Kota dan Kabupaten Kupang ini ditunjuk sebagai Taman Wisata Alam Laut Teluk Kupang melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 18/Kpts-II/1993 tanggal 28 Januari 1993 dengan luasan awal 50.000 hektar, mencakup Pulau Burung, Pulau Kera, Pulau Kambing, dan Pulau Semau. Luas TWAL Teluk Kupang kemudian mengalami penyesuaian seiring dengan penetapan baru, yaitu menjadi 62.450,60 hektar berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor: 423/Kpts-II/1999 tanggal 15 Juni 1999. Luas kawasan kembali disesuaikan menjadi 63.881,79 hektar berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK.3911/MENHUT-VII/KUH/2014 tanggal 14 Mei 2014, yang juga mengatur Rencana Pengelolaan Jangka Panjang TWAL Teluk Kupang Periode 2018 hingga 2027. Pengelolaan kawasan ini secara organisasi berada di bawah Resort Kupang, Seksi Konservasi Wilayah II, Bidang KSDA Wilayah I pada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT. Meskipun kawasan TWAL Teluk Kupang belum sepenuhnya ditata batas, telah dipasang lima titik referensi sebagai acuan batas perairan, meskipun salah satunya di Pantai Manikin dilaporkan mengalami kerusakan dan pergeseran akibat abrasi.[3]


Ekosistem dan keanekaragaman hayati

TWAL Teluk Kupang diakui sebagai salah satu kawasan konservasi perairan yang memiliki potensi ekosistem bawah air yang lengkap, meliputi tiga tipe utama. Ekosistem mangrove memanjang di sepanjang pesisir dari Paradiso, Oesapa, hingga ke sebagian pesisir timur Pulau Semau, dengan lokasi terluas berada di Oebelo, dan komunitasnya didominasi oleh genus Rhizopora, Sonneratia, Avicenia, dan Bruguiera gymnorrhiza. Ekosistem terumbu karang tersebar di sepanjang pesisir TWAL Teluk Kupang, meskipun pertumbuhan karang terhambat di bagian Tanah Merah, Oebelo, Nunkurus, dan Pariti karena tingginya tingkat sedimentasi yang menyebabkan turbiditas perairan. Adapun ekosistem padang lamun terhampar di sepanjang perairan kawasan, berfungsi sebagai daerah transisi dan didominasi oleh genus Enhalus, Halodule, Halophila, Cymodocea, Thalassia, dan Syringodium.

Kekayaan flora di daratan disusun oleh tipe vegetasi dataran rendah dan hutan pantai, meliputi Lontar (Borassus flabellifer), Beringin (Ficus benjamina), Waru Laut (Thespesia populnea), dan Asam (Tamarindus indica). Sementara itu, fauna di kawasan ini sangat beragam, baik di darat maupun di perairan. Fauna darat di pesisir dan pulau-pulau kecil seperti Pulau Semau terdiri dari Babi Hutan (Sus vitatus), Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis), dan Rusa Timor (Rusa timorensis). Perairan Teluk Kupang sendiri merupakan rumah bagi 203 jenis ikan dan terumbu karang yang sangat tinggi, dengan 160 jenis karang laut yang didominasi oleh Acropora sp, Montipora sp, dan Stylophora sp. Selain itu, TWAL ini merupakan habitat bagi Kima (Tridacna gigas dan Hippopus hippopus), serta kelompok mamalia laut seperti Duyung (Dugong dugon) dan Lumba-lumba (Delphinus capensis), dengan seringnya kasus terdamparnya Paus Sperma di pantai teluk. Reptil laut yang sering dijumpai adalah Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) dan Penyu Hijau (Chelonia mydas). Kelompok Aves di perairan dan pesisir TWAL Teluk Kupang diwakili oleh burung air menetap, seperti Burung Kuntul Karang (Egretta sacra) dan Elang Laut (Haliaeetus leucogaster), serta burung migran, termasuk Pelikan dan berbagai jenis Trinil dan Cerek.[4]

Aksesibilitas dan fasilitas

Taman Wisata Alam Laut Teluk Kupang sangat mudah dijangkau oleh masyarakat dan wisatawan karena bentangannya memanjang dan titik terdekatnya hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari pusat Kota Kupang. Aksesibilitas dipermudah dengan tersedianya kendaraan umum atau angkutan kota yang melayani berbagai rute yang melewati kawasan pesisir, seperti rute Kupang – Kelapa Lima, Kupang – Tablolong, Kupang – Sulamu, dan Kupang – Tanau. Meskipun pengembangannya masih terus berjalan, beberapa fasilitas pendukung yang tersedia di kawasan ini, seperti yang terdapat di Pantai Lasiana, meliputi Kantor Resort, papan informasi, dan Panggung yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pengunjung.[5]

Referensi

  1. ^ Foenay, Rolinda Inneke; Mardani, N. K.; Wiryatno, Joko (2011). "Penilaian Efektifitas Pengelolaan Taman Wisata Alam Laut (Twal) Teluk Kupang Nusa Tenggara Timur". Ecotrophic (dalam bahasa Inggris). 6 (2): 383826. ISSN 1907-5626.
  2. ^ "Taman Wisata Alam Laut Teluk Kupang - BBKSDA NTT". bbksdantt.ksdae.kehutanan.go.id. Diakses tanggal 2025-09-29.
  3. ^ Killasay, Pedro Anthony; Fanggidae, Apriana H. J.; Tiwu, Maria Indryani H. (2024-06-21). "Analisis Strategi Pengembangan Potensi Taman Wisata Alam Laut Teluk Kupang". MENAWAN : Jurnal Riset dan Publikasi Ilmu Ekonomi (dalam bahasa Inggris). 2 (4): 35–46. doi:10.61132/menawan.v2i4.694. ISSN 3025-4728.
  4. ^ Huky, Rut K.; Toruan, Lumban N. L.; Paulus, Chaterina A. (2023-04-01). "IDENTIFIKASI JENIS-JENIS LAMUN PADA PESISIR TAMAN WISATA ALAM TELUK KUPANG, KOTA KUPANG". Jurnal Bahari Papadak (dalam bahasa Inggris). 4 (1): 10–17. ISSN 2723-6536.
  5. ^ Media, Kompas Cyber (2021-06-28). "Taman Wisata Alam Laut Teluk Kupang NTT Mulai Ditata". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-29.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement