Syahrial Tando
| Syahrial Tando | |
|---|---|
| Lahir | 11 April 1967 Solok, Sumatera Barat |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Almamater | Institut Seni Indonesia, Denpasar, Bali |
| Pekerjaan | Seniman |
| Dikenal atas | Musisi etnis Indonesia |
Syahrial Tando (lahir 11 April 1967) adalah seorang musisi etnis Indonesia.[1] Syahrial dan Chendra Panatan serta beberapa musisi lainnya yang juga berasal dari Minangkabau mendirikan kelompok musik METAdomus yang merupakan kependekan dari METAMORFOKA-Indonesian Music pada tahun 2003.[2][3][4]
Mereka menggabungkan unsur bunyi-bunyian dari alat musik tradisional Minangkabau, seperti saluang, talempong[5] dengan unsur musik lain, seperti akordeon, biola, cello, dan lainnya, sebagai akar dan karakter musik mereka. Syahrial juga menjabat sebagai direktur artistik pada manajemen kelompok musik tersebut.[1][2][3][6]
Ia juga menulis banyak komposisi musik untuk kelompok tari Gumarang Sakti pimpinan Boy G. Sakti. Syahrial adalah alumnus Institut Seni Indonesia, Denpasar, Bali.[1]
Referensi
- ^ a b c "Saluang without Ratok" Tempo.co, 3 Juli 2013. Diakses 19 Februari 2015.
- ^ a b "Balega Buni: Gairah Musik Minangkabau di Atas Panggung" Diarsipkan 2015-02-19 di Wayback Machine. Areamagz.com. Diakses 19 Februari 2015.
- ^ a b "“…Balega Buni Pentas Musik Minangkabau…” Refleksi Kesabaran Kelompok METAdomus" NRMnews.com, 9 Desember 2011. Diakses 19 Februari 2015.
- ^ "Metadomus Pentaskan Balega Buni" Bisnis.com, 2 Desember 2011. Diakses 19 Februari 2015.
- ^ Muis, M. (2009). Pendefinisian lema alat musik di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. hlm. 55
- ^ "27 Musisi Menjalin Rasa Lewat Saluang Concerto" Diarsipkan 2015-02-19 di Wayback Machine. Metrotvnews.com, 5 Juni 2013. Diakses 19 Februari 2015.
Pranala luar
- "Things to do" The Jakarta Post, 9 Juni 2013. Diakses 19 Februari 2015.
- "Mencari Jiwa dalam Pementasan" Diarsipkan 2015-02-19 di Wayback Machine. Sindo Weekly, 16 - 22 Mei 2013. Diakses 19 Februari 2015.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


