Sungai Tami

Sungai Tami
Sungai Zami
Sebuah kapal laut yang sedang memuat 1800 meter kubik kayu lunak di perairan muara sungai Tami
PetaKoordinat: 2°37′30.0″S 140°55′1.9″E / 2.625000°S 140.917194°E / -2.625000; 140.917194
Ciri-ciri fisik
Hulu sungaiPegunungan selatan Keerom[1]
Muara sungaiSamudera Pasifik Selatan[1]
 - lokasiMuara Tami[1]
Daerah Aliran Sungai
Sistem sungaiDAS Sentani-Tami[1]
Luas DAS3.995 km2 (1.542 sq mi)[1]
Badan airDanau Sentani
Otoritas DASBPDAS Mamberamo[1]
Informasi lokal
GeoNames2082431
KML Peta DAS Sentani-Tami


Sungai Tami (atau sungai Zami) adalah sungai yang berada di ujung timur Provinsi Papua. Sungai ini bermuara pesisir utara Muara Tami perairan Samudera Pasifik Selatan, dekat wilayah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini.[2][3] Kawasan hulu sungai Tami berada di pegunungan selatan Keerom.[1]

Hidrologi DAS

Sungai Tami merupakan aliran utama dalam sistem daerah aliran sungai yaitu DAS Sentani-Tami yang memiliki luas daerah tangkapan air mencapai 3.995 km2 (1.542 sq mi) yang juga mencakup kawasan Danau Sentani.[1]

Dalam satuan wilayah sungai, DAS Sentani-Tami termasuk bagian dari WS Mamberamo-Tami-Apauvar yang merupakan WS Lintas Negara,[4] dimana sebagian wilayah hulu sub DAS dari beberapa anak sungai Tami berada di Papua Nugini. Salah satunya adalah aliran dari sungai Mosso yang bermuara pada sungai Tami di wilayah Mosso. Hulunya berada di Provinsi Sandaun, Papua Nugini.[5] Selain itu adalah Sungai Bewani yang juga berhulu di Bewani, Papua Nugini.[6]

Dalam lampiran Peraturan Menteri PUPR nomor 4 tahun 2015 tentang Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai, peta wilayah sungai Mamberamo-Tami-Apauvar masih menampilkan dua entitas DAS yang terpisah yaitu DAS Sentani serta DAS Tami.[4] Namun dalam perkembangan terbaru seperti yang di sajikan dalam laman situs Geoportal MenLHK, DAS Sentani dan DAS Tami merupakan satu-kesatuan utuh menjadi DAS Sentani-Tami, dengan aliran utama Sungai Tami yang bermuara di Samudera Pasifik Selatan.[1]

Pengelolaan DAS

Wilayah sungai (WS) Mamberamo-Tami-Apauvar dalam Peraturan Menteri PUPR 04-2015 tentang Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai, masih menampilkan dua entitas DAS yang terpisah yaitu DAS Sentani (kode DAS 021) serta DAS Tami (kode DAS 026).

Dalam pengelolaan daerah aliran sungai terkait konservasi, DAS Sentani-Tami termasuk ke dalam wilayah kerja BPDAS Mamberamo yang merupakan unit pelaksana teknis pada Ditjen PDASHL dibawah Kementerian Lingkungan Hidup.[7] Sedangkan dalam kaitannya dengan pengelolaan sumber daya air, DAS Sentani-Tami merupakan bagian dari satuan wilayah sungai yaitu WS Mamberamo Tami Apauvar.[4]

Pemanfaatan

Bendung Tami merupakan infrastruktur irigasi penting yang terletak di daerah Koya Barat, Jayapura yang dibangun untuk mendukung ketahanan pangan dan program transmigrasi di wilayah tersebut. Bendung berjenis pelimpah bentuk gergaji (labirinth) dengan 7 gigi, lebar pelimpah 85 m dan debit banjir 100 tahunan 1500 m3/det. Pembangunan bendung yang dimulai pada tahun 1992 hingga 2000, berfungsi untuk mengairi lahan pertanian seluas 5000 hektar di Daerah Irigasi Koya yang diharapkan menjadi lumbung padi bagi Jayapura dengan pola tanam Padi-Palawija-Padi. Selain itu irigasi tersebut juga di manfaatkan untuk melayani budidaya perikanan tambak.[8][9][10]

Degradasi DAS dan bencana hidrologi

Sedimentasi pada Sungai Tami, Papua, terjadi karena tingginya muatan sedimen dari daerah tangkapan air (DTA) yang mengalami peningkatan lahan kritis, serta tanah longsor di wilayah Pegunungan Cycloop dan perbukitan sekitar Jayapura. Hal ini menyebabkan pendangkalan sungai, yang mengurangi kapasitas sungai dan memicu banjir di daerah transmigrasi Arso.[10]

Banjir Sungai Tami pada awal tahun 2021 disebabkan oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Keerom dan sekitarnya, menyebabkan Sungai Tami dan anak sungai lainnya meluap. Dampaknya, banjir merendam permukiman dan fasilitas di Arso Timur, serta lahan pertanian di Kabupaten Keerom dan Kota Jayapura.[11]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b c d e f g h i "Peta Interaktif SIGAP Kementerian LHK - Klasifikasi DAS". Geoportal MenLHK. Diakses tanggal 2025-08-21.
  2. ^ "Sungai Tami". Mapcarta (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-21.
  3. ^ "Sungai Tami". GeoNames.org. Diakses tanggal 2025-08-21.
  4. ^ a b c ""PerMenPUPR No.04/PRT/M/2015 - Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai"". PERATURAN.GO.ID.
  5. ^ "Moso River". Mapcarta (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-25.
  6. ^ "Bewani River". Mapcarta (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-25.
  7. ^ "Peraturan Menteri LHK No.14 Tahun 2022" (PDF). JDIH Kehutanan. 2025. Diakses tanggal 2025-09-21.
  8. ^ "INFRASTRUKTUR SDA BENDUNG TAMI | ANTARA Foto". antarafoto.com. Diakses tanggal 2025-08-22.
  9. ^ Ridho, Muhammad. "Ini Dia Bendungan Tami untuk Program Ketahanan Pangan Papua". detikfinance. Diakses tanggal 2025-08-22.
  10. ^ a b "Pengendalian Banjir Dan Konservasi Lingkungan Menjadi Tugas Utama BWS PAPUA - Direktorat Jenderal Sumber Daya Air". sda.pu.go.id. Diakses tanggal 2025-08-22.
  11. ^ Kompas, Tim Harian (2021-04-03). "Banjir Terjang Perumahan dan Jalan Raya di Keerom". Kompas.id. Diakses tanggal 2025-08-22.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement