Taman Nasional Santubong
| Taman Nasional Santubong | |
|---|---|
IUCN Kategori II (Taman Nasional) | |
Gunung Santubong terlihat di kejauhan | |
Santubong | |
| Lokasi | Sarawak, Malaysia |
| Kota terdekat | Kuching |
| Koordinat | 1°45′46″N 110°19′20″E / 1.762845°N 110.322300°E |
| Luas | 141 km2 (54 sq mi) |
| Didirikan | 2007 |
| Badan pengelola | Badan Kehutanan Sarawak[1] |
Taman Nasional Santubong (bahasa Melayu: Taman Negara Santubong) adalah sebuah taman nasional yang terletak di Semenanjung Santubong, sekitar 35 kilometer di utara Kuching. Taman ini didominasi oleh lereng curam berhutan hujan di Gunung Santubong, yang memiliki ketinggian 810 meter. Kawasan ini berfungsi sebagai daerah tangkapan air penting yang mendukung berbagai jenis satwa liar. Puncak gunung yang menonjol menjadi ciri khas lanskap daerah ini dan sering terlihat dari Kuching. Wilayah taman juga mencakup desa-desa nelayan setempat serta situs-situs budaya.[1]
Geografi
Taman Nasional Gunung Santubong terletak di Semenanjung Santubong dan mencakup area seluas 14,1 kilometer persegi. Taman ini didominasi oleh hutan dipterokarpa campuran, dengan area kecil berupa hutan kerangas dan hutan pantai. Ciri paling menonjol dari taman ini adalah puncak Gunung Santubong yang menjulang setinggi 810 meter. Sebagian taman berbatasan dengan hutan milik pribadi dan terletak di kawasan yang dikenal dengan pemandangan pesisir serta pegunungan yang indah. Daerah sekitarnya meliputi desa-desa nelayan Melayu seperti Kampung Santubong, Kampung Buntal, dan Kampung Pasir Pandak, serta Desa Budaya Sarawak, beberapa resor pantai, dan fasilitas rekreasi.[2]
Sejarah
Sejak perjalanan Alfred Russel Wallace ke Sarawak pada November 1854 hingga Januari 1856 di pertengahan abad ke-19, para ilmuwan telah tertarik pada keanekaragaman hayati wilayah Santubong. Selama berada di sana, Wallace melakukan banyak pengambilan sampel biologis, terutama di lereng Gunung Santubong dan di lembah Sungai Sarawak. Penelitiannya di kawasan tersebut berkontribusi pada kemajuan pemahaman ilmiah tentang ekosistem pesisir Sarawak.[3]
Gunung Santubong secara resmi ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 2007. Sejak saat itu, kawasan ini menjadi salah satu destinasi utama wisata alam, menarik minat pengunjung baik dari dalam negeri maupun mancanegara.[2]
Referensi
- ^ a b "Santubong National Park". Sarawak Forestry Corporation (dalam bahasa American English). 2020-11-24. Diarsipkan dari asli tanggal 2024-08-31. Diakses tanggal 2025-07-09.
- ^ a b Das & Tuen 2016, hlm. 217.
- ^ Shabdin 2014, hlm. 75.
Bibliografi
- Das, Indraneil; Tuen, Andrew Alek (2016). Naturalists, Explorers and Field Scientists in South-East Asia and Australasia (dalam bahasa Inggris). Springer. doi:10.1007/978-3-319-26161-4. eISSN 1875-1296. ISBN 978-3-319-26161-4. ISSN 1875-1288.
- Shabdin Mohd Long (2014). "Sarawak Coastal Biodiversity: A Current Status". Kuroshio Science. 8 (1): 73–86. Diakses tanggal 2025-07-09.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


