Sungai Dajia

Sungai Dajia
大甲溪  (Tionghoa)
PetaKoordinat: 24°19′57″N 120°33′5″E / 24.33250°N 120.55139°E / 24.33250; 120.55139
Lokasi
NegaraTaiwan
Ciri-ciri fisik
Hulu sungai 
 - lokasiGunung Nanhu
 - elevasi3.637 meter (11.932 ft)
Muara sungai 
 - lokasiSelat Taiwan
Debit air 
 - rata-rata31 meter kubik per detik (1.100 cu ft/s)


Sungai Dajia (Hanzi: 大甲溪; pinyin: Dàjiǎ Xī; Pe̍h-ōe-jī: Tāi-kah-khoe; lit. “sungai cangkang besar”) merupakan sungai terpanjang kelima di Taiwan yang terletak di bagian utara-tengah pulau tersebut. Sungai ini membentang sepanjang sekitar 142 kilometer dan melintasi Kota Taichung.[1] Sumber alirannya berasal dari Gunung Hsuehshan dan Gunung Nanhu yang berada di Pegunungan Tengah.[2] Aliran Sungai Dajia melewati sejumlah distrik di Taichung, termasuk Heping, Xinshe, Dongshi, Shigang, Fengyuan, Houli, Shengang, Waipu, Dajia, Qingshui, dan Da’an, sebelum akhirnya bermuara ke Selat Taiwan. Jalan Raya Lintas Pulau Tengah Taiwan membentang mengikuti aliran Sungai Dajia dari wilayah Heping hingga Dongshih, sementara Jalur Taichung dimulai di Fongyuan dan terus mengikuti jalur sungai hingga mencapai Cingshuei. Bagian hulu Sungai Dajia yang berada di daerah pegunungan merupakan satu-satunya habitat bagi salmon formosa, spesies ikan air tawar endemik yang kini terancam punah.[3] Selain itu, berbagai macam burung, baik burung migran dan penghuni tetap seperti burung egret dan burung heron dapat dijumpai di sungai ini.[4]

Pembangkit listrik

Waduk Deji (德基水庫, Déjī Shuǐkù; yang secara harfiah berarti “waduk pondasi yang baik”) merupakan waduk seluas 592 hektar yang terbentuk oleh Bendungan Techi di Distrik Dajia. Waduk ini berfungsi sebagai sumber air minum bagi kota, pembangkit listrik tenaga air, sarana rekreasi, sekaligus pengendali banjir. Bendungan Techi, bersama lima bendungan lain di sepanjang Sungai Dajia, yakni Qingshan, Kukuan, Tienlun, Ma’an, dan Shigang, mampu menghasilkan hingga 1.100 megawatt listrik tenaga air dengan produksi tahunan mencapai lebih dari 2,4 miliar kilowatt-jam.[5][6]

Insiden

Sungai Dajia kerap mengalami tanah longsor dan aliran lumpur selama musim topan atau hujan deras, yang sering kali menyebabkan kerusakan serius pada rumah serta infrastruktur jalan. Pada September 2008, curah hujan ekstrem akibat Topan Sinlaku menyebabkan meluapnya sungai dan menghancurkan penyangga Jembatan Houfeng, penghubung antara Kotapraja Houli dan Kota Fengyuan, yang menewaskan enam orang. Setelah melalui proses rekonstruksi dengan biaya lebih dari NT$1,4 miliar, jembatan tersebut akhirnya kembali dibuka untuk kendaraan pada Juni 2010.[7][8]

Referensi

  1. ^ Philip Diller. "Taiwan Rivers and Watersheds". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-12-14. Diakses tanggal 2025-11-27.
  2. ^ "大安大甲流域(Da-an/Dajia River Basin)" (dalam bahasa Chinese). Diakses tanggal 2025-11-27. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ^ "Number of Formosan landlocked salmon shows robust rehabilitation of species - Taipei Times". www.taipeitimes.com. 2023-03-18. Diakses tanggal 2025-11-27.
  4. ^ "TAICHUNG > ARTICLES > Greater Taichung: A Bird-watching Paradise". www.taiwanfun.com. Diakses tanggal 2025-11-27.
  5. ^ "德基水庫(Techi Reservoir)" (dalam bahasa Chinese). National Taiwan Ocean University Water Resource Management Center. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-11-19. Diakses tanggal 2025-11-27. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  6. ^ 大甲溪 (PDF) (dalam bahasa Chinese). Taiwan Water Resources Agency. 2009-01-22. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-08-15. Diakses tanggal 2025-11-27. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  7. ^ "Typhoon wreaks havoc during festival". Taiwan Today. 2008-09-19. Diakses tanggal 2025-11-27.
  8. ^ "Traffic resumes on Taichung's Houfeng Bridge". The China Post. 2010-06-30. Diarsipkan dari asli tanggal July 2, 2010. Diakses tanggal 2025-11-27.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement