Suma'mur Prawira Kusumah
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Februari 2023) |
| Suma'mur Prawira Kusumah | |
|---|---|
| Lahir | 22 Januari 1934 Tasikmalaya, Jawa Barat, Hindia Belanda |
| Meninggal | 2 Juli 2022 (umur 88) Jakarta, Indonesia |
Suma’mur Prawira Kusumah (lahir 22 Januari 1934) merupakan seorang dokter ahli higiene perusahaan dan keselamatan kerja.
Pendidikan
Suma'mur memulai perjalanan studinya di salah satu sekolah di Jawa Barat dan pernah menjadi bintang pelajar se-kodya Bandung. Suma'mur melanjutkan studi S1-nya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Suma'mur selanjutnya meraih gelar magister dari Ohio University, Massachusetts dari program beasiswa Organisasi Buruh Internasional (ILO) dalam waktu singkat yakni satu tahun.[1] Suma'mur juga menraih gelar Doktoral nya (S3) di Universitas Indonesia. Kariernya yang terus naik hingga di nobatkan sebagai Top Executive majalah TEMPO di tahun 1992 - 1993. Suma'mur adalah orang yang sederhana, hingga akhir hidupnya beliau terus berkarya, ratusan jurnal, seminar, buku yang terus beliau perbaharui hingga selalu menjadi referensi mahasiswa K3 di Indonesia, dan beliau kerap mengajar di almamaternya yaitu di Universitas Indonesia, semangat dan sikap positif beliau yang membuatnya mendapatkan banyak penghargaan Nasional maupun International.
Kehidupan Pribadi
Suma’mur adalah anak ketiga dari lima bersaudara dari ayahanda beliau yaitu almarhum Raden Slamet Prawirakusumah & Ibunya yaitu Nyi Raden Aminah Prikasih, Bermula dari lingkungan sekitar perkebunan di daerah Tasikmalaya, Suma'mur mulai menjabat sebagai kepala Hiperkes Higiene Perusahaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Departemen Tenaga Kerja RI pada tahun 1969. Suma'mur terbiasa melihat para buruh perkebunan karet yang mengalami sakit tapi tidak ada tenaga medis yang menangani sehingga beliau bercita cita menjadi seorang dokter. Ayah dari empat anak ini mempersunting sang istri Rochela yang merupakan orang yang mendorong beliau dalam pengembangan kariernya hingga masa pensiunnya. Berawal dari karier sebagai guru pelajaran kimia dan fisika di SMA Widya Sana Jatinegara dan SMA Jayabaya dengan penghasilan perbulan Rp 1.050, beliau bisa membeli buku-buku untuk menambah keilmuannya. Pria yang gemar menonton Srimulat dengan keluarganya di Taman Ria Senayan Jakarta ini selalu menerapkan kedisiplinan dalam dirinya dimulai dengan datang lebih awal tepat di pukul 7.30 setiap hari kerja mendahului pegawainya.[1]
Wafat
Dr. dr. H. Suma’mur Prawira Kusumah, MSc, SpOK yang dijuluki sebagai Bapak K3 Indonesia meninggal dunia di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Sabtu 2 Juli 2022 pukul 23.20 WIB. Almarhum meninggal dunia dalam usia 88 tahun karena sakit yang dideritanya dengan meninggalkan seorang istri bernama Hajah Rochela AS berumur 82 tahun, empat anak, sembilan cucu, dan tiga cicit.[2]
Referensi
- ^ a b APA & SIAPA sejumlah orang Indonesia 1985-1986. Tempo (Jakarta, Indonésie) (Edisi Cet. 1). Jakarta: Grafiti Pers. 1986. ISBN 979-444-006-X. OCLC 37095471. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
- ^ "Indonesia Kehilangan Pejuang K3". isafetymagazine.com. 10 Juli 2022. Diakses tanggal 2022-07-10.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


