Sungai Caledon

Sungai Caledon atau Mohokare dalam bahasa Sotho adalah sungai besar yang terletak di Afrika Selatan bagian tengah. Panjang totalnya mencapai 642 kilometer dan berhulu di Pegunungan Drakensberg di perbatasan Lesotho, lalu mengalir ke barat daya dan kemudian ke barat sebelum bergabung dengan Sungai Orange dekat Bethulie di Free State bagian selatan. Sungai ini awalnya dinamai Prinses Wilhelminas Rivier pada tahun 1777 oleh Kolonel R. J. Gordon.[1]

Geografi

Hulu Sungai Caledon berada di bekas bantustan QwaQwa, dekat perbatasan Lesotho di barat daya Witsieshoek. Sungai kemudian mengalir ke barat daya mengikuti perbatasan ibu kota Lesotho, Maseru.[2] Sungai ini membentuk perbatasan antara Afrika Selatan dan Lesotho sebelum memasuki Provinsi Free State di Afrika Selatan, tepatnya di utara Wepener. Selanjutnya sungai mengalir ke barat hingga bergabung dengan Sungai Orange dekat Bethulie di bagian selatan Free State, tidak jauh sebelum memasuki Bendungan Gariep. Panjang keseluruhan sungai ini mencapai sekitar 480 kilometer. Lembah yang dilaluinya dikenal memiliki rentang suhu yang sangat lebar sepanjang tahun. Kondisi tersebut dipengaruhi kombinasi elevasi, iklim regional, dan karakteristik topografi di kawasan Free State. Di bagian selatan lembah, wilayah yang berada di antara Sungai Caledon dan Sungai Orange membentuk kawasan lindung bernama Cagar Alam Tussen-die-Riviere dengan luas sekitar 22.000 hektare. Kawasan ini berfungsi sebagai habitat penting bagi berbagai spesies satwa dan menjadi zona konservasi yang dikelola untuk menjaga ekosistem setempat.[3]

Sungai

Sungai Caledon menjadi sumber air utama bagi Maseru, ibu kota Lesotho, yang terletak di tepi sungai. Pada masa curah hujan rendah sering terjadi kekurangan air. Untuk mengatasinya, beberapa waduk dibangun dengan struktur seperti Bendungan Muela dan Bendungan Meulspruit. Pada tahun 2003 air dari bendungan dilepaskan untuk mencegah kekeringan.

Lembah Caledon memegang peranan penting dalam perkembangan sejarah masyarakat Basotho. Kawasan ini memiliki tanah yang subur dan dapat digunakan untuk bercocok tanam tanpa sistem irigasi. Kondisi tersebut membuat wilayah ini menjadi area yang diminati berbagai kelompok. Perbedaan kepentingan atas pemanfaatan lahan memicu perselisihan antara komunitas Basotho dan kelompok Boer pada masa ekspansi pemukiman. Dalam konteks pertanian, jagung menjadi komoditas utama yang dibudidayakan secara luas di Lembah Caledon karena kondisi tanah yang mendukung produksi dalam skala besar.[4]

Referensi

  1. ^ Combrink, Herkulaas (2023-11-21). "South African Place Names". doi.org. Diakses tanggal 2025-11-20.
  2. ^ "Caledon River | South Africa, Lesotho, Map, & Facts | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-20.
  3. ^ "Sassa Status Check | SRD R370 Status & Payment Dates 2025" (dalam bahasa Inggris). 2025-10-05. Diakses tanggal 2025-11-20.
  4. ^ Coplan, David B. (2001-01-01). "A river runs through it: The meaning of the Lesotho‐free state border". African Affairs (dalam bahasa Inggris). 100 (398): 81–116. doi:10.1093/afraf/100.398.81. ISSN 1468-2621.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement