Situs Ōdai Yamamoto I

Situs Ōdai Yamamoto I
大平山元I遺跡
Situs Ōdai Yamamoto I
Location in Japan
Location in Japan
Situs Ōdai Yamamoto I
Location in Japan
Location in Japan
Situs Ōdai Yamamoto I (Jepang)
LokasiSotogahama, Aomori, Jepang
WilayahTōhoku
Koordinat41°04′02″N 140°33′18″E / 41.06722°N 140.55500°E / 41.06722; 140.55500
JenisPemukiman
Sejarah
DidirikanZaman Jōmon
Catatan situs
Ditemukan1998
Tanggal ekskavasi1998
Akses umumYa
Pecahan tembikar tanah liat dari Ōdai Yamamoto I

Situs Ōdai Yamamoto I (大平山元I遺跡, Ōdaiyamamoto ichi iseki) adalah sebuah situs arkeologi Jomon di kota Sotogahama, Prefektur Aomori, Tohoku, Jepang. Penggalian pada tahun 1998 mengungkap empat puluh enam fragmen tembikar yang diperkirakan berasal dari 14.500 SM (sekitar 16.500 BP); menempatkannya sebagai tembikar tertua di Jepang yang diketahui. Sebagai yang tertua di Jepang, situs ini menandai transisi dari zaman Paleolitik Jepang ke zaman Jomon Awal. Tembikar lain dengan usia yang sama telah ditemukan di Gasya dan Khummi di hilir Sungai Amur. Penanggalan tersebut menyajikan perkembangan gaya tembikar sebelum pemanasan global di akhir Pleistosen.

Sejarah awal

Situs Ōdai Yamamoto I terletak di ketinggian 26 meter (85 ft) di tepi kiri Sungai Kanita yang mengalir ke Teluk Mutsu di sisi timur Semenanjung Tsugaru.[1] Tiga puluh dari empat puluh enam fragmen tembikar, semuanya dari wadah yang sama, mengandung jejak karbon, yang menunjukkan penggunaannya untuk memasak makanan.[2] Delapan penanggalan radiokarbon dengan instrumen AMS dari lima fragmen dan tiga potong kayu gosong yang terkait menghasilkan angka antara 11.800 hingga 11.500 SM.[2] Dengan kalibrasi, penanggalan ini diundur menjadi 14.500 hingga 14.000, paling awal sekitar 16.500 BP.[2][3][4] Penanggalan lain menunjukkan rentang antara 13.780 ± 170 dan 12.680 ± 140 SM.[5] Hal ini menjadikan situs Ōdai Yamamoto I penting dalam memahami proses peralihan dari masa Pleistosen Akhir ke Holosen.[2][6]

Sejarah modern

Situs ini merupakan salah satu dari beberapa situs arkeologi yang telah diajukan pada tahun 2009 untuk dimasukkan ke dalam Daftar Situs Warisan Dunia UNESCO, berdasarkan kriteria iii dan iv dengan nama Situs-situs Arkeologi Jōmon di Hokkaido, Tōhoku Utara, dan wilayah lainnya.[7][8][9] Sebagai pengakuan atas pentingnya situs ini, artefak yang digali telah ditetapkan sebagai Properti Kebudayaan Kota.[10]

Tembikar dan gerabah yang digali dari situs Ōdai Yamamoto I dilestarikan di Museum Oyama Furusato di Sekolah Dasar Oyama. Situs ini mendapatkan perlindungan sebagai Situs Bersejarah Nasional Jepang pada tahun 2013.[1] Tembikar lain dengan tanggal yang sama telah ditemukan di Gasya dan Khummi di hilir Sungai Amur.[11]

Interpretasi

Pecahan tembikar yang ditemukan selama renovasi sebuah rumah pribadi pada tahun 1998 diajukan untuk penanggalan radiokarbon oleh Dewan Pendidikan Prefektur Aomori,[2] dan ditemukan telah diproduksi 16.500 tahun yang lalu, menjadikannya tembikar tertua yang diketahui di Jepang dan tembikar tertua kedua yang diketahui di dunia—tembikar tertua ditemukan di Hunan, Tiongkok dan diperkirakan berusia sekitar 1.000 tahun lebih tua.[12] Sebanyak 148 meter persegi (1.590 sq ft) lahan telah digali pada tahun 1998.[2] Temuan selanjutnya meliputi kapak, mata tombak, mata panah, pengikis, pisau, dan landasan, sebagian besar terbuat dari batu serpih setempat tetapi beberapa juga terbuat dari batu kendan.[2] Mata panah ini memiliki makna khusus karena mendorong kembali kajian sejarah panahan. Karena tidak ada indikasi tempat tinggal permanen yang ditemukan di situs tersebut, diasumsikan bahwa penduduk kuno di daerah ini masih hidup nomaden.[2]

Genetika

Sampel gen Jōmon dari situs Ōdai Yamamoto I berbeda dari sampel gen Jōmon dari Hokkaido dan Honshu Timur yang secara geografis berdekatan.[13] Orang Jōmon di Ōdai Yamamoto memiliki haplogrup C1a1 dan secara genetika dekat dengan orang-orang di Asia Timur Laut kuno dan modern tetapi sangat berbeda dengan populasi Jōmon lainnya seperti Jōmon dari Ikawazu atau Urawa.[14] Begitu pula orang Jōmon dari gua Yugora di Nagano berkerabat dekat dengan penduduk Asia Timur kontemporer, tetapi secara genetika verbeda dengan suku Ainu yang merupakan keturunan langsung dari orang Jōmon Hokkaido.[13]

Sebuah studi yang diterbitkan di Cambridge University Press pada tahun 2020, menunjukkan bahwa populasi Jōmon tampak heterogen. Beberapa kelompok Jōmon merupakan keturunan dari populasi "mirip Altaik" kuno (yang memiliki gen yang mirip dengan penutur bahasa-bahasa Tungusik modern seperti suku Oroqen di Manchuria), yang hidup berdampingan dengan para pemburu dan pengumpul lokal.[14]

Referensi

  1. ^ a b "Odai Yamamoto Site". Jomon Prehistoric Sites in Northern Japan. Jomon Japan.
  2. ^ a b c d e f g h Kaner, S. (2003). "Jomon pottery, Japan". Current World Archaeology. Current Publishing. Diarsipkan dari versi asli pada 18 Maret 2013. Pemeliharaan CS1: BOT: status url asli tidak diketahui (link)
  3. ^ Habu, Junko (2004). Ancient Jomon of Japan (Case Studies in Early Societies). Cambridge University Press. hlm. 34–42. ISBN 978-0-521-77213-6.
  4. ^ "大平山元I遺跡 -日本最古の土器出土-" [Ōdaiyamamoto Ichi Site - Excavation of Japan's Earliest Earthenware] (dalam bahasa Japanese). Prefektur Aomori. Diarsipkan dari asli tanggal 20 Juni 2012. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. ^ Jaubert, Jacques (2006). "Recent Paleolithic Studies in Japan-Proceedings for Tainted Evidence and Restoration of Confidence in the Pleistocene Archaeology of the Japanese Archipelago by K. Yajima (Review)". Bulletin de la Société préhistorique française (dalam bahasa French). 103 (2). Société Préhistorique Française: 404–6. JSTOR 41221027. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  6. ^ Stark, Miriam T., ed. (2005). "Early Communities in East Asia:Economic and Sociopolitical Organization at the Local and Regional Levels". Archaeology of Asia (Blackwell Studies in Global Archaeology). Wiley-Blackwell. hlm. 77–95. ISBN 978-1-405-10212-4.
  7. ^ "Jomon Prehistoric Sites in Northern Japan". UNESCO.
  8. ^ "「北海道・北東北を中心とした縄文遺跡群」の世界文化遺産登録をめざして" [Towards World Heritage Inscription of "Jōmon Archaeological Sites in Hokkaidō, Northern Tōhoku, and other regions"] (dalam bahasa Japanese). Hokkaidō Government Board of Education. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Mei 2013. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  9. ^ "北海道・北東北を中心とした縄文遺跡群" [Jōmon Archaeological Sites in Hokkaidō, Northern Tōhoku, and other regions] (dalam bahasa Japanese). Aomori City. Diarsipkan dari asli tanggal 20 April 2012. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  10. ^ "外ヶ浜町文化財一覧" [List of the Cultural Properties of Sotogahama] (PDF) (dalam bahasa Japanese). Kota Sotogahama. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 4 Maret 2016. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  11. ^ Liu, Li; Chen, Xingcan (2012). The Archaeology of China: From the Late Paleolithic to the Early Bronze Age. Cambridge University Press. hlm. 68–9. ISBN 978-0-521-64432-7.
  12. ^ Kuzmin, Yaroslav V. (2013). "Origin of Old World Pottery as Viewed from the Early 2010s: When, Where and Why?". World Archaeology. 45 (4): 542, 546, 549. JSTOR 26619379.
  13. ^ a b Crawford, Gary W. (2008). "The Jomon in Early Agriculture Discourse: Issues Arising from Matsui, Kanehara and Pearson". World Archaeology. 40 (4): 446. JSTOR 40388288.
  14. ^ a b Chaubey, Gyaneshwer; Driem, George van (2020). "Munda languages are father tongues, but Japanese and Korean are not". Evolutionary Human Sciences (dalam bahasa Inggris). 2: e19. doi:10.1017/ehs.2020.14. ISSN 2513-843X. PMC 10427457. PMID 37588351.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement