Songket Sambas

Kain songket bermotif keris dari Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat

Songket Sambas atau kain lunggi atau juga kain bannang ammas adalah produk budaya dari Kalimantan Barat yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2010 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ciri khas dari songket sambas adalah motif rumitnya yang bergaya Melayu dan dihiasi benang berwarna kuning keemasan dan perak.[1]

Sejarah

Kain ini telah diperkenalkan sejak tahun 1675, ketika Sultan Sulaiman mendirikan Kesultanan Sambas. Pada masa itu, Songket Sambas digunakan sebagai perlengkapan ritual adat, terutama dalam upacara pernikahan. Popularitas kain ini semakin meningkat pada masa Sultan Muhammad Tajudin ketika Kesultanan Brunei menghadiahkan seperangkat alat tenun. Hal ini membuat seni menenun semakin berkembang di lingkungan istana dan masyarakat sekitar.[1]

Pada masa Hindia-Belanda, kegiatan menenun semakin berkembang dan hampir setiap rumah di kota Sambas memiliki alat tenun sendiri.[2] Produk kain digunakan tidak hanya sebagai pelengkap dalam ritual adat tetapi juga sebagai simbol status sosial dan komoditas perdagangan antar-kerajaan di Sumatera, India, dan Tiongkok.

Proses Pembuatan

Proses pembuatan kain tenun yang disebut menenun akan melibatkan penyeberangan dua set benang dengan memasukkan benang pakan secara melintang pada benang-benang lungsin.

Bentuk Dasar

Lembaran kain songket Sambas memiliki bagian-bagian yang menjadi ciri khas, seperti:[3]

  • Renda, motif bagian kain yang terdapat pada bagian paling bawah dan paling atas kain. Renda berfungsi sebagai penutup atau batas akhir pada kain.
  • Papan kain, motif kain bagian kedua di atas renda kain yang merupakan bagian penyambung kain ke bagian seleko.
  • Seleko, motif kain yang terdapat pada bagian di antara papan kain dan dagin kain.
  • Sunting mambang, motif kain yang terdapat di bagian atas dan bawah punce kain.
  • Punce kain, motif utama yang terdapat pada bagian kain yang terletak pada bagian paling tengah.
  • Gigi balang, motif yang terletak pada pinggir kiri dan kanan kain di antara punce kain dan dagin kain.
  • Papan perapik, motif pembatas antara gigi balang dan punce kain.
  • Dagin kain, motif kain yang merupakan motif dasar yang terletak di samping kanan dan kiri kain, tetapi tidak sampai kepada batas bagian kain.

Motif

Songket Sambas memiliki beberapa motif seperti Kote Mesir, Pucuk Rebung, Mawar, Ragam Banyi, Tabur Mata Ayam, dan Tabur Bintang.[4]

Selain motif, Songket Sambas juga memiliki :[5]

  • Kain Padang Tibakar Dagin, kain ini dibuat dengan memberikan motif secara menyeluruh pada dasar kain sehingga penggunaan benang emasnya lebih banyak
  • Kain Betabor, Kain ini dibuat dengan memberikan motif tidak menyeluruh pada dasar kain atau motif dibuat satu persatu secara terpisah didasar kain sehingga penggunaan benang emasnya relatif lebih sedikit dibanding kain Padang Tibakar Dagin.
  • Kain Beturus, Pada dasarnya pembuatan kain beturus sama dengan jenis kain yang lainnya, yang membedakan dalam pemberian motif hanya pada bagian punce atau tengah kain dan motif yang dibuat berbentuk garis lurus dari atas ke bawah.
  • Kain Berkala, Kain ini disebut berkala karena di setiap bagian tengah dari pada motif yang terbuat dari benang emas selalu diisi dengan benang dasar atau benang kapas sebagai inti dari motif kain dan warna benangnya tdak satu warna.
  • Kain Cual, Kain Cual dibuat dengan menggunakan benang kapas sebagai dasar dari pada kain dan pembuatan motif pada kain cual tidak menggunakan benang emas atau benang perak tapi motif pada kain dibuat dengan cara pewarnaan atau pencelupan pada benang dasar dengan menggunakan zat pewarna alami maupun kimia.
  • Kain Cual Betabor, Kain Cual Betabor merupakan penggabungan antara kain Cual dengan kain Betabor, dalam pembuatan kain Cual Betabor yaitu kain cual ditaburi motif satu persatu pada bagian dasar kain dengan menggunakan benang emas ataupun perak.
  • Kain Pelangi, Kain Pelangi merupakan pengembangan dari kain Cual atau menggabungkan kain Cual dengan kain padang Tibakar Dagin, yang mana pada bagian dasar kain Cual diberi motif dengan menggunakan benang emas atau perak secara keseluruhan

Penghargaan

Pada tahun 2012 dan 2014, Tenun Songket Sambas mendapatkan penghargaan Unesco Award of Excellence for handicrafts. Hasil ini didapatkan oleh dua penenun yaitu Nurlela dengan karya motif tabur bintang tabur katun dengan bahan katun dan Budiana dengan karya motif penyu beturus.[6]

Pada 28 Oktober 2017, Tenun Songket Sambas mendapatkan rekor dunia dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk Tenun Songket Sambas dengan panjang 161 m yang didesain dengan 100 motif dan dikerjakan selama 16 bulan oleh Yayasan Dompet Ummat Kalimantan Barat.[7]

Penurunan produksi

Setelah beberapa tahun, eksistensi Tenun Songket Sambas mulai memudar yang ditandai dengan berkurangnya jumlah penenun di data daftar industri kecil menengah non formal tahun 2013 yang dilakukan oleh Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sambas. Pada tahun 1999, total jumlah penenun tercatat ada 808 orang, pada tahun 2009 total jumlah penenun tercatat menjadi 365 orang dan pada tahun 2013 total jumlah penenun tersisa 256 orang.[8]

Referensi

  1. ^ a b Isnanto, Bayu Ardi. "Mengenal Tenun Songket Sambas: Keunikan hingga Teknik Produksinya". detikKalimantan. Diakses tanggal 2026-02-10.
  2. ^ "Memajukan Kembali Kebudayaan Songket Sambas". TIMES Indonesia. 2024-09-13. Diakses tanggal 2026-03-30.
  3. ^ Mahardika, Nurwansyah (2023). SEJARAH PERKEMBANGAN TENUN SONGKET DESA SUMBER HARAPAN KECAMATAN SAMBAS 1960-2020. Pontianak: Diploma thesis, IKIP PGRI PONTIANAK. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ Redaksi (2014-10-13). "Inilah Kain Tenun Songket Sambas Terpanjang di Dunia". KabarKampus.com. Diakses tanggal 2026-03-30.
  5. ^ Alfian (2010). Profil Kerajinan Tenun Songket Sambas. Jakarta: Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ^ Mutiasari, Dhita (2014). "Tenun Sambas Raih Penghargaan Unesco Award". Tribunpontianak.co.id. Diakses tanggal 2026-03-30.
  7. ^ Museum Rekor Dunia Indonesia. "Kain Tenun Songket terpanjang". muri.org. Diakses tanggal 2026-03-30.
  8. ^ Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sambas (2013). Daftar Industri Kecil Menengah Non Formal. Sambas: Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sambas. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement