Sungai di Kabupaten Kebumen
Sungai di Kabupaten Kebumen adalah sungai-sungai yang mengalir melintasi wilayah Kabupaten Kebumen. Aliran sungai yang terbesar di Kabupaten Kebumen adalah aliran sungai Luk Ulo.[1] Sungai-sungai di wilayah Kabupaten Kebumen yang terletak di bagian hulu dimanfaatkan airnya untuk irigasi bagi lahan pertanian dan untuk pembangkitan listrik melalui pembagian air dari Waduk Sempor.[2] Beberapa sungai-sungai di bagian pedalaman Kabupaten Kebumen secara umum telah tercemari oleh tinja dan sampah yang dibuang oleh penduduk di bagian pedalaman wilayah Kabupaten Kebumen.[3]
Daerah aliran sungai
Wilayah Kabupaten Kebumen dialiri oleh banyak sungai. Sungai terbesar di wilayah Kabupaten Kebumen adalah sungai Luk Ulo. Selain itu, terdapat aliran sungai lainnya yang melintasi wilayah Kabupaten Kebumen yaitu sungai Jatinegara, sungai Karanganyar, sungai Kretek, sungai Kedungbener, sungai Kemit, sungai Gombong, sungai Ijo, sungai Kejawang, dan sungai Medono.[1]
Pemanfaatan
Sungai-sungai di wilayah Kabupaten Kebumen yang terletak di bagian hulu dimanfaatkan aliran airnya untuk irigasi bagi lahan pertanian serta untuk pasokan air bagi kegiatan pembangkitan listrik. Aliran sungai di wilayah Kabupaten Kebumen dibendung oleh Waduk Sempor. Air yang terkumpul di waduk kemudian dialirkan sebagian untuk irigasi dan sebagian lainnya digunakan untuk memutar turbin air pada pembangkit listrik tenaga air di Waduk Sempor untuk menghasilkan energi listrik bagi penduduk di wilayah Kabupaten Kebumen.[2]
Pencemaran
Beberapa sungai-sungai di bagian pedalaman Kabupaten Kebumen secara umum tercemari oleh tinja dan sampah yang dibuang oleh penduduk di bagian pedalaman wilayah Kabupaten Kebumen. Pembuangan sampah dan tinja ke sungai dilakukan oleh penduduk pada desa yang belum memiliki sarana untuk mandi, mencuci dan buang air selain di sungai. Pembuangan tinja dan sampah ke sungai membuat nilai padatan tersuspensi total dan kebutuhan oksigen pada sungai-sungai di pedalaman Kabupaten Kebumen mengalami peningkatan dan mencemari sungai. Beberapa sungai yang belum tercemar di wilayah Kabupaten Kebumen yaitu sungai Wawar Hulu dan sungai Wawar Tengah.[3]
Referensi
- ^ a b Khusniati, M., dkk. (2022). Kajian Etnosains dan Etnoekologi dalam Budaya Jawa. Magelang: Penerbit Pustaka Rumah C1nta. hlm. 147. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b Juwono, P. T., dan Subagiyo, A. (2017). Ruang Air dan Tata Ruang: Pendekatan Teknis Keairan dan Pembangunan Berkelanjutan dalam Penanganan Banjir Perkotaan. Malang: Universitas Brawijaya Press. hlm. 43. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b Rahardi, P., dkk. (2021). Pemuda & Perairan, Simbol Romantisme Kelestarian: Antologi Esai Lingkungan Perairan. Magelang: Penerbit Pustaka Rumah C1nta. hlm. 84. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


