Soekarno Djojonegoro

Soekarno Djojonegoro
Menteri / Kepala Staf Angkatan Kepolisian Republik Indonesia Ke-2 [a]
Masa jabatan
16 Juni 1962 – 30 Desember 1963
PresidenSoekarno
Menteri Pertahanan dan KeamananAbdul Haris Nasution
Kepala Staf Angkatan BersenjataAbdul Haris Nasution
Sebelum
Pendahulu
diri sendiri
(sebagai Menteri Kepolisian)
Sebelum
Menteri Kepolisian Negara Republik Indonesian Ke-2
Masa jabatan
6 Maret 1962 – 16 Juni 1962
PresidenSoekarno
Perdana MenteriSoekarno
Sebelum
Pendahulu
diri sendiri
(Sebagai Menteri Muda Kepolisian)
Pengganti
diri sendiri
(sebagai Menteri Kepala Staf Angkatan Kepolisian)
Menteri Muda Kepolisian Negara Republik Indonesia Ke-2
Masa jabatan
15 Desember 1959 – 6 Maret 1962
PresidenSoekarno
Perdana MenteriSoekarno
Sebelum
Pengganti
diri sendiri
(sebagai Menteri Kepolisian)
Anggota Konstituante
Masa jabatan
23 Januari 1957 – 5 Juli 1959
PresidenSoekarno
Sebelum
Pendahulu
Raden Moh. Basah
Pengganti
Tidak ada, Konstituante dibubarkan
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir(1908-05-15)15 Mei 1908
Banjarnegara, Hindia Belanda
Meninggal27 November 1975(1975-11-27) (umur 67)
Jakarta, Indonesia
HubunganR. Adipati Djojonagoro II (ayah)
AlmamaterOSVIA (1928)
Karier militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabang Kepolisian Negara Republik Indonesia
Masa dinas1928 - 1966
Pangkat Jenderal Polisi
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Jenderal Polisi (Purn.) Raden Soekarno Djojonegoro (15 Mei 1908 – 27 November 1975) adalah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (dulu bernama Kepala Kepolisian Negara) dari 15 Desember 1959 hingga 29 Desember 1963.

Soekarno Djojonegoro adalah anak keempat Bupati Banjarnegara, Raden Adipati Djojonagoro II.

Karier

Karier kepolisiannya dimulai pada tahun 1928, setelah ia menamatkan pendidikannya di OSVIA. Jabatan pertamanya adalah AIB di Jatibarang. Ia kemudian menjadi Mantri Polisi Residen Jepara Rembang (1931), Asisten Wedana Banyumas (1934), Asisten Residen Lampung (1935), Mantri Polisi Kedungwuni, Pekalongan (1936), Asisten Wedana Polisi Tegal (1941), Kepala Seksi IV Polisi Kota Semarang (1942), Kepala Polisi Salatiga (1943), Kepala Polisi Istimewa Kota Semarang (1944), Keibikatyo Kota Semarang (1944), Kepala Polisi Kendal (1945), Kepala Umum Kantor Besar Polisi Semarang (1945), Kepala Polisi Karesidenan Pekalongan (Februari 1950), Kepala Polisi Karesidenan Surabaya (Agustus 1950), Kepala Kepolisian Provinsi Jawa Timur (Desember 1950), dan Ajun Kepala Kepolisian Negara (November 1959).

Pada 15 Desember 1959, Djojonegoro dilantik menjadi Kepala Kepolisian Negara menggantikan Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo.

Beberapa peristiwa semasa ia menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara:

  • 1960 - Kepolisan Negara bergabung dalam ABRI
  • 1 Juli 1960 - empat janji prajurit kepolisian, "Catur Prasetya" diikrarkan
  • April 1961 - Catur Prasetya resmi dijadikan pedoman kerja kepolisian RI selain Tribrata sebagai pedoman hidup
  • 1962 - Kepolisian Negara Republik Indonesia berubah nama menjadi Angkatan Kepolisian RI (AKRI)

Masa kepemimpinannya ditandai konflik Irian Barat dengan Belanda dan pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan PKI, DI/TII, APRA dan lain-lain, namun hal-hal tersebut ditanganinya dengan baik.

Akhir hayat

Ia digantikan Ajun Komisaris Besar Polisi Soetjipto Danoekoesoemo pada 30 Desember 1963 dan segera diangkat menjadi Menteri Penasihat Presiden untuk Urusan Dalam Negeri. Djojonegoro memasuki masa pensiun mulai 31 Juli 1966. Hari-harinya dinikmatinya dengan berkumpul bersama keluarga.

Djojonegoro meninggal dunia di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Ia meninggalkan istrinya, R.A. Sukatinah, dan lima orang anak. Sesuai permintaannya, jenazahnya dimakamkan di makam khusus untuk pemakaman keluarga Djojonagoro, "Kuwondo Giri" di Banjarnegara.

Penghargaan

Baris ke-1 Bintang Republik Indonesia Pratama (10 Januari 1963)[1]
Baris ke-2 Bintang Mahaputera Pratama (15 Februari 1961)[2] Bintang Dharma Bintang Gerilya
Baris ke-3 Bintang Bhayangkara Utama Satyalencana Satya Dasa Warsa Satyalencana Jana Utama
Baris ke-4 Satyalancana Karya Bhakti Satyalencana Prasetya Panca Warsa Satyalancana Karya Satya Kelas I
Baris ke-5 Satyalencana Perang Kemerdekaan I Satyalencana Perang Kemerdekaan II Satyalencana G.O.M I
Baris ke-6 Satyalancana G.O.M VI Satyalancana Satya Dharma Knight Commander of the Most Noble Order of the Crown of Thailand - Thailand (1960)[3]

Referensi

  1. ^ "Daftar WNI yang Menerima Tanda Kehormatan Republik Indonesia Tahun 1959–sekarang" (PDF). Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. 7 Januari 2020. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-07-29. Diakses tanggal 12 Agustus 2021.
  2. ^ "Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003" (PDF). Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. 7 Januari 2020. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2022-08-05. Diakses tanggal 3 September 2021.
  3. ^ แจ้งความสำนักนายกรัฐมนตรี เรื่อง พระราชทานเครื่องราชอิสริยาภรณ์

Pranala luar

Jabatan kepolisian
Didahului oleh:
Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo
Menteri/Kepala Staf Angkatan Kepolisian Republik Indonesia
1959–1963
Diteruskan oleh:
Soetjipto Danoekoesoemo


Kesalahan pengutipan: Ditemukan tanda <ref> untuk kelompok bernama "lower-alpha", tapi tidak ditemukan tanda <references group="lower-alpha"/> yang berkaitan

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement