Taman Wisata Alam Kerandangan
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2025) |
Taman Wisata Alam (TWA) Kerandangan adalah sebuah kawasan konservasi yang terletak di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia. Kawasan ini merupakan area hutan yang dikelola oleh pemerintah dan dimanfaatkan untuk perlindungan lingkungan serta pariwisata alam. TWA Kerandangan dikenal karena lokasinya yang strategis dan perannya dalam menyediakan jasa lingkungan bagi masyarakat sekitar, menjadikannya salah satu destinasi wisata alam yang populer di Lombok Barat.[1]
Geografi dan aksesibilitas
TWA Kerandangan terletak di Pulau Lombok bagian barat, tidak jauh dari kawasan wisata pantai terkenal, Senggigi. Lokasi TWA ini berada di Dusun Kerandangan, yang memberikan nama pada kawasan konservasi tersebut.
Bagi pengunjung yang datang dari Kota Mataram, TWA Kerandangan mudah diakses melalui jalur utama yang membentang di sepanjang pesisir Lombok Barat. Akses menuju TWA ditandai dengan gerbang atau gang yang bertuliskan "Kerandangan" di sisi jalan utama. Keberadaannya yang dekat dengan kawasan turis utama Lombok menjadikan TWA Kerandangan mudah dicapai, sekaligus berfungsi sebagai hinterland hijau bagi wilayah pariwisata pesisir.[2]
Sejarah dan status kawasan
Kawasan ini ditetapkan dengan fungsi ganda, yaitu sebagai perlindungan sumber daya alam dan pemanfaatan berkelanjutan untuk pariwisata. TWA Kerandangan berada di bawah pengelolaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTB. Selain peranannya dalam pariwisata, TWA ini juga memiliki fungsi ekologis penting, terutama dalam menyediakan jasa lingkungan air yang dimanfaatkan secara non-komersial oleh masyarakat di Dusun Kerandangan. Penetapan dan pengelolaan kawasan ini didukung oleh keputusan menteri yang menetapkan luasan riil sekitar 396,10 hektar.[3]
Flora dan fauna
TWA Kerandangan memiliki tipe ekosistem hutan dataran rendah yang mendukung keanekaragaman flora dan fauna. Kawasan ini menjadi lokasi ideal untuk kegiatan lintas alam dan pengamatan satwa liar. Vegetasi flora di TWA Kerandangan terdiri dari hutan campuran yang didominasi oleh pohon-pohon besar, termasuk jenis-jenis seperti kelicung (Dyospiros malabarica), terep (Arthocarpus elastica), sentul (Aglaia sp.), beringin (Ficus benjamina), goak (Ficus sp.), klokos udang (Dracontomellon mangiferum), dan jukut (Eugenia sp.).
Kawasan ini sangat penting bagi konservasi Aves (burung), dengan tercatatnya hingga 56 spesies burung di dalam kawasan hutan tersebut. TWA Kerandangan dikenal secara internasional sebagai lokasi birdwatching karena menjadi habitat bagi beberapa spesies yang statusnya terancam punah atau dilindungi, termasuk Elang Flores (Nisaetus floris), yang berstatus Kritis (Critically Endangered), serta Celepuk Rinjani (Otus jolandae) dan Cekakak Kalung-Cokelat (Todiramphus australasia).[3][4] Selain burung, kawasan ini juga merupakan habitat bagi serangga tanah, seperti yang didominasi oleh famili Carabidae, dan satwa lain termasuk monyet hitam dan berbagai jenis kupu-kupu langka yang dapat ditemui di sepanjang jalur hutan.
Potensi wisata alam
TWA Kerandangan telah dikembangkan sebagai destinasi ekowisata yang menawarkan petualangan alam yang menenangkan. Terdapat jalur trekking sepanjang kurang lebih dua kilometer yang memadukan jalur setapak alami dan paving block, menjadikannya ramah bagi pengunjung segala usia. Daya tarik utama TWA Kerandangan meliputi Air Terjun Putri Kembar dan Goa Walet (Swallow Cave). Selain menikmati keindahan air terjun dan gua, kegiatan populer yang menarik wisatawan mancanegara adalah birdwatching, yang didukung oleh kekayaan avifauna di kawasan tersebut.[5]
Referensi
- ^ Atourin. "Taman Wisata Alam Kerandangan di Lombok Barat". Atourin. Diakses tanggal 2025-09-29.
- ^ Fajar, Jay (2018-04-01). "Asyiknya Jelajah Hutan Bersama Anak-anak di Taman Wisata Alam Kerandangan. Seperti Apa?". Mongabay.co.id. Diakses tanggal 2025-09-30.
- ^ a b "Wisatawan Pecinta Burung, Datanglah ke Kerandangan Senggigi Lombok NTB". Tempo. 30 Januari 2022 | 21.06 WIB. Diakses tanggal 2025-09-30.
- ^ antaranews.com (2023-06-19). "Berwisata ke Lombok, Taman Wisata Alam Kerandangan bisa jadi pilihan". Antara News. Diakses tanggal 2025-09-30.
- ^ "Siaran Pers: Menikmati Sensasi "Birdwatching" di Taman Wisata Alam Kerandangan Lombok". kemenparekraf.go.id. Diakses tanggal 2025-09-30.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


