Taman Wisata Alam Bipolo
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2025) |
Taman Wisata Alam (TWA) Bipolo adalah salah satu kawasan konservasi alam yang terletak di Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Kawasan ini dikenal karena memiliki perwakilan ekosistem hutan kering luruh daun dan berfungsi sebagai habitat penting bagi flora dan fauna khas Pulau Timor. Secara administratif, TWA Bipolo berada di Desa Bipolo, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang.[1]
Geografi
TWA Bipolo secara geografis terletak antara 123° 47 ′ 20,639 ′′ hingga 123° 48 ′ 48,883 ′′ Bujur Timur dan 9° 59 ′ 42,981 ′′ hingga 10° 1 ′ 28,010 ′′ Lintang Selatan. Dari Kota Kupang, TWA Bipolo dapat dicapai dengan kendaraan umum yang tersedia setiap saat. Rute yang dilalui adalah Kupang - Oelmasi - Sulamu. Jarak tempuh dari Kota Kupang ke TWA Bipolo adalah sekitar 50 kilometer, dengan perkiraan waktu tempuh sekitar satu jam.
Sejarah dan status kawasan
Sejarah TWA Bipolo bermula dari statusnya sebagai hutan produksi dengan total luasan sekitar ±5.000 hektar. Sebagian dari hutan produksi ini, seluas 352,62 hektar, kemudian dialihfungsikan dan ditunjuk sebagai Taman Wisata Alam (TWA) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 161/KPTS-II/1999 tanggal 30 Maret 1999.[1] Terjadi perubahan luasan kawasan TWA Bipolo berdasarkan peraturan baru dari Kementerian Kehutanan. Melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.3911/MENHUT-VII/KUH/2014 tanggal 14 Mei 2014 tentang Kawasan Hutan dan Konservasi Perairan Provinsi Nusa Tenggara Timur, luas TWA Bipolo ditetapkan menjadi 308,61 hektar.[1] Pengelolaan kawasan ini bertujuan untuk melestarikan ekosistem sekaligus memanfaatkannya untuk kegiatan pariwisata alam dan rekreasi yang terbatas.
Kondisi ekosistem
TWA Bipolo memiliki komposisi penutupan lahan yang beragam, meliputi hutan alam sekunder, areal persawahan, pertanian lahan kering, semak belukar, dan hutan tanaman jati. Kawasan ini memiliki dua tipe ekosistem utama: (1) Ekosistem Hutan Alam Sekunder: merupakan tipe hutan kering luruh daun yang masih relatif baik kondisinya, terutama di sisi utara kawasan, di mana terdapat tegakan yang membelah jalan raya. Habitat ini dicirikan oleh tegakan yang jarang, tajuk yang tidak kontinyu, dan ketinggian rata-rata antara 20 hingga 25 meter;[2] (2) Ekosistem Hutan Tanaman: Mencapai hampir separuh dari luasan kawasan. Ekosistem ini didominasi oleh tegakan jati (Tectona grandis) hasil reboisasi pada tahun 1980 dan 1981, dengan diameter rata-rata pohon saat ini melebihi 30 cm. Dominasi jati yang tinggi menyebabkan pertumbuhan tumbuhan lain di lapisan bawah sulit berkembang karena guguran daun jati yang lebar melapuk secara lambat.[2]
Flora
Taman Wisata Alam Bipolo memiliki jenis habitat hutan kering luruh daun yang menjadi tempat tumbuh bagi 53 spesies tumbuhan dari 33 famili. Sebagian besar spesies tersebut tumbuh di wilayah bagian utara kawasan. Tipe habitat hutan TWA Bipolo adalah Hutan Kering Luruh Daun, yang merupakan ciri khas vegetasi Pulau Timor. Spesies yang mendominasi antara lain jambu air (Eugenia sp), kesambi (Schleichera oleosa), asam (Tamarindus indica), kayu merah (Pterospermum indicus), Zizyphus sp, keolnasa (Dysoxylum sp.), kapuk hutan (Gossampinus malabarica).[3] Keanekaragaman tumbuhan pada tingkat semai, pancang, tiang dan pohon di Taman Wisata Alam Bipolo termasuk kategori sedang dan tingkat kemerataan jenis yang tinggi. Biomassa rata-rata sebesar 228,93 ton/ha dan cadangan karbon sebesar 114,46 ton/ha.[4]
Fauna
Kawasan TWA Bipolo menjadi rumah bagi berbagai jenis satwa liar yang mewakili ekosistem Pulau Timor. Jenis mamalia yang dapat dijumpai antara lain Babi Hutan (Sus sp), Musang (Paradoxirus hermaphroditus), dan Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Ditemukan pula berbagai jenis amfibi seperti Bangkong Kolong (Duttaphyrynus melanosticus), Kodok kintel (Kaloula baleata), dan Katak tegalan (Fejervarya limnocharis). Sementara jenis reptil meliputi Tokek (Gecko gecko), Biawak Timor (Varanus timorensis), Sanca Timor (Phyton timorensis), Kadal Terbang Timor (Draco timorensis), dan Viper Pohon Hijau (Trimeresurus albolabris).[1]
Melalui kegiatan inventarisasi menggunakan metode daftar jenis MacKinnon, teridentifikasi sebanyak 53 jenis burung. Beberapa spesies burung yang tercatat di TWA Bipolo merupakan jenis yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999, di antaranya adalah Kuntul Besar, Kuntul Perak, Isap madu Indonesia, Sikep-Madu Asia, Meliphaga Dada-lurik, Myzomela timor, Isap Madu Timor, dan Cikukua Timor. Kehadiran spesies-spesies ini menekankan pentingnya kawasan ini dalam konservasi burung di NTT.
Referensi
- ^ a b c d "Taman Wisata Alam Bipolo - BBKSDA NTT". bbksdantt.ksdae.kehutanan.go.id. Diakses tanggal 2025-09-26.
- ^ a b "TWA Bipolo Kupang | PDF". Scribd. Diakses tanggal 2025-09-26.
- ^ "Taman Wisata Alam". plantamor.com. Diakses tanggal 2025-09-26.
- ^ Usmadi, Didi; Magandhi, Mahat; Rivai, Reza Ramdan (2018-10-31). "Keanekaragaman Tumbuhan dan Cadangan Karbon Taman Wisata Alam Bipolo, Kabupaten Kupang". Proceeding of Biology Education (dalam bahasa Inggris). 2 (1). ISSN 2622-8815.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


