Syair Dang Sirat
Syair Dang Sirat adalah karya sastra Melayu klasik berbentuk syair yang mengisahkan hubungan politik, budaya, dan simbolik antara Kesultanan Johor dan Kerajaan Patani. Teks ini termasuk dalam tradisi sastra istana Melayu yang berkembang dalam lingkungan aristokrasi dan berfungsi sebagai media naratif untuk merepresentasikan kekuasaan, estetika, dan nilai sosial dalam dunia Melayu pra-kolonial.[1][2]
Latar belakang historis
Syair ini berkaitan erat dengan dinamika hubungan antara Johor dan Patani pada abad ke-17, khususnya dalam konteks pernikahan politik antara penguasa Johor dan Ratu Patani, yang dalam beberapa sumber diidentifikasi sebagai Raja Kuning.[3][4] Hubungan ini mencerminkan strategi diplomasi kerajaan Melayu melalui ikatan kekeluargaan dan budaya.
Tokoh Dang Sirat dalam syair digambarkan sebagai perempuan istana yang memiliki keindahan luar biasa dan kemampuan artistik, terutama dalam seni suara dan tari. Dalam beberapa interpretasi, ia juga diasosiasikan dengan unsur magis yang memperkuat daya tariknya.[5]
Struktur dan ciri sastra
Sebagai syair Melayu klasik, Syair Dang Sirat mengikuti struktur baku berupa empat baris dalam setiap bait dengan pola rima akhir yang seragam (aaaa). Bentuk ini merupakan ciri khas sastra lisan Melayu yang kemudian ditransmisikan dalam bentuk tulisan.
Dari segi estetika, syair ini menggunakan metafora alam untuk menggambarkan kecantikan dan keagungan tokoh, seperti bunga teratai, cahaya bulan, dan unsur-unsur kosmologis lainnya. Simbolisme ini mencerminkan konsep keindahan ideal dalam tradisi sastra Melayu.[6]
Fungsi dan makna
Dalam tradisi Melayu, syair berfungsi sebagai media pendidikan, hiburan, dan legitimasi kekuasaan. Syair Dang Sirat tidak hanya menyampaikan kisah romantik atau estetis, tetapi juga merepresentasikan:
- hubungan diplomatik antar kerajaan Melayu
- peran perempuan dalam struktur kekuasaan istana
- simbolisme estetika sebagai bentuk legitimasi sosial dan politik
Kajian filologis modern juga menunjukkan bahwa teks ini penting dalam studi transmisi naskah Melayu melalui proses transkripsi dan alih aksara dari Jawi ke Rumi.[2]
Perspektif filologi
Secara filologis, Syair Dang Sirat termasuk dalam kategori naskah Melayu yang ditransmisikan melalui tradisi manuskrip istana. Variasi teks dapat terjadi akibat proses penyalinan manual, adaptasi lokal, serta pengaruh konteks sosial penyalin.
Edisi modern biasanya melibatkan proses:
- transliterasi (alih aksara Jawi ke Rumi)
- normalisasi ejaan
- anotasi tekstual
Pendekatan ini memungkinkan rekonstruksi teks yang lebih stabil untuk kepentingan akademik.[5][6]
Signifikansi
Syair Dang Sirat memiliki nilai penting dalam kajian:
- sejarah hubungan Johor–Patani
- sastra Melayu klasik
- filologi dan studi manuskrip
- transformasi aksara Jawi ke Rumi
Dalam konteks akademik kontemporer, teks ini juga menjadi sumber penting dalam kajian edisi kritis naskah Melayu.[2]
Lihat pula
Referensi
- ^ Yusoff Iskandar. 1992. Persejarahan Melayu: Kajian tentang Tradisi Sejarah Melayu Nusantara. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.
- ^ a b c Hafni, Izhar. 2025. Syair Dang Sirat: Transkripsi dan Alih Aksara Naskah Melayu Johor–Patani. Buku ilmiah (edisi filologis).
- ^ Ibrahim Syukri. Sejarah Kerajaan Melayu Patani. Kota Bharu.
- ^ Hikayat Patani. Naskah Melayu klasik, berbagai edisi.
- ^ a b Abdullah Zakaria Ghazali. Naskah Melayu Patani: Mengupas Sejarah dan Kedaulatan Kerajaan Melayu di Selatan Thailand. Universiti Malaya.
- ^ a b Center for Sustainable Ethnic Heritage (CASEH). Publications. Tersedia di: https://www.caseh.org/publication
Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> dengan nama "yusoff1992" yang didefinisikan di kelompok <references> "" tidak memiliki konten.
Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> dengan nama "abdullahzakaria" yang didefinisikan di kelompok <references> "" tidak memiliki konten.
Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> dengan nama "ibrahimsyukri" yang didefinisikan di kelompok <references> "" tidak memiliki konten.
Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> dengan nama "hikayatpatani" yang didefinisikan di kelompok <references> "" tidak memiliki konten.
Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> dengan nama "hafni2025" yang didefinisikan di kelompok <references> "" tidak memiliki konten.
Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> dengan nama "caseh" yang didefinisikan di kelompok <references> "" tidak memiliki konten.
Bacaan lanjutan
- Yusoff Iskandar. Persejarahan Melayu.
- Ibrahim Syukri. Sejarah Kerajaan Melayu Patani.
- Abdullah Zakaria Ghazali. Naskah Melayu Patani.
- Center for Aceh and Southeast Asian Heritage (CASEH). https://www.caseh.org/publication
- Hafni, Izhar. Syair Dang Sirat: Transkripsi dan Alih Aksara.https://opac.pnm.gov.my/search/card?id=e22e195a-2262-55b1-a530-3f284208e5f6&entityType=FormatGroup
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


