Soeljoadikoesoemo
Soeljoadikoesoemo | |
|---|---|
| Menteri Keamanan Rakyat Indonesia ad interim | |
| Masa jabatan 20 Oktober 1945 – 14 November 1945 | |
| Presiden | Soekarno |
| Wakil Menteri Keamanan Rakyat Indonesia ke-1 | |
| Masa jabatan 2 September 1945 – 14 November 1945 | |
| Presiden | Soekarno |
Pendahulu Tidak ada; jabatan baru Pengganti Abdul Moerad | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Raden Imam Mochammad Soeljoadikoesoemo 18 April 1903 Magetan, Hindia Belanda |
| Meninggal | Tidak diketahui Tidak diketahui |
| Pekerjaan |
|
Raden Imam Mochammad[a] Soeljoadikoesoemo[b] (EYD:Raden Imam Mohammad Sulyoadikusumo) adalah hakim, tentara, dan politikus Indonesia. Ia menjabat Menteri Keamanan Rakyat, diangkat menggantikan Supriyadi sebagai pejabat ad interim[3][4][1] dan Wakil Menteri Keamanan Rakyat pertama.[5] Sebelumnya, Soelijoadikoesoemo menjabat sebagai Wakil Residen Malang mendampingi Mr. R. P. Singgih.[6] Sosoknya tidak begitu dikenal seperti halnya Supriyadi yang dinyatakan hilang pasca Pemberontakan Tentara Peta. Soelijoadikoesoemo tidak lama menjabat sebagai Menteri Keamanan Rakyat karena setelah sistem pemerintahan berganti dari sistem Presidensial menjadi Parlementer jabatan tersebut digantikan oleh Amir Sjarifoeddin.
Riwayat
Soelijoadikoesoemo menurut penuturan Roem[7] lahir di Magetan pada tahun 1903. Setelah menamatkan sekolah dasar Hollandsch-Inlandsche School (HIS), Soelijoadikoesoemo lanjut ke sekolah menengah Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), dan kemudian lanjut ke sekolah hukum di Batavia. Selesai pendidikan, Soelijoadikoesoemo meniti karir sebagai pegawai pengadilan Pemerintah Kolonial Belanda dengan pangkat Pejabat Perbendaharaan Pengadilan (Panitera). Soelijoadikoesoemo juga sempat menjabat sebagai hakim di Pengadilan Negeri Malang[8] sebelum akhirnya mengikuti pendidikan perwira Pembela Tanah Air (PETA).[2]
Selesai pendidikan perwira Peta, Soelijoadikoesoemo diangkat menjadi komandan Batalyon di Lumajang dengan pangkat Daidancho. Saat agresi militer Belanda, Soelijoadikoesoemo berjuang mempertahankan front Semeru Selatan bersama-sama dengan Kompi Soekertijo, Kapten Kyai Ilyas (Komandan Hizbullah Lumajang) dan Pasukan Gerilya Istimewa (Bekas Tentara Kekaisaran Jepang).
Catatan
Referensi
- ^ a b Nugrahanto, Widyo; Adyawardhina, Rina (Maret 2018). "Demokrasi Dalam Sejarah Militer Indonesia: Kajian Historis Tentang Pemilihan Panglima Tentara Pertama Pada 1945". Sosiohumaniora - Jurnal Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora. 20 (1). Diakses tanggal 22 Januari 2026.
- ^ a b Sitompul, Martin (6 Agustus 2024). "Imam Muhammad Suliyoadikusumo Hanya Sebulan Jadi Menhan". Historia.id. Diakses tanggal 22 Januari 2026.
- ^ Departemen Penerangan Republik Indonesia (1970). Susunan dan program kabinet Republik Indonesia selama 25 tahun, 1945–1970. Pradnja Paramita. hlm. 3. Diakses tanggal 22 Januari 2026.
- ^ Dumadi, Sagimun Mulus (1989). Mas TRIP: Dari Brigade Pertempuran ke Brigade Pembangunan. hlm. 112. Diakses tanggal 22 Januari 2026.
- ^ "Jabatan Wamen Hak Preogratif Presiden". 8 Februari 2012. Diakses tanggal 22 Januari 2026.
- ^ Manan, Bagir (2003). DPR, DPD, dan MPR dalam UUD 1945 baru. FH-UII Press. Diakses tanggal 22 Januari 2026.
- ^ Soemarsono, Soemarso (1978). Mohamad Roem 70 tahun pejuang perunding. Bulan Bintang. Diakses tanggal 22 Januari 2016.
- ^ Arsip Nasional Republik Indonesia. Daftar Orang Indonesia Terkemuka di Jawa. hlm. 51. Diakses tanggal 22 Januari 2016.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.






