Stasiun Pasar Bantul

Stasiun Pasar Bantul
Pasar Bantul
Eks stasiun Pasar Bantul. Pernah menjadi warung, tetapi kini sudah menjadi bengkel.
Lokasi
Koordinat7°53′14.3351″S 110°19′45.8432″E / 7.887315306°S 110.329400889°E / -7.887315306; 110.329400889
Operator
Letak
km 12+079 lintas Yogyakarta-Palbapang[1]
Layanan-
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
Sejarah
Dibuka1895
Ditutup1977
Lokasi pada peta
Peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Pasar Bantul (PBL) adalah stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Bantul, Bantul, Bantul. Stasiun ini termasuk dalam Wilayah Penjagaan Aset VI Yogyakarta.

Stasiun ini dibangun sebagai bagian dari jalur kereta api lintas Yogyakarta–Srandakan–Sewugalur.[3] Stasiun ini dibuka pada tanggal 21 Mei 1895 bersamaan dengan pembukaan segmen Yogyakarta–Srandakan.[4]

Bangunan stasiun ini kemudian direnovasi dengan arsitektur bergaya 1950-an seperti halnya stasiun-stasiun lainnya di Daop VI. Stasiun ini dulu ditutup sejak tahun 1976–1977 karena kebocoran pendapatan PJKA, banyaknya penumpang gelap, kekurangan biaya perawatan prasarana, jalan raya diperlebar, dan mobil makin banyak.[5]

Stasiun ini pernah pula dicatat sebagai stasiun untuk pengangkutan abdi dalem dan alat upacara untuk Labuhan. Letaknya yang persis di dekat Pendopo Kabupaten Bantul membuat pergerakan abdi dalem ke tempat labuhan menjadi lebih cepat sejak kereta api hadir di Bantul.[6]

Letak stasiun ini ada di selatan seberang Pasar Bantul. Saat ini, stasiun Bantul telah berubah menjadi bengkel dan warung makan. Warung makan itu diberi nama "Stasiun" karena agar membuktikan bahwa warung itu dulunya merupakan sebuah stasiun. Meskipun demikian, di stasiun tersebut tidak tampak bekas rel, persinyalan, ataupun tiang telegraf (untuk komunikasi).[7][8]

Percabangan menuju PG Bantul

Tempat bongkar muat barang di Pabrik Gula Bantul dengan sebuah gerbong diatas jalur rel milik NIS dengan sepur standar.

Dahulu, di sebelah selatan Stasiun Bantul terdapat percabangan jalur kereta api yang mengarah ke timur sampai ke Suikerfabriek Bantool (Pabrik Gula Bantul). Jalur relnya terletak di sebelah selatan jalan raya dan bersisian dengannya. Dalam peta Daerah Istimewa Yogyakarta tempo dulu koleksi Universiteit Leiden, jalur percabangan tersebut dimiliki oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij.[9]

Dalam budaya populer

Stasiun Pasar Bantul pernah ditampilkan sekilas dalam film Tabah Sampai Akhir (1973), yang dibintangi oleh Rano Karno, Astri Ivo, dan Andy Carol.

Galeri

Referensi

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ^ "BPCB Yogyakarta, Kemendikbud: Sejarah Jalur Trem Yogyakarta-Brosot". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-12-14. Diakses tanggal 2014-12-14.
  4. ^ Archiv Für Eisenbahnwesen. Vol. 58. 1935.
  5. ^ "BPCB Yogyakarta, Kemendikbud: Sejarah Jalur Trem Yogyakarta-Brosot". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-12-14. Diakses tanggal 2014-12-14.
  6. ^ Moertjipto; Marwito, Tirun (1995). Upacara tradisional Jumenengan: arti, fungsi, dan makna lambang : suatu studi tentang tradisi Kraton Yogyakarta. Yogyakarta: Media Widya Mandala.
  7. ^ "Bekas Stasiun Bantul, Kini Berfungsi Sebagai Rumah Makan dan Bengkel | TeamTouring". teamtouring.net (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2015-03-18. Diakses tanggal 2018-10-21.
  8. ^ "Stasiun Itu Menjadi Warung". Tempo. 11 (2): 221. 1981.
  9. ^ "Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa (Java)". maps.library.leiden.edu. Diakses tanggal 2020-11-16.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Cepit
menuju Yogyakarta
Yogyakarta–Palbapang–Sewugalur Palbapang
menuju Sewugalur


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement