Suaka Margasatwa Kateri
Suaka Margasatwa Kateri adalah kawasan konservasi yang terletak di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.[1] Kawasan ini ditetapkan sebagai suaka margasatwa dengan tujuan utama melindungi keanekaragaman hayati, khususnya satwa kunci seperti rusa timor dan kuskus, serta menjaga fungsi ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah.[butuh rujukan]
Sejarah dan letak geografis
Secara administratif, kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kateri mencakup empat kecamatan, yaitu Kecamatan Malaka Tengah (Desa Kamanasa, Desa Wehali, Desa Bakiruk, Desa Kateri), Kecamatan Botin Leobele (Desa Kereana), Kecamatan Malaka Timur (Desa Sanleo), dan Kecamatan Kobalima (Desa Lakekun). Secara astronomis, kawasan ini berada di antara 9° 28' 7,013" LS – 9° 34' 51,111" LS dan 124° 50' 8,013" BT – 124° 56' 48,467" BT.[butuh rujukan]
Batas-batas administratif SM Kateri adalah Desa Sanleo dan Desa Kereana di utara, Desa Kakaniuk dan Desa Bakiruk di selatan, Desa Barada, Desa Kateri, dan Desa Fatuaruin di barat, serta Desa Lakekun, Lakekun Barat, Kamanasa, dan Wehali di timur.[2]
Kondisi ekosistem
Kawasan ini memiliki ekosistem hutan hujan tropis dengan vegetasi penyusun berupa hutan alam campuran, semak belukar, hutan tanaman jati, dan hutan tanaman kemiri. Hutan alam campuran yang tersisa terutama berada di bagian selatan kawasan, meskipun dalam 20 tahun terakhir mengalami kerusakan akibat perambahan lahan pasca-jejak pendapat Timor Leste.[3]
Hutan tanaman jati di kawasan ini merupakan hasil reboisasi pada 1970-an, ketika wilayah tersebut sebelumnya dikelola oleh Dinas Kehutanan. Upaya rehabilitasi hutan dan lahan telah dilakukan, tetapi belum berhasil optimal karena kawasan kerap kembali dirambah untuk dijadikan kebun pada musim tanam.[butuh rujukan]
Flora
Flora di SM Kateri terbagi dalam dua tipe hutan utama. Pada hutan alam campuran, vegetasi didominasi oleh beringin (Ficus sp.), kesambi (Schleichera oleosa), jambu hutan, kayu merah, dan asam (Tamarindus indica). Sementara itu, hutan tanaman didominasi oleh jati (Tectona grandis) berumur 30–50 tahun serta tanaman kemiri (Aleurites moluccanus).[4]
Fauna
Populasi fauna di SM Kateri mengalami penurunan signifikan. Beberapa satwa kunci seperti rusa timor (Cervus timorensis) dan kuskus masih ada, tetapi sulit ditemui, sering kali hanya meninggalkan jejak atau kotoran. Satwa lain yang lebih sering dijumpai meliputi berbagai jenis burung dan ular. Jenis burung yang tercatat antara lain elang (Elanus sp.), koakiu (Philemon inornatus), merpati hutan, tekukur, sesap madu, ekor kipas, perkutut, balan, dan raja udang (Alcedo sp.).[4]
Geologi
Kawasan SM Kateri berada pada ketinggian 0–25 mdpl dengan topografi relatif landai. Berdasarkan peta geologi Indonesia skala 1:2.000.000, kawasan ini termasuk dalam formasi Suai. Jenis tanah yang dominan adalah aluvial, dengan sebagian tanah kambisol eutrik di bagian utara dan regosol di bagian selatan.[4]
Upaya pengelolaan dan penanganan tenurial
SM Kateri menghadapi permasalahan tenurial akibat pemanfaatan kawasan oleh masyarakat, termasuk eks-pengungsi Timor-Timur. Untuk menangani hal tersebut, Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT) bersama masyarakat, perangkat desa, Forkopimda Kecamatan Malaka Tengah, serta mitra seperti USAID-BIJAK dan Kemitraan/Partnership mengadakan pertemuan multipihak pada 9 September 2020.[5]
Pertemuan ini merumuskan rencana aksi penyelesaian tenurial yang mencakup pemulihan ekosistem, pemanfaatan lahan dengan tanaman multipurpose tree species (MPTS), serta pengembangan wisata alam. Pemerintah Kabupaten Malaka menyambut baik upaya ini, terutama karena kawasan Kateri memiliki fungsi hidrologis penting bagi penyediaan air bersih masyarakat setempat.[butuh rujukan]
Kesepakatan antara masyarakat dan pemerintah diharapkan mampu menciptakan harmoni antara pelestarian alam dan pemenuhan kebutuhan ekonomi. Upaya konservasi direncanakan untuk dikawal oleh gugus tugas yang melibatkan unsur pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat lokal.[3]
Referensi
- ^ "Peta Kawasan". Konservasi Kebun Raya. Diakses tanggal 2025-09-29.
- ^ Amaral, Maria Heltiana; Kaho, Ludji Michael Riwu; Seran, Wilhelmina (2020-12-10). "PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEARIFAN LOKAL DALAM PENGELOLAAN MATA AIR TUBAKI DI KAWASAN HUTAN SUAKA MARGASATWA KATERI (Studi Kasus Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka)". Wana Lestari (dalam bahasa Inggris). 2 (02): 242–248. doi:10.35508/wanalestari.v3i02.3403. ISSN 2716-4179.
- ^ a b Dethan, Thomas Meredith Andrians (2014). "KONFLIK DI KAWASAN KONSERVASI: Studi Terhadap Konflik Perambahan Kawasan Suaka Margasatwa Kateri Oleh Warga Masyarakat Bekas Pengungsi Timor-Timur Di Kabupaten Malaka Provinsi Nusa Tenggara Timur". Universitas Gadjah Mada.
- ^ a b c "Suaka Margasatwa Kateri - BBKSDA NTT". bbksdantt.ksdae.kehutanan.go.id. Diakses tanggal 2025-09-29.
- ^ KSDAE, Datin. "Harmoni Alam Dan Peradaban Suaka Margasatwa Kateri - Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem". ksdae.menlhk.go.id. Diakses tanggal 2025-09-29.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


