Sindrom fasikulasi jinak
| Sindrom fasikulasi jinak | |
|---|---|
| Nama lain | Fasikulasi yang Tidak Ditentukan Lain |
![]() | |
| Gambar animasi tentang sindrom fasikulasi jinak pada kelopak mata atas seorang pria berusia 19 tahun. Gejala mereda beberapa hari kemudian. | |
| Spesialisasi | Neurologi, Psikiatri |
| Prognosis | Baik–istimewa |
Sindrom fasikulasi jinak (Bahasa inggris: Benign fasciculation syndrome (BFS)) ditandai dengan fasikulasi (kedutan) otot-otot volunter di dalam tubuh. [1] Kedutan ini dapat terjadi pada kelompok otot volunter mana pun, tetapi paling sering terjadi pada kelopak mata, lengan, tangan, jari, tungkai, dan telapak kaki. Lidah juga dapat terpengaruh. Kedutan ini dapat terjadi sesekali hingga terus-menerus. [2] BFS harus dibedakan dari kondisi lain yang disertai kedutan otot.
Referensi
- ^ Blackman, Graham; Cherfi, Yasmine; Morrin, Hamilton; Ellis, Cathy M.; Bashford, James; Ruths, Florian; David, Anthony S. (September 2019). "The Association Between Benign Fasciculations and Health Anxiety: A Report of Two Cases and a Systematic Review of the Literature". Psychosomatics. 60 (5): 499–507. doi:10.1016/j.psym.2019.04.001. PMID 31174866.
- ^ Walter TR (March 2015). "Benign fasciculation syndrome". J Pain Palliat Care Pharmacother. 29 (1): 54–5. doi:10.3109/15360288.2014.997856. PMID 25700216.
Pranala luar
| Klasifikasi |
|---|
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



