Suzuki Tornado

Suzuki tornado

Suzuki Tornado diluncurkan di Indonesia pada tahun 1994 sebagai motor bebek 2-tak yang modern dan berdimensi lebih besar dari pendahulunya, Suzuki Crystal, mengusung bodi dengan cover plastik. Motor ini hadir dalam dua tipe utama, yaitu Tornado GS dengan mesin 110 cc yang bertenaga, dan Tornado GX dengan mesin 100 cc yang lebih kalem. Tornado populer di kalangan anak muda dan sukses di ajang balap, sebelum produksinya dihentikan pada tahun 2004.[1]

Perkembangan dan Kehadiran di Indonesia

  • 1994: Suzuki Tornado mulai dipasarkan di Indonesia, menggantikan posisi Suzuki Crystal yang telah diproduksi sebelumnya.
  • Desain Modern: Tornado menawarkan tampilan yang lebih modern dengan cover body berbahan plastik, berbeda dari seri Crystal yang ada sebelumnya.
  • Penerus Crystal: Tornado dirancang sebagai penerus dari Crystal dan menjadi tonggak peralihan Suzuki ke motor berbody modern.

Tipe dan Mesin

  • Tornado GS: Tipe ini dibekali mesin 2-tak berkapasitas 110 cc yang dirancang untuk performa tinggi, dengan tenaga sekitar 13 dk.
  • Tornado GX: Hadir beberapa tahun setelah GS, tepatnya pada tahun 1997, tipe GX memiliki kapasitas mesin lebih kecil, yaitu 100 cc.

Peran dalam Balap dan Popularitas

  • Ajang Balap: Suzuki Tornado cukup berjaya di ajang balap, baik road race maupun grasstrack, dengan banyak pembalap terkenal seperti Asep Hendro menggunakan motor ini.
  • Incaran Anak Muda: Popularitasnya yang tinggi di kalangan anak muda membuatnya menjadi idola pada masa itu.

Akhir Produksi

  • Produksi Suzuki Tornado di Indonesia dihentikan pada tahun 2004, mengakhiri masa jayanya sebagai salah satu motor bebek 2-tak legendaris dari Suzuki.

Referensi

  1. ^ "Wiki.com". www.suzukitornado.wiki.com. Diakses tanggal 2025-09-10.


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement