Surya Semesta Internusa

PT Surya Semesta Internusa Tbk
Surya Internusa
Nama sebelumnya
PT Multi Investments Limited (1971 - 1995)
Jenis perusahaan
Perusahaan publik
Kode emitenBEI: SSIA
IndustriProperti
Didirikan15 Juni 1971; 54 tahun lalu (1971-06-15)
Kantor pusatJakarta, Indonesia
Wilayah operasi
Indonesia
Tokoh kunci
Johannes Suriadjaja[1]
(Direktur Utama)
Hagianto Kumala[2]
(Komisaris Utama)
Produk
Merek
Jasa
PendapatanRp 2,353 triliun (2021)[3]
Rp -170 miliar (2021)[3]
Total asetRp 7,752 triliun (2021)[3]
Total ekuitasRp 3,585 triliun (2021)[3]
PemilikPT Arman Investments Utama (8,85%)
PT Persada Capital Investama (7,85%)
Intrepid Investments Ltd (7,74%)
Karyawan
2.441 (2021)[3]
Anak usahaLihat daftar
Situs webwww.suryainternusa.com

PT Surya Semesta Internusa Tbk (berbisnis dengan nama Surya Internusa) adalah sebuah perusahaan properti yang berkantor pusat di Jakarta. Hingga akhir tahun 2021, perusahaan ini mengelola satu kawasan industri, satu perumahan, satu gedung perkantoran, satu pusat perbelanjaan, satu resort, dan sepuluh hotel yang tersebar di seluruh Indonesia. Melalui anak usahanya, perusahaan ini juga berbisnis di bidang konstruksi.[3][4]

Sejarah

Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 1971 dengan nama PT Multi Investments Limited dan awalnya berinvestasi pada sebuah perusahaan properti untuk mengembangkan Kuningan Raya, sebuah kawasan pemukiman dan bisnis di Kuningan, Jakarta Selatan. Pada tahun 1976, perusahaan ini meresmikan Glodok Plaza, sebuah pusat perbelanjaan modern di Glodok, Jakarta. Pada tahun 1983, perusahaan ini mulai membangun Hotel Meliã Bali yang berkapasitas 494 kamar di Nusa Dua, Bali melalui perjanjian lisensi waralaba dengan perusahaan penyantunan multinasional asal Spanyol, Meliá Hotels International. Pada tahun 1991, perusahaan ini mulai mengembangkan kawasan industri seluas 1.400 hektar di Karawang, Jawa Barat dengan nama Kawasan Industri Suryacipta.

Pada tahun 1994, perusahaan ini mengakuisisi PT Nusa Raya Cipta yang bergerak di bidang konstruksi. Pada tahun 1995, perusahaan ini mengubah namanya menjadi seperti sekarang. Pada tahun 1996, perusahaan ini mulai mengembangkan hotel bintang lima Gran Meliá Jakarta dan gedung perkantoran Graha Surya Internusa di Jakarta. Pada tahun 1997, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun 2006, perusahaan ini mulai membangun Banyan Tree Ungasan Resort di Ungasan, Bali yang akhirnya mulai dioperasikan empat tahun kemudian. Pada tahun 2012, perusahaan ini berinvestasi pada Jalan Tol Cikopo-Palimanan. Pada tahun 2014, perusahaan ini mendapat izin lokasi atas lahan seluas 2.000 hektar di Subang, Jawa Barat dengan cadangan lahan seluas sekitar 723 hektar. Perusahaan ini juga meluncurkan hotel BATIQA pertamanya di Karawang.

Pada tahun 2015, bersama Mitsui & Co. dan TICON, perusahaan ini membentuk sebuah joint venture dengan nama PT SLP Surya Ticon Internusa untuk berbisnis di bidang penyewaan pergudangan. Pada tahun 2015 juga, Jalan Tol Cikopo-Palimanan resmi dioperasikan. Antara tahun 2015 hingga 2016, melalui PT Surya Internusa Hotels, perusahaan ini membuka lima hotel BATIQA baru, yakni di Cirebon, Jababeka, Palembang, Pekanbaru, dan Lampung. Pada tahun 2017, perusahaan ini mendivestasi Jalan Tol Cikopo-Palimanan. Pada tahun 2018, perusahaan ini mendapat investasi sebesar US$100 juta dari IFC untuk mendukung pengembangan lahan milik perusahaan ini di Subang menjadi kawasan industri.[5]

Pada bulan November 2018, melalui PT Suryacipta Swadaya, perusahaan ini meresmikan fasilitas pengolahan air limbah baru di Kawasan Industri Suryacipta dengan kapasitas 5.000 meter kubik per hari.[6] Pada tahun 2020, perusahaan ini meletakkan batu pertama pembangunan kawasan industri dengan nama Subang Smartpolitan di atas lahan miliknya di Subang.[7] Pada tahun 2021, perusahaan ini meresmikan hotel BATIQA baru di Jayapura.[3][4]

Anak usaha

Hingga akhir tahun 2021, perusahaan ini memiliki 9 anak usaha, yakni:

  1. PT Suryacipta Swadaya
  2. PT Surya Internusa Hotels
  3. PT Batiqa Hotel Manajemen
  4. PT Sitiagung Makmur
  5. PT TCP Internusa
  6. PT Enercon Paradhya International
  7. PT Nusa Raya Cipta Tbk
  8. PT Karsa Sedaya Sejahtera
  9. PT Surya Citra Propertindo

Referensi

  1. ^ "Dewan Direksi". PT Surya Semesta Internusa Tbk. Diakses tanggal 15 Juli 2022.
  2. ^ "Dewan Komisaris". PT Surya Semesta Internusa Tbk. Diakses tanggal 15 Juli 2022.
  3. ^ a b c d e f g "Laporan Tahunan 2021" (PDF). PT Surya Semesta Internusa Tbk. Diakses tanggal 15 Juli 2022.
  4. ^ a b "Sekilas Perusahaan". PT Surya Semesta Internusa Tbk. Diakses tanggal 15 Juli 2022.
  5. ^ "Dapat Utang Rp 1,4 T, SSIA Bangun Kawasan Industri di Subang". CNBC Indonesia. 3 Agustus 2018. Diakses tanggal 18 Mei 2025.
  6. ^ Binsasi, Krisantus de Rosari (13 November 2018). "Surya Semesta resmikan sistem pengolahan air limbah di kawasan industri Karawang". Kontan. Diakses tanggal 18 Mei 2025.
  7. ^ Soenarso, Sugeng Adji (18 November 2020). "Surya Semesta Internusa groundbreaking proyek kota mandiri Subang Smartpolitan". Kontan. Diakses tanggal 18 Mei 2025.


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement