Takur ampis melayu
| Takur ampis melayu
| |
|---|---|
| Caloramphus hayii | |
| Status konservasi | |
| Hampir terancam | |
| IUCN | 22727057 |
| Taksonomi | |
| Kelas | Aves |
| Ordo | Piciformes |
| Famili | Megalaimidae |
| Genus | Caloramphus |
| Spesies | Caloramphus hayii |
Takur ampis melayu (Caloramphus hayii) adalah spesies burung dalam famili Megalaimidae. Spesies ini ditemukan di Malaysia, Myanmar, Thailand, Sumatra, dan sebelumnya di Singapura, tempat di mana spesies tersebut telah punah secara lokal.[1]
Deskripsi
Burung takur ampis sumatera ini berukuran sekitar 17,5 cm dan memiliki warna tubuh dominan cokelat dengan paruh besar dan kuat dan ekor pendek. Bagian tubuh atas berwarna cokelat gelap, tenggorokan dan dada berwarna cokelat pucat dengan sedikit semburat kuning dari dada hingga perut, sedangkan bagian tubuh bawah, yaitu perut bagian bawah dan penutup dubur berwarna putih, dengan kepala dan dada berwarna oranye-karat. Paruh berwarna hitam pada jantan dan cokelat tanduk pada betina.[1] Penampilan tersebut menjadikannya satu-satunya takur yang didominasi warna cokelat di wilayah persebarannya.[2]
Habitat
Habitat alami takur ampis melayu adalah hutan dataran rendah lembap subtropis atau tropis.[1] Takur ampis melayu menghuni hutan primer maupun hutan sekunder, dan terkadang terlihat di tepi hutan. Berbeda dengan sebagian besar takur lain yang bersuara nyaring, spesies ini mengeluarkan vokalisasi bernada tinggi dan tipis berupa bunyi berulang “tseep”.[2] Spesies ini dipisahkan dari takur ampis kalimantan (C. fuliginosus) yang merupakan spesies endemik di Kalimantan.[3]
Referensi
- ^ a b c BirdLife International (BirdLife International) (2021-09-29). "IUCN Red List of Threatened Species: Caloramphus hayii". IUCN Red List of Threatened Species.
- ^ a b "Takur-ampis melayu - eBird". ebird.org (dalam bahasa in). Diakses tanggal 2025-12-02. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ den Tex, Robert-Jan; Leonard, Jennifer A. (2013-07). "A molecular phylogeny of Asian barbets: Speciation and extinction in the tropics". Molecular Phylogenetics and Evolution. 68 (1): 1–13. doi:10.1016/j.ympev.2013.03.004. ISSN 1055-7903.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


