Suku Ormu

Ormu
Suku Ormu sedang membuat Tomako (kapak batu) di Kampung Ormu, 1957
Jumlah populasi
  • Ormu Necheibe: 330[1]
  • Ormu Wari: 531[1]
Daerah dengan populasi signifikan
Papua (Kabupaten Jayapura)
Bahasa
Bahasa Ormu
Kelompok etnik terkait
Kayupulau • Tobati-Enggros

Suku Ormu atau Imbhi (Imbi)[2] atau Rarankwa[3] adalah suku bangsa yang mendiami Distrik Raveni Rara dan wilayah sekitarnya di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Indonesia.[4] Mereka terbagi menjadi dua kampung utama yaitu Kampung Ormu Wari (Ormu Besar) dan Kampung Ormu Necheibe (Ormu Kecil).

Sejarah

Berdasarkan sejarah lisan suku-suku ormu merupakan keturunan dari tiga bersaudara Yeibhe (Yeife), Yoari, dan Trong. Mereka bertiga berasal dari Tanjung Yatnan. Yoari dan Trong berpindah ke kampung bernama Morokwa sebelum sampai di kampung tua. Lalu Yoari berpindah lagi ke wilayah yang disebut Yatna. Sedangkan Nereibhe (Yeife) yang ditinggalkan sendiri memutuskan berpisah dan menetap di Kampung Ormu Kecil hingga saat ini bersama suku Maro yang keturunan kemudian bercampur. Sehingga sub-suku Yeibhe menetap di Ormu Kecil, sedangkan sub-suku Yoari dan Trong menetap di Ormu Besar.[5][6]

Pembagian sub-suku

Selain itu terdapat pula pembagian golongan masyarakat berdasarkan tiga kelompok suku Ormu, setiap golongan terdapat pemimpin yang biasanya diberikan kepada keret tertua.[7]

  • Trong disebut sebagai penguasa darat atau suku pendamai karena menjalankan tugas khusus sebagai pemimpin upacara adat dan hakim adat untuk menyelesaikan sengketa adat. Keret-keret anggotanya berupa: Nari, Ikari, Yakadewa I. Keondoafiannya berasal dari keret Nari.
    • Simbol yang digunakan: Babi hutan, buaya, ular, dan katak.
  • Yefei disebut sebagai penguasa laut atau suku laut karena menjalankan tugas khusus untuk menjaga wilayah laut dan upacara penangkapan ikan di laut. Keret-keret anggotanya berupa: Maro, Toto, Rate, dan Norotouw. Tubwe (pembantu ondoafi) penguasa laut berasal dari keret Maro.
    • Simbol yang digunakan: burung camar, ikan, dan hewan laut lainnya.
  • Yoari disebut sebagai suku perang karena berfungsi sebagai keamanan dan keselamatan bersama. Keret-keret anggotanya berupa: Yarona, Fisrewa, Yakadewa II, dan Yawafifi. Tubwe (pembantu ondoafi) kepala angkatan perang berasal dari keret Yarona.
    • Simbol yang digunakan: busur-panah, gadah, dan peralatan perang lainnya.

Budaya

Tomako

Proses pengasahan batu

Tomako adalah kapak tradisional suku Ormu. Tomako dianggap berharga karena selain kegunaannya sebagai alat, juga sebagai alat pembayar denda adat dan mas kawin. Untuk pembuatannya juga diadakan upacara khusus yang dipimpin kelompok suku darat (Trong).[7]

Suku Ormu mengklasifikasikan batuan yang dapat dijadikan kapak batu berdasarkan kekuatan dan kegunaannya. Biasanya batuan yang dimanfaatkan diambil dari kaki gunung Cycloop. Batu kualitas terbaik disebut ja yang menjadi bahan utama pembuatan tomako. Batu kedua disebut weri yang digunakan untuk memecah (ukuran besar) dan menghaluskan (ukuran kecil) tonjolan kasar batu ja. Batu ketiga adalah tandere yang digunakan untuk pengasah dan pelicin permukaan batu.[7]

Referensi

  1. ^ a b "Kecamatan Ravenirara dalam Angka" (dalam bahasa Indonesia). Jayapura: BPS. 2025. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ^ "Keputusan Bupati Jayapura No 320 Tahun 2014" (PDF). gtma.jayapurakab.go.id. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2024-03-29. Diakses tanggal 31 Januari 2026.
  3. ^ Purba, Theodorus; Paidi, Yacobus; Kainakainu, Bartol (1997). Morfologi Bahasa Ormu (PDF) (dalam bahasa Indonesia). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  4. ^ Szilzer, Peter J.; Clouse, Helja Heikkinen (1991). Index of Irian Jaya languages :a special publication of Irian :Peter J. Silzer, Helja Heikkinen Clouse. SIL and Universiy of Cenderawasih. Diakses tanggal 2024-12-15.
  5. ^ "Yafet Ikari: Upaya Menjaga Kelestarian Kampung Kalpataru di Papua". Mongabay.co.id. 2017-10-18. Diakses tanggal 2026-01-31.
  6. ^ Lestari, Ummu Fatimah Ria (2019-01-19). "HUKUM-HUKUM EPOS AXEL OLRIX DALAM STRUKTUR DONGENG ORMU, PAPUA". Kibas Cenderawasih. 13 (1): 81–94. ISSN 2656-0607. Diakses tanggal 2026-01-31.
  7. ^ a b c Ap, Lamech; Hutomo, Prioyulianto (1996). Kearifan Tradisional Masyarakat Pedesaan Daerah Irian Jaya di Kabupaten Jayapura dan Biak Numfor dalam Pemeliharaan Lingkungan Hidup (PDF) (dalam bahasa indonesia). Jayapura: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement