Skanda Purana

Skanda Purana

Skanda Purana adalah salah satu dari delapan belas Mahapurana dalam agama Hindu. Teks ini dianggap sebagai Purana terbesar dengan lebih dari 81.000 sloka. Meskipun dinamai dari Dewa Skanda (juga dikenal sebagai Kartikeya atau Murugan), sebagian besar isinya berfokus pada Dewa Siwa, tempat-tempat suci, dan praktik-praktik keagamaan dalam tradisi Shaiva.[1]

Sejarah dan Komposisi

Skanda Purana diyakini telah mulai disusun sekitar abad ke-8 Masehi. Manuskrip tertua ditemukan di wilayah Nepal dan Assam. Peneliti Haraprasad Shastri dan Cecil Bendall menemukan salah satu manuskrip awal di Kathmandu pada tahun 1898.[1] Struktur dan isi Skanda Purana berkembang sepanjang abad, dengan tambahan-tambahan lokal muncul hingga abad ke-15.[2]

Struktur dan Isi

Skanda Purana terdiri dari tujuh bagian utama atau khanda:

  • Mahesvara Khanda
  • Vaishnava Khanda
  • Brahma Khanda
  • Kashi Khanda
  • Avantya Khanda
  • Nagara Khanda
  • Prabhasa Khanda

Terdapat pula bagian tambahan seperti Himavat Khanda, Kaverimahatmya, dan Vivsamitrimahatmya yang membahas tempat-tempat suci di Nepal, sungai Kaveri, dan wilayah Gujarat.

Tema dan Ajaran

Topik-topik utama dalam Skanda Purana meliputi:

  • Mitologi dan kosmologi Hindu, seperti kelahiran Skanda dan Samudramanthan.
  • Panduan ziarah ke tempat-tempat suci (tirtha).
  • Ajaran moral dan teologis dalam Shaivisme.
  • Tata cara ritual dan perayaan keagamaan.

Pengaruh dan Warisan

Skanda Purana memiliki pengaruh besar dalam memperkuat identitas komunitas Shaiva dan membentuk jaringan tempat ziarah di seluruh anak benua India.[3][4]

Daftar pustaka

Referensi

  1. ^ a b Rocher, Ludo (1986). The Puranas. Wiesbaden: Otto Harrassowitz.
  2. ^ Bakker, Hans (2014). The World of the Skandapurāṇa. Leiden: Brill.
  3. ^ Doniger, Wendy (2013). On Hinduism. New York: Oxford University Press.
  4. ^ Glucklich, Ariel (2008). Sacred Place. Amherst: Prometheus Books.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement