Sis Tjakraningrat

Infobox orangSis Tjakraningrat

Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran17 Oktober 1911 Suntingan nilai di Wikidata
Kamal Suntingan nilai di Wikidata
Kematian1961 Suntingan nilai di Wikidata (49/50 tahun)
Jeddah Suntingan nilai di Wikidata
Tempat pemakamanJannatul Mu'alla Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
Kelompok etnikOrang Madura Suntingan nilai di Wikidata
PendidikanRechtshoogeschool te Batavia Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanbirokrat, politikus Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
AyahTjakraningrat XII Suntingan nilai di Wikidata
SaudaraRuslan Tjakraningrat Suntingan nilai di Wikidata
KerabatPakubuwana X (Mertua) Suntingan nilai di Wikidata

Mr. Raden Ario Mohamad Sis Tjakraningrat (17 Oktober 1911 – 1961) adalah putra pertama dari PAA Tjakraningrat (Wali Negara Madura), yang merupakan mantan anggota Badan Pemerintah Harian dan Staff Residen pemerintah daerah Riau periode 1956–1957[1][2] dan pernah pula menjabat sebagai Bupati Bangkalan periode 1948–1956. Ia menikah dengan putri dari Raja Pakubuwono X dan permaisuri Gusti Kanjeng Ratu Hemas, yang bernama Goesti Kandjeng Ratoe Pembajoen dan dikaruniai 4 (empat) anak, yaitu: B.R.Ay. Koes Siti Marlia, B.R.Ay. Koes Sistiyah Siti Mariana, KPH.M. Munnir Tjakraningrat dan KPH. Malikul Adil Tjakraningrat. MR. R.A. M. Sis Tjakraningrat juga merupakan kakak dari mantan gubernur NTB pertama, R.A. M. Ruslan Tjakraningrat. Dan di akhir hayatnya MR. R.A. M. Sis Tjakraningrat bekerja sebagai Sekjen Departemen Agama sejak 1 September 1960[3][4][5] dan meninggal dunia pada saat bertugas di Jeddah dan dimakamkan di Arab Saudi.[6]

Sis Tjakraningrat dilahirkan di Kamal, Bangkalan pada 17 Oktober 1911.[7] Ia mengenyam pendidikan di HIS Bangkalan (1925), MULO Surabaya (1931), dan AMS Batavia (1934).[8] Ia lulus ujian sarjana yang pertama dari Rechtshoogeschool te Batavia pada 1940.[8] Ia meraih gelar Meester in de Rechten pada 1942.[7]

Putra Madura ini ikut serta dalam perundingan Linggarjati yang salah satu isi dari hasil perjanjiannya adalah:[6]

  1. Pemerintah RI dan Belanda bersama-sama menyelenggarakan berdirinya sebuah negara berdasar federasi, yang dinamai Indonesia Serikat.
  2. Pemerintah Republik Indonesia Serikat akan tetap bekerja sama dengan pemerintah Belanda membentuk Uni Indonesia-Belanda.
  3. Belanda mengakui kedaulatan de-facto RI atas Jawa, Madura, dan Sumatra.

Mr. R.A. M. Sis Tjakraningrat meninggal di Jeddah pada tahun 1961.[6][9]

Rujukan

  1. ^ Sutjiatiningsih, Sri; Winoto, Gatot (1999). Kepulauan Riau pada Masa Dollar (PDF). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 52. ISBN 979-9335-08-6. Diakses tanggal 24 Juli 2025.
  2. ^ Wati, Destra; Nopriyasman; Samry, Wannofri. "Riau Pascakeluar dari Sumatera Tengah 1957-1985" (PDF). Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial: 40. Diakses tanggal 24 Juli 2025.
  3. ^ "Penuntun". Departemen Agama. 4 Nov 1960. Diakses tanggal 4 Nov 2025 – via Google Books.
  4. ^ "Konperensi". 4 Nov 1961. Diakses tanggal 4 Nov 2025 – via Google Books.
  5. ^ "Mimbar penerangan". Deppen. 4 Nov 1960. Diakses tanggal 4 Nov 2025 – via Google Books.
  6. ^ a b c Memory, Bangkalan. "Profil Bupati Bangkalan Ke 4 - Mr. R.A.A. M. Sis Tjakraningrat".
  7. ^ a b "Orang Indonesia jang terkemoeka di Djawa". Gunseikanbu. 2 Nov 1944 – via Google Books.
  8. ^ a b "Poestaha Depok: Sejarah Madura (46): Kisah Mohamad Sis Tjakraningrat, Sarjana Hukum Mr; Sekolah Tinggi Hukum Rechthoogeschool di Batavia". 19 Des 2022.
  9. ^ "Majalah haji". Direktorat Jenderal Bimas Islam dan Urusan Haji, Departemen Agama R.I. 4 Nov 1981. Diakses tanggal 4 Nov 2025 – via Google Books.


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement