Sungai Maluka
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (April 2025) |
| Sungai Maluka | |
|---|---|
Sungai Maluka di daerah Kecamatan Bati-Bati | |
| Lokasi | |
| Negara | Indonesia |
| Region | Kalimantan Selatan |
| Distrik | Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru |
| Ciri-ciri fisik | |
| Hulu sungai | Sungai Tiung |
| Hulu ke-2 | Sungai Banyu Irang |
| Muara sungai | Laut Jawa |
| Panjang | 86,08 km |
| Lebar | |
| - minimum | 13 m |
| - maksimum | 120 m |
| Daerah Aliran Sungai | |
| Luas DAS | 924,57 km2 |
| Anak sungai | |
| - kiri | Handil Maluka |
| Jembatan | Jembatan Maluka |
Sungai Maluka adalah sungai yang mengalir di Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan dan berhulu di Kota Banjarbaru. Alirannya melewati wilayah administratif Kecamatan Bati-Bati dan Kecamatan Kurau sebelum bermuara ke Laut Jawa.
Hidrologi
Sungai Maluka merupakan sungai utama di DAS Maluka, dengan luas di muara mencapai 120 m sedangkan di hulu sungai rata-rata hanya memiliki lebar 13 m. Secara topografinya, DAS Maluka berada di dataran rendah dengan kemiringan lereng tidak lebih dari 100. Panjang Sungai Maluka adalah 86,08 km dengan debit rata-rata 6,82 m3/detik.[1]
Daerah Aliran Sungai Maluka termasuk dalam sistem aliran Sungai Banyu Irang yang berhulu di Sungai Tiung, Kota Banjarbaru[2] dan merupakan salah satu DAS yang menjadi kewenangan BWS Kalimantan III.[3]
Ekosistem
Sungai ini merupakan bagian dari ekosistem penting dengan luas daerah aliran sekitar 87.980 ha, yang mendukung berbagai aktivitas lingkungan dan sosial di sekitarnya.[4][2]
Sungai Maluka merupakan sungai dataran rendah yang mengalir di antara hutan rawa gambut di sebelah kanan dan kirinya. Hal ini membuat sungai Maluka memiliki ciri khusus, yaitu tepi sungainya yang sejajar dengan permukaan air sungai dan hutan rawa yang ditumbuhi tanaman spesifik.[5]
Tanaman yang tumbuh di kawasan tepi Sungai Maluka antara lain mangga, Kasturi, Rengas, Acacia auriculiformis, Cassia alata, Rukam, Fagraea crenulata, Bungur, Syzygium guineense, Syzygium sp., Gelam, Pisonia sp., dan Antidesma ghaesembilla.[5]
Permasalahan
Sungai Maluka mengalami pendangkalan karena endapan dan limbah dari hulu yang mengakibatkan banjir.[4] Kualitas air sungai dinyatakan buruk dengan debit air di bagian hulu sebesar 161,052 m3/d dan 343,404 m3/d di bagian tengah aliran sungai.[2]
Lihat juga
Referensi
- ^ Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (26 Desember 2022). Rencana pengelolaan sumber daya air Wilayah Sungai Barito (PDF). Jakarta: Mentri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b c Nur, Aulia Fitriani; Rahman, Mijani; Rahman, Abdur (2021-06-30). "STATUS KELAYAKAN KUALITAS AIR DI SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI MALUKA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN". AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan (dalam bahasa Inggris). 4 (1): 63–70. ISSN 3025-0218.
- ^ "RAKOR PENGENDALIAN BANJIR DAS MALUKA SEBAGAI LANGKAH TINDAKLANJUT KEJADIAN BANJIR KABUPATEN TANAH LA". sda.pu.go.id. 2025-02-11. Diakses tanggal 2026-01-12.
- ^ a b Agency, ANTARA News. "Warga Tanah Laut harapkan pengerukan Sungai Maluka". ANTARA News Kalimantan Selatan. Diakses tanggal 2024-11-16.
- ^ a b Mahrudin, Mahrudin; Dharmono, Dharmono (2018-04-19). "Pengembangan handout struktur populasi tumbuhan kawasan tepi Sungai Maluka Kabupaten Tanah Laut pada Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan". PROSIDING SEMINAR NASIONAL LINGKUNGAN LAHAN BASAH. 3 (2). ISSN 2623-1980.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


