Syair lingkungan
Syair lingkungan (dalam bahasa inggris : Ecopoetry) adalah bentuk puisi yang menampilkan penekanan atau pesan ekologis maupun lingkungan. Meskipun banyak penyair pada masa lampau telah menyampaikan perhatian terhadap isu ekologi, istilah khusus untuk menggambarkan karya tersebut baru digunakan pada periode modern. Dalam tradisi puisi berbahasa Inggris, syair lingkungan telah menjadi sub-genre yang dapat menjadi fokus utama seorang penulis, menjadi tema keseluruhan dalam satu kumpulan puisi, atau digunakan sebagai dasar penyelenggaraan kompetisi internasional.[1] Istilah ini umumnya merujuk pada puisi yang berkaitan dengan krisis lingkungan modern pasca-industrialisasi, bukan pada tema alam dalam pengertian tradisional.[2]
Sejarah
Sebelum istilah ecopoetry diperkenalkan, karya yang menyampaikan pesan ekologis belum dikelompokkan dalam kategori yang baku. Seiring bertambahnya jumlah karya dengan orientasi ekologis mendorong terbentuknya subgenre tersebut. Contoh karya yang berpengaruh antara lain Ecopoemas karya Nicanor Parra (1982), The White Poem karya Jay Ramsay dan Carole Bruce (1988), Bosco (1999; 2001),[3] serta Heavy Water: a poem for Chernobyl (2004). Publikasi awal lainnya adalah The Green Book of Poetry karya Ivo Mosley (1995, pada tahun 1996 berganti menjadi Earth Poems), yang memuat lebih dari tiga ratus puisi dari berbagai negara dan berperan dalam membantu membentuk karakteristik genre ecopoetry.[4]
Salah satu teks yang memperluas penggunaan istilah ini dalam kajian kritis adalah Ecopoetry: a Critical Introduction yang disunting J. Scott Bryson (2002). Pada masa yang sama, jurnal Ecopoetics memperluas cakupan istilah dari puisi menuju poiesis, yang diartikan sebagai kegiatan membuat atau menulis secara umum.[5] Ecopoetics berangkat dari premis bahwa tulisan merupakan bagian dari suatu ekosistem dan bahwa unsur-unsur dalam teks saling berkaitan.[6]
Sejak saat itu muncul berbagai antologi dan buku yang menggunakan istilah tersebut atau menjadikannya sebagai prinsip kurasi. Contoh publikasi tersebut mencakup The Thunder Mutters (2005) karya Alice Oswald; Redstart: an Ecological Poetics karya Forrest Gander dan John Kinsella; Earth Shattering: Ecopoems (2007) yang disunting Neil Astley;[7] serta Flood (2018) karya Clare Shaw.[8]
Karakteristik
Menurut definisi James Engelhardt, salah satu karakteristik syair lingkungan adalah keterkaitannya dengan dunia yang memiliki implikasi tanggung jawab, serupa dengan model yang menekankan keterlibatan sosial.[9] Dalam konteks ini, syair lingkungan digunakan untuk menggambarkan puisi atau proyek puitis yang menyoroti kepekaan ekologis dan perubahan sosial. Syair lingkungan kemudian dipandang tidak hanya sebagai subgenre puisi yang menjadikan ekologi sebagai subjek, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan artistik yang lebih luas yang menyoroti praktik budaya, politik, ekonomi, dan seni yang terkait dengan isu keberlanjutan.[10]
Referensi
- ^ "Ginkgo Prize – The Ginkgo Prize is the world's biggest prize for ecopoetry. The Ginkgo Prize also runs ecopoetry workshops and publishes eye-opening essays on ecology and writing". Ginkgo Prize (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-11-22.
- ^ Kaack, Simon (2024-03-29). "Literary Landscapes: The Power of Eco Poetry". YEP ACADEMY (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-22.
- ^ "Mario Petrucci". www.contemporarywriters.com. Diakses tanggal 2025-11-22.
- ^ "Frontier Publishing, Poetry, The Green Book of Poetry". www.frontierpublishing.co.uk. Diakses tanggal 2025-11-22.
- ^ "ecopoetics". www.ecopoetics.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-22.
- ^ Mambrol, Nasrullah (2021-02-18). "ECOPOETICS". Literary Theory and Criticism (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-22.
- ^ "Bloodaxe Books: Title Page > Neil Astley: Earth Shattering". www.bloodaxebooks.com. Diakses tanggal 2025-11-22.
- ^ Editorial (2024-11-10). "The Guardian view on the rise of eco-poetry: writing cannot ignore global heating". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2025-11-22.
- ^ Okon1, Okon E.; Odoh2, Christian C.; Olisah3, Nzemeka C.; Anabaraonye5*, Beatrice O. Ewa4 and Benjamin (2025-02-25). "The Role of Green Creativity in Enhancing Eco-Poetry for Sustainable Development in Nigeria". Journal of Global Warming and Climate Change (dalam bahasa Inggris). 1 (1): 1–5. doi:10.47363/JGWCC/2025(1)103. ISSN 2978-3801. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ Petrucci, Mario (2022-04-18). "Art and Climate Change". Anthroposphere (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-22.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


