Sungai di Kota Pekanbaru

Sungai di Kota Pekanbaru adalah perairan yang mengalirkan air permukaan melintasi wilayah Kota Pekanbaru. Aliran sungai yang utama di wilayah Kota Pekanbaru adalah sungai Siak. Sungai-sungai yang mengalir di Kota Pekanbaru termasuk cakupan dalam Wilayah Sungai Siak. Sungai Siak sebagai sungai utama di Kota Pekanbaru telah dimanfaatkan sebagai jalur pengangkutan hasil bumi sejak abad ke-18 Masehi. Air dari aliran sungai Siak juga telah dimanfaatkan sebagai sumber air bersih dan industri, perikanan, rekreasi, dan konservasi sungai.

Daerah aliran sungai

Sungai merupakan salah satu bentang alam yang terbentuk di wilayah Kota Pekanbaru. Aliran sungai yang utama di wilayah Kota Pekanbaru adalah sungai Siak yang membagi dua wilayah Kota Pekanbaru dengan mengalir di bagian tengah dari arah barat ke timur. Sungai Siak memilik beberapa anak sungai yang juga mengalir melintasi wilayah Kota Pekanbaru yaitu sungai Umban Sari, sungai Sail, sungai Air Hitam, sungai Sibam, sungai Setukul, sungai Kelulut, sungai Pengambang, sungai Ukai, sungai Sago, sungai Senapelan, sungai Limau dan sungai Tampan. [1] Sungai-sungai yang mengalir di Kota Pekanbaru termasuk cakupan dalam Wilayah Sungai Siak.[2]

Pemanfaatan

Sungai Siak sebagai sungai utama di Kota Pekanbaru telah dimanfaatkan sebagai jalur pengangkutan hasil bumi sejak abad ke-18 Masehi. Pengangkutan menggunakan transportasi air dimulai dari pedalaman dan dataran tinggi Minangkabau hingga ke wilayah pesisir selat Malaka. Kawasan Senapelan di tepi Sungai Siak telah menjadi pasar bagi para pedagang Minangkabau sejak abad ke-18 Masehi. Setelah kawasan Senapelan mengalami perkembangan yang persat dan menjadi kawasan permukiman yang ramai pada tahun 1762 M, Sultan Siak memindahkan pusat Kesultanan Siak dari Mempura ke Senapelan. Nama Senapelan kemudian diubah menjadi Pekanbaru pada tanggal 23 Juni 1784 M yang kemudian diperingati sebagai hari jadi Kota Pekanbaru.[3] Selain untuk transportasi air, air dari sungai Siak merupakan sumber air permukaan yang utama di wilayah Kota Pekanbaru. Pemanfaatan air dari aliran sungai Siak yaitu sebagai sumber air bersih dan industri, transportasi, perikanan, rekreasi, dan konservasi sungai.[4]

Kualitas air

Sungai Siak menjadi lokasi pengukuran kualitas air yang utama di Kota Pekanbaru karena alirannya terhubung dengan puluhan anak sungai lainnya dalam wilayah Kota Pekanbaru dan daerah sekitarnya. Pengukuran kualitas air di sungai Siak dilakukan sebanyak empat kali dalam setahun untuk mengetahui kondisi pencemaran air sungai di wilayah Kota Pekanbaru.[4]

Referensi

Catatan kaki

  1. ^ Sinurat 2020, hlm. 23.
  2. ^ Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia (2013). Pola Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Siak (PDF). Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. hlm. 2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ Sinurat 2020, hlm. 23-24.
  4. ^ a b Sinurat 2020, hlm. 32.

Daftar pustaka

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement