Sukatani (grup musik)
Sukatani | |
|---|---|
![]() Album musik Gelap Gempita. | |
| Informasi latar belakang | |
| Nama lain |
|
| Asal | Purbalingga, Jawa Tengah, Indonesia |
| Genre | |
| Tahun aktif | 2022–sekarang |
| Label | Independen |
| Artis terkait | Harvestmind (kolektif) |
| Situs web | www |
| Anggota | Muhammad Syifa Al Lufti (Alectroguy) Novi Citra Indriyati (Twister Angel) |
Sukatani adalah grup musik beraliran punk[1], new wave[2] dengan formasi duet dari Indonesia yang berbasis di Purbalingga, Jawa Tengah. Dibentuk pada tahun 2022, grup ini digawangi oleh Alectroguy sebagai gitaris dan produser, dan Twister Angel sebagai vokalis.[2]
Sukatani mulai mendapatkan perhatian luas setelah lagu mereka, "Bayar Bayar Bayar" viral di berbagai platform media sosial. Lagu tersebut mengkritisi institusi Kepolisian Indonesia dan berujung penarikan peredarannya atas paksaan aparat kepolisian.[3]
Sejarah
Sukatani dibentuk pada awal Oktober 2022 oleh Alectroguy (Muhammad Syifa Al Lutfi) dan Twister Angel (Novi Citra Indriyati).[4] Nama grup ini diambil dari latar belakang personilnya yang menjadi anggota kolektif petani muda bernama Harvestmind yang berbasi di Pubralingga.[1] Mencerminkan cita-cita mereka terhadap kehidupan yang lebih adil dan berdaulat. Nama tersebut juga memperkuat identitas agraris yang menjadi latar ideologis dan inspirasi utama mereka.[4]
Sebelum bergabung, Novi telah aktif bermusik sejak 2013 di Purwokerto, sementara Syifa lebih banyak bergerak di balik layar sebagai produser musik. Mereka bertemu dalam lingkaran komunitas dan kolektif yang bergerak di isu pertanian, literasi jalanan, dan sosial-politik. Pertemuan ini mendorong mereka untuk menyatukan keresahan sosial ke dalam bentuk musik.[4]
Personilnya menggunakan topeng sebagai identitas di panggung. Awalnya hanya menggunakan balaklava sebagai bagian dari pertunjukkan. Namun, seorang kawan merek yang sedang berada di Tailan menemukan topeng unik yang biasa digunakan oleh pekerja lapangan untuk melindungi diri dari panas matahari. Maknanya menjadi semacam pengingat perihal semangat orang-orang yang berjuang.[2]
Album
Gelap Gempita
Gelap Gempita adalah album debut yang dirilis pada Juli 2023 dan terdiri dari delapan lagu dengan durasi total 30 menit. Perpaduan etos punk dan gaya elektronik menjadikan Gelap Gempita sebagai karya yang menggugah baik dari sisi musikal maupun pesan sosial-politik yang diusung.[5]
Gelap Gempita menampilkan paduan antara punk rock klasik dengan sentuhan dark wave dan new wave ala 1980-an, mengingatkan pada grup-grup seperti Sex Pistols, Dead Kennedys, The Damned[1] serta elemen synth yang terinspirasi dari gaya gothic dan post-punk. Sukatani berhasil menyelaraskan semangat politik khas punk dengan elemen pop yang membuat musik mereka tetap mudah dinikmati oleh pendengar luas.[5]
Album ini dibuka dengan lagu “Sukatani” yang menyoroti konflik agraria lewat narasi seorang petani yang menjamu pihak perusahaan. Lagu ini menjadi perkenalan langsung pada tema besar album: perjuangan petani, kedaulatan pangan, dan resistensi terhadap kapitalisme. Nuansa ini semakin kuat karena latar belakang kedua personel Sukatani sebagai bagian dari kolektif petani muda bernama Harvestmind.[5]
Lagu-lagu dalam Gelap Gempita sarat akan kritik sosial. “Bayar Bayar Bayar” menjadi lagu paling menonjol karena menyindir praktik korupsi di kalangan aparat kepolisian. Lagu lain seperti “Alas Wirasaba” memuat nostalgia akan hutan masa kecil yang digusur untuk pembangunan bandara, dan “Realitas Konsumerisme” menyindir budaya konsumtif yang membelenggu masyarakat kelas bawah. Bahasa Banyumasan beberapakali digunakan dan mempertegas identitas geografis Sukatani. Lirik-liriknya ditulis dengan gaya realisme sosial yang frontal dan minim metafora.[5]
Sampul album memperlihatkan Al dan Ovi berdiri di puncak bukit dengan balaclava berwarna cerah, membentangkan bendera tengkorak dengan tulisan "Sukatani" dalam huruf hijaiah.[5]
Gaya musik
Sukatani mengusung genre post-punk. Musik mereka terinspirasi dari band anarko-punk era 80-an. Gaya musik Sukatani memadukan unsur-unsur post-punk dengan kepekaan new wave yang kuat, dengan nada-nada gothic rock yang gelap, dipadukan dengan melodi new romantic dan pengaruh synth-pop yang ceria.[6][4]
Musik Sukatani banyak dipengaruhi oleh grup-grup punk legendaris seperti Sex Pistols, The Damned, Dead Kennedys, serta kelompok punk feminis seperti X-Ray Spex dan Bikini Kill. Mereka menggunakan instrumen elektronik sederhana seperti synth bass, drum machine, dan riff gitar yang diproduksi dari laptop oleh Alectroguy. Vokal Twister Angel menyuarakan lirik dengan gaya yang ekspresif, terkadang melengking dan agresif.[5]
Ciri khas lainnya dari gaya Sukatani adalah penggunaan bahasa Banyumasan dalam lirik-lirik mereka. Bahasa lokal ini memperkuat pesan yang membumi dan kontekstual. Tema lagu-lagu mereka kerap menyentuh isu agraria, konsumerisme, kekuasaan, serta perlawanan terhadap aparat dan sistem kapitalistik.[5]
Secara visual dan performatif, Sukatani konsisten dengan semangat DIY (do-it-yourself) khas punk. Mereka tampil dengan topeng balaclava warna cerah. Identitas desa dan aktivisme petani yang mereka bawa tak hanya menjadi tema lirik, tapi juga bagian dari estetika kolektif, termasuk dalam pemilihan nama band "Sukatani" yang terdengar seperti nama desa.[5]
Kontroversi
Penarikan lagu “Bayar Bayar Bayar”
Pada 20 Februari 2025, Sukatani melalui postingan media sosial mereka menyatakan telah menarik peredaran lagu “Bayar Bayar Bayar” dari segala platform musik. Dalam postingan itu, mereka tampil tanpa topeng, memperkenalkan diri, dan mengutarakan permohonan maaf kepada Kapolri.[7] Lagu "Bayar Bayar Bayar" menggambarkan pengalaman seseorang yang harus membayar kepada polisi dalam berbagai situasi. Lirik yang menyebutkan tindakan korupsi, perizinan, hingga pelanggaran lalu lintas yang semua bisa "dibayar ke polisi" menimbulkan persepsi negatif terhadap institusi kepolisian.[8][3]
Dalam video tersebut, Sukatani muncul tanpa topeng yang biasanya mereka gunakan saat tampil. Tindakan ini menimbulkan sorotan luas publik karena dinilai sebagai bentuk tekanan terhadap kebebasan berekspresi.[8]
Berbagai laporan media menginformasikan Sukatani tidak bisa dikontak sejak meriilis video permohonan maaf. Dampak lain dari video permintaan maaf tersebut, vokalis Sukatani yang juga bekerja sebagai guru SD dipecat dari pekerjaannya. [3][9]
Penarikan lagu “Bayar Bayar Bayar” telah memantik pembicaraan mengenai dugaan intimidasi oleh aparat kepolisian terhadap Sukatani.[10] Sementara itu, berlawanan dari apa yang diharapkan dari penarikan, lagu tersebut justru makin sering diputar dan populer. Kasus ini juga memicu diskusi mengenai pembatasan kebebasan berekspresi di Indonesia.[11][12][13][14]
Lagu "Bayar Bayar Bayar" kemudian dijadikan lagu tema dalam demonstrasi bertajuk "Indonesia Gelap" yang berlangsung pada 20–21 Februari 2025. Lagu ini dinyanyikan oleh para pengunjuk rasa di berbagai kota, termasuk di Jakarta, sebagai bentuk kritik terhadap aparat keamanan dan pemerintah.[8]
Dalam aksi tersebut, ratusan orang terlihat menyanyikan lagu tersebut di depan aparat kepolisian. Vokalis band Sukatani, Novi Citra Indriyati, juga menjadi sorotan setelah diketahui bahwa ia diberhentikan dari pekerjaannya sebagai guru di Banjarnegara. Pihak sekolah menyatakan pemberhentian tidak terkait lagu tersebut, tetapi disebabkan pelanggaran kode etik internal sekolah.[8]
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa Polri tidak anti terhadap kritik dan akan menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada masalah dengan lagu tersebut meskipun sempat terjadi miskomunikasi. Sementara itu, Divisi Propam Polri memeriksa enam personel Ditressiber Polda Jawa Tengah terkait video klarifikasi Sukatani. Mereka menyatakan komitmen untuk menjamin kebebasan berekspresi para musisi.[8]
Tanggapan dari aktivis dan musisi pun ramai bermunculan. Amnesty International Indonesia dan sejumlah musisi seperti Alby Moreno dan pengamat musik Wendi Putranto menyayangkan terjadinya pembungkaman terhadap ekspresi seni dan menyebut peristiwa ini sebagai bentuk represi seperti pada masa Orde Baru.[8]
Ada yang mengatakan kejadian penarikan lagu ini diatur sedemikian rupa untuk menaikkan pamor band. Versi lain ada yang mengatakan kejadian in didanai elite global. Namun anggapan ini ditepis langsung oleh anggota band.[2]
Anggota band
- Twister Angel – vokalis, penulis lagu
- Alectroguy – gitaris, produser
Diskografi
| Judul Album | Keterangan |
|---|---|
| Gelap Gempita | Rilis: 24 Juli 2023
Label: Dugtrax Records |
Penampilan panggung
Selain menggunakan topeng, salah satu aksi panggung yang biasa dilakukan Sukatani di panggung adalah dengan membagikan sayur-mayur untuk penonton.[15]
Berikut adalah daftar penampilan panggung Sukatani pasca kontroversi penarikan lagu Bayar Bayar Bayar mencuat ke publik :
- Crowd Noise (Gedung Korpri Slawi, Tegal; Minggu, 23 Februari 2025 malam)
- Tulang Punggung (Sleman, Yogyakarta; Selasa, 25 Februari 2025 malam)
Pranala luar
Referensi
- ^ a b c "Album Gelap Gempita, Suara Keresahan Duo Sukatani". Tempo. 4 Februari 2024 | 00.00 WIB. Diakses tanggal 2026-01-20.
- ^ a b c d "Band Sukatani: Demokrasi Itu Cuma Slogan". Tempo. 4 Mei 2025 | 09.00 WIB. Diakses tanggal 2026-01-20.
- ^ a b c "Anggota Polda Jateng yang Mengintimidasi Sukatani Harus Diperiksa Secara Transparan dan Diberi Sanksi: ICJR Juga Serukan Evaluasi Aturan Internal yang Langgengkan Tindakan Sewenang-wenang di Kepolisian". icjr.or.id. Diakses tanggal 2025-02-22.
- ^ a b c d "Profil Band Sukatani, Grup Musik Punk Bertopeng Asal Purbalingga Halaman all - Kompas.com".
- ^ a b c d e f g h "Sukatani: Mengapa lagu band punk Sukatani 'Bayar Bayar Bayar' jadi lagu tema aksi 'Indonesia Gelap'?". BBC News Indonesia. 2025-02-21. Diakses tanggal 2025-04-02.
- ^ Agus Sulton (27 Februari 2025) "Post-punk dan Gerakan Sosial" Kompas. hal 6
- ^ "Sukatani: Mengapa lagu band punk Sukatani 'Bayar Bayar Bayar' jadi lagu tema aksi 'Indonesia Gelap'?". BBC News Indonesia. 2025-02-21. Diakses tanggal 2025-02-22.
- ^ a b c d e f "Sukatani: Mengapa lagu band punk Sukatani 'Bayar Bayar Bayar' jadi lagu tema aksi 'Indonesia Gelap'?". BBC News Indonesia. 2025-02-21. Diakses tanggal 2025-04-02.
- ^ "Profil Sukatani, Band Purbalingga yang Tarik Lagu Bayar Bayar Bayar".
- ^ "4 Anggota Polda Jateng yang Klarifikasi Sukatani Diperiksa Propam".
- ^ "Lirik Lagu Bayar Bayar Bayar Sukatani Kritik Tajam Polisi, Ini Kata Kapolri". Tempo. 21 Februari 2025 | 14.09 WIB. Diakses tanggal 2025-02-22.
- ^ "Duduk Perkara Grup Band Sukatani Minta Maaf Ke Kapolri". Tempo. 20 Februari 2025 | 19.36 WIB. Diakses tanggal 2025-02-22.
- ^ "Komnas HAM Sesalkan Dugaan Pemecatan Personel Band Sukatani". 22-02-2025. Diakses tanggal 2025-02-22.
- ^ "PBHI: Intimidasi terhadap Band Sukatani Langgar HAM dan Kode Etik Polri". 2025-02-22. Diakses tanggal 2025-02-22.
- ^ DWA (2 Maret 2025) "Punk Belum Mati!" Kompas. hal 6
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



