Simon Petrus Soliwoa

Simon Petrus Soliwoa
Bupati Flores Timur ke-5
Masa jabatan
7 Februari 1984 – 7 Februari 1989
PresidenSoeharto
GubernurBen Mboi
Hendrikus Fernandez
Ketua DPRD NTT ke-11
Masa jabatan
1997–1999
PresidenSoeharto
Bacharuddin Jusuf Habibie
GubernurPieter Alexander Tallo
Sebelum
Pendahulu
Jan Jos Bhota
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir1942 (1942)
Bajawa, Ngada, Hindia Belanda
Meninggal (umur 78)
Denpasar, Bali, Indonesia
KebangsaanIndonesia
Orang tuaDominikus Soliwoa
Rosalia Ega Lae
Karier militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabangTNI Angkatan Darat
PangkatLetnan Kolonel (saat menjabat bupati)
Kolonel (purnawirawan)
SatuanArtileri
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Letkol. Art. (Purn.) Simon Petrus Soliwoa (lahir 1942 – wafat 10 April 2021) adalah seorang perwira militer Indonesia dari TNI Angkatan Darat yang menjabat sebagai Bupati Flores Timur periode 1984–1989.

Kehidupan awal

Simon Petrus Soliwoa dilahirkan pada tahun 1942 di Bajawa, Ngada, Hindia Belanda.[1] Ia merupakan anak dari delapan bersaudara, buah cinta pasangan Dominikus Soliwoa dan Rosalia Ega Lae.[2]

Karier militer

Soliwoa memulai kariernya di TNI Angkatan Darat dengan kecabangan Artileri. Sebelum menjabat sebagai bupati, ia pernah bertugas sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) 1602/Ende. Ia kemudian dikaryakan menjadi kepala daerah dan pensiun dengan pangkat terakhir Kolonel.[1]

Bupati Flores Timur

Soliwoa dilantik sebagai Bupati Flores Timur pada 7 Februari 1984, menggantikan Markus Weking.[3]

Pada masa pemerintahannya, Kabupaten Flores Timur belum dimekarkan sehingga mencakup pula wilayah yang kini menjadi Kabupaten Lembata.[1] Soliwoa dikenal dekat dengan masyarakat dan sering mengunjungi desa-desa terpencil.[1] Dalam suatu kesempatan, ia tercatat meminta agar umat kembali mengisi Armida Tuan Meninu, sebuah tempat pemujaan tradisional di Larantuka yang sempat kosong selama lima tahun.[4]

Karier legislatif

Setelah masa jabatannya sebagai bupati berakhir, Soliwoa terjun ke dunia legislatif. Pada tahun 1997, ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan menduduki posisi sebagai Ketua DPRD NTT untuk periode 1997–1999.[1]

Kematian

Soliwoa wafat pada tanggal 10 April 2021 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali. Jenazahnya disemayamkan di kediamannya di Perumahan Kuta Permai, Kuta, Badung, dan dimakamkan di Taman Pemakaman Katolik Mumbul, Jimbaran, Nusa Dua, pada 12 April 2021.[1]

Referensi

  1. ^ a b c d e f "Mantan Bupati Flores Timur, Simon Petrus Soliwoa Meninggal Dunia". tempusdei.id. 11 April 2021. Diakses tanggal 2026-04-04.
  2. ^ "In Memoriam Simon Petrus Soliwoa". ikadabali.blogspot.com. 11 April 2021. Diakses tanggal 2026-04-04.
  3. ^ "Nama Bupati Flores Timur di Provinsi NTT". tribunflores.com. 12 Mei 2024. Diakses tanggal 2026-04-04.
  4. ^ "Duduk di Berok, Bukti Penghargaan Suku Pada Pemerintah". dwipanews.com. 26 Maret 2016. Diakses tanggal 2026-04-04.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Markus Weking
Bupati Flores Timur
7 Februari 1984-7 Februari 1989
Diteruskan oleh:
Hamonangan Iskandar Munthe
Didahului oleh:
Jan Jos Bhota
Ketua DPRD NTT
1997-1999
Diteruskan oleh:
Daniel Woda Palle

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement