Singaraja Putra

PT Singaraja Putra Tbk
Jenis perusahaan
Perseroan terbatas
Kode emitenBEI: SINI
IndustriPertambangan
Didirikan23 September 2005; 20 tahun lalu (2005-09-23)
Kantor pusatBekasi, Jawa Barat
Wilayah operasi
Indonesia
Tokoh kunci
Erick Tonny Tjandra[1]
(Direktur Utama)
Fredyanto Oetomo[1]
(Komisaris Utama)
Produk
PendapatanPenurunan Rp 297,411 miliar (2023)[2]
Penurunan Rp 19,531 miliar (2023)[2]
Penurunan Rp –9,444 miliar (2023)[2]
Total asetKenaikan Rp 596,476 miliar (2023)[2]
Total ekuitasPenurunan Rp –623,572 miliar (2023)[2]
PemilikBatubara Development Pte. Ltd. (31,22%)
PT Autum Prima Indonesia (30%)
PT Basis Energi Prima (12%)
Karyawan
308 (2023)
Anak usahaPT Interkayu Nusantara
PT Dwi Daya Swakarya
Situs websingarajaputra.com

PT Singaraja Putra Tbk adalah sebuah perusahaan pertambangan batu bara yang berkantor pusat di Bekasi. Hingga akhir tahun 2023, perusahaan ini menguasai cadangan batu bara terbukti sebanyak 56 juta ton di Kabupaten Kapuas.[2][3]

Sejarah

Perusahaan ini didirikan pada bulan September 2005. Setahun kemudian, perusahaan ini mulai mengoperasikan sebuah hostel di Lippo Cikarang. Pada bulan Desember 2018, perusahaan ini mengakuisisi 54% saham PT Interkayu Nusantara yang bergerak di bidang perkayuan dengan harga Rp 20 miliar. Pada bulan November 2019, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia.[4] Pada bulan Maret 2020, perusahaan ini mendirikan PT The Room Indonesia untuk mengembangkan aplikasi reservasi kamar hostel.

Pada bulan November 2022, Autum Prima Indonesia, Basis Energi Prima, dan Batubara Development resmi mengakuisisi mayoritas saham perusahaan ini. Pada bulan September 2023, perusahaan ini mengakuisisi PT Dwi Daya Swakarya yang bergerak di bidang pertambangan batu bara.[5] Pada bulan Oktober 2023, perusahaan ini menjual seluruh saham PT The Room Indonesia dengan harga Rp 300 juta.[2][3]

Pada bulan April 2024, anak usaha dari PT Dwi Daya Swakarya, yakni PT Pasir Bara Prima, meneken kontrak jasa penambangan senilai Rp Rp 8,1 triliun dengan PT Petrosea Tbk.[6] Pada bulan Agustus 2024, anak usaha dari PT Dwi Daya Swakarya yang lain, yakni PT Persada Kapuas Prima, meneken kontrak jasa penambangan senilai Rp 12 triliun dengan PT Bukit Makmur Mandiri Utama.[7]

Referensi

  1. ^ a b "Komisaris & Direksi". PT Singaraja Putra Tbk. Diakses tanggal 15 Februari 2025.
  2. ^ a b c d e f g "Laporan Tahunan 2023" (PDF). PT Singaraja Putra Tbk. Diakses tanggal 15 Februari 2025.
  3. ^ a b "Sekilas Perusahaan". PT Singaraja Putra Tbk. Diakses tanggal 15 Februari 2025.
  4. ^ Rama, Hironimus (8 November 2019). "Singaraja Putra Resmi Tercatat di Bursa Efek Indonesia sebagai Emiten ke-43". Warta Kota. Diakses tanggal 15 Februari 2025.
  5. ^ Firdaus, Farid (23 Mei 2023). "Emiten Happy Hapsoro Singaraja Putra (SINI) Caplok Perusahaan Batu Bara Rp 899 Miliar". Bisnis Indonesia. Diakses tanggal 15 Februari 2025.
  6. ^ Mulyana, Ridwan Nanda (14 April 2024). "Potensi Raih Rp 30 Triliun, Singaraja (SINI) Gandeng PTRO Garap Tambang Batubara". Kontan. Diakses tanggal 15 Februari 2025.
  7. ^ Puspadini, Mentari (16 Agustus 2024). "Anak Usaha DOID (BUMA) Teken Kotrak Rp12 T, Garap Tambang di Kapuas". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 10 Januari 2025.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement