Sungai di Kabupaten Cianjur
Sungai di Kabupaten Cianjur adalah sungai-sungai yang mengalir di wilayah Kabupaten Cianjur. Dua sungai utama di Kabupaten Cianjur yaitu sungai Citarum yang memiliki empat anak sungai dan juga sungai Cibuni yang memiliki lima anak sungai.[1] Selain sungai utama, di Kabupaten Cianjur juga terdapat tiga sungai berukuran kecil yang mengalir di sekeliling Situs Gunung Padang yaitu sungai Cipamulaan, sungai Cimanggu dan sungai Cikuta.[1] Aliran sungai Citarum di wilayah Kabupaten Cianjur dimanfaatkan untuk penyediaan pasokan air bersih melalui pembendungan pada Waduk Cirata dan digunakan untuk pengairan pada lahan persawahan.[2][3][4]
Daerah aliran sungai
Wilayah Kabupaten Cianjur dilalui oleh dua sungai berukuran besar yaitu sungai Citarum dan sungai Cibuni. Sungai Citarum memiliki empat anak sungai yang mengalir di wilayah Kabupaten Cianjur. Sedangkan sungai Cibuni memiliki lima anak sungai. Selain kedua sungai utama dan anak sungainya, terdapat tiga sungai kecil yang mengalir di sekeliling Situs Gunung Padang yaitu sungai Cipamulaan di sebelah barat, sungai Cimanggu di sebelah utara dan sungai Cikuta di sebelah timur.[1]
Sebagian dari wilayah Kabupaten Cianjur dilalui oleh sungai Citarum.[5] Sumber aliran sungai Citarum berada di Kabupaten Bandung yang kemudian mengalir ke wilayah Kabupaten Cianjur. Aliran sungai Citarum dari Kabupaten Cianjur berlanjut ke arah utara menuju ke Kabupaten Purwakarta. Di wilayah Kabupaten Purwakarta, aliran sungai Citarum melintas ke arah utara hingga melintasi Kabupaten Karawang dan mencapai muara sungainya.[6]
Pemanfaatan
Aliran sungai Citarum di wilayah Kabupaten Cianjur dimanfaatkan untuk penyediaan pasokan air bersih bag penduduk di Kabupaten CIanjur.[2] Pemasokan air bersih dari sungai Citarum di wilayah Kabupaten Cianjur dilakukan melalui penampungan air di Waduk Cirata. Lokasi Waduk Cirata berada pada aliran sungai Citarum yang mengalir di perbatasan antara Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Purwakarta. Pasokan air bersih di Waduk Cirata dimanfaatkan sebagian untuk pasokan air bersih bagi penduduk di wilayah Kabupaten Cianjur dan sebagiannya lagi diteruskan ke Waduk Jatiluhur yang berada di wilayah Kabupaten Purwakarta.[3] Lahan persawahan di wilayah Kabupaten Cianjur memperoleh pasokan air dari sungai Citarum.[4]
Referensi
- ^ a b c Raspati, Adhitya Dwipayana (2022). Kompetensi Peradaban Misterius Pembangun Gunung Padang. History & Future Book Store. hlm. 3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b Suhardja, Gai (2023). Teologi Sungai. Sleman: Penerbit PT Kanisius. hlm. 90. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b Aurihan, E., dkk. (2021). Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan Situ, Danau, Embung dan Waduk. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. hlm. 100. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b Penerbit Buku Kompas (2011). Ekspedisi Citarum, Laporan Jurnalistik Kompas: Sejuta Pesona Dan Persoalan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. hlm. 63–64. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Aliah, dkk. (Februari 2024). Dinamika Kebijakan Publik Kontemporer: Problematik, Strategi, dan Implementasi. Sleman: Deepublish. hlm. 203. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Patria, Teguh Amor (2014). Telusur Bandung. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo. hlm. 176. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


