Sinus urogenitalis

Sinus urogenital
Sinus urogenital pada embrio manusia perempuan berumur delapan setengah hingga sembilan minggu. (Sinus urogenital ditandai di bagian bawah.)
Tahapan perkembangan organ seksual eksternal pada laki-laki dan perempuan. ("Bukaan sinus urogenital" ditandai pada diagram D.)
Rincian
Tahapan Carnegie15
PendahuluKloaka
Bentuk lanjutanUretra, kandung kemih, vagina, vestibula vulva, kelenjar Bartholin, kelenjar Skene, prostat, kelenjar bulbouretra
Pengidentifikasi
Bahasa Latinsinus urogenitalis definitivus
TEurogenitalis_by_E5.7.3.1.0.0.1 E5.7.3.1.0.0.1
Daftar istilah anatomi

Sinus urogenital adalah bagian tubuh manusia atau hewan berplasenta lain yang hanya ada pada masa perkembangan sistem urinaria dan organ reproduksi. Sinus ini merupakan bagian ventral dari kloaka, yang terbentuk setelah kloaka terpisah dari saluran anus selama minggu keempat hingga ketujuh masa perkembangan.[1]

Pada laki-laki, sinus urogenital terbagi menjadi tiga regio: bagian atas, bagian pelvis, dan bagian falik. Bagian atas berkembang menjadi kandung kemih, sedangkan bagian pelvis berkembang menjadi bagian prostatik dan membranosa dari uretra,[1] prostat, serta kelenjar bulbouretra (kelenjar Cowper). Bagian falik kemudian berkembang menjadi uretra bagian spons (bulbar) dan kelenjar uretra (kelenjar Littré).

Pada perempuan, bagian pelvis dari sinus urogenital berkembang menjadi bulbus sinovaginal, struktur yang pada akhirnya akan membentuk dua pertiga bagian inferior vagina. Proses ini bermula ketika ujung bawah duktus paramesonefros—struktur yang nantinya membentuk uterus dan forniks vagina—bersentuhan dengan sinus urogenital. Tak lama kemudian, bulbus sinovaginal terbentuk sebagai dua evaginasi padat dari sinus urogenital. Sel-sel di dalam bulbus ini membelah untuk membentuk lempeng vagina yang padat, yang kemudian memanjang dan mengalami kanalisasi (menjadi berongga) untuk membentuk bagian inferior vagina.[2] Sinus urogenital perempuan juga berkembang menjadi uretra, vestibula, kelenjar Skene, dan kelenjar Bartholin.

Referensi

  1. ^ a b Sadler & Langman 2010, hlm. 243–244.
  2. ^ Sadler & Langman 2010, hlm. 253.

Sumber

  • Sadler, T. W.; Langman, Jan (2010). Langman's Medical Embryology. Philadelphia: Lippincott William & Wilkins. ISBN 978-0-7817-9485-5. OCLC 1194422650.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement