Sima Lun
| Sima Lun | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pavilion-Marquess of Anle (安樂亭侯) Viscount Dong'an (東安子) | |||||||
| Emperor of the Jin dynasty | |||||||
| Berkuasa | 3 February[1][2] – 31 May 301 | ||||||
| Pendahulu | Kaisar Hui | ||||||
| Penerus | Kaisar Hui | ||||||
| Prince of Zhao (趙王) | |||||||
| Tenure | 5 October 277 – 3 February 301 | ||||||
| Prince of Langye Commandery (琅邪郡王) | |||||||
| Tenure | 9 February 266 – 5 October 277 | ||||||
| Kelahiran | between 232 and 249 | ||||||
| Kematian | June 5, 301 (aged between 52 and 69)[1][3] | ||||||
| Keturunan |
| ||||||
| |||||||
| Wangsa | Jin | ||||||
| Ayah | Sima Yi | ||||||
| Ibu | Nyonya Bai[a][b] | ||||||
Sima Lun (Hanzi tradisional: 司馬倫; Hanzi sederhana: 司马伦; Pinyin: Sīmǎ Lún; Wade–Giles: Ssu-ma Lun; lahir sebelum 250[c] – diracun 5 Juni 301), nama kehormatan Ziyi dan bergelar Pangeran Zhao (趙王; 赵王; Zhào Wáng) adalah seorang politikus Tiongkok dan juga perebut taktha Kaisar Tiongkok di Dinasti Jin dari 3 Februari sampai 31 Mei 301. Ia tidak dihitung sebagai kaisar Dinasti Jin oleh para sejarawan dan kerap dikenal sebagai seorang perebut taktha. Ia merupakan pangeran ketiga dari delapan pangeran yang ikut serta dalam Pemberontakan Delapan Pangeran.
Putra bungsu dari Sima Yi dan Nyonya Bai, Sima Lun merupakan pangeran yang paling dibenci diantara Delapan Pangeran. Masa jabatannya sebagai gubernur di wilayah Guanzhong berakhir dengan pemberontakan besar-besaran oleh suku-suku setempat yang memaksanya dipanggil kembali ke ibu kota, Luoyang pada tahun 296. Kembali di ibu kota, ia menjadi orang kepercayaan Permaisuri Jia dan keluarganya, yang memerintah kekaisaran di belakang takhta suaminya dan keponakan buyut Sima Lun, Kaisar Hui. Karena kehilangan dukungan akibat pemecatan kontroversial Putra Mahkota, Sima Yu, Sima Lun memimpin kudeta untuk menggulingkannya dan mengangkat dirinya sendiri sebagai wali kaisar yang baru. Sima Lun, dengan bantuan penasihatnya, Sun Xiu, memerintahkan pembersihan brutal terhadap semua saingannya di istana dan akhirnya memaksa Kaisar Hui untuk turun takhta kepadanya pada tahun 301. Perebutan kekuasaannya segera dikecam, dan hanya beberapa bulan kemudian, ia dikalahkan oleh koalisi "Tiga Pangeran" (Sima Jiong, Sima Ying, dan Sima Yong) dan dipaksa untuk bunuh diri.
Perebutan kekuasaan oleh Sima Lun adalah awal dari babak yang lebih destruktif dalam Perang Delapan Pangeran. Konflik yang sebelumnya terbatas di dalam tembok Luoyang, kini telah meningkat menjadi serangkaian perang saudara besar-besaran yang akan menghancurkan Tiongkok utara selama bertahun-tahun mendatang.
Awal karir
Sebagai putra kesembilan[7] dan bungsu Sima Yi, Sima Lun memegang jabatan kecil selama masa perwalian kekuasaan Cao Wei dibawah ayahnya dan kakak-kakak tirinya, Sima Shi dan Sima Zhao. Sekitar Februari atau Maret 250, ia diberikan gelar Marquis Desa Anle.[8][9] Ketika Sima Zhao menerapkan kembali sistem bangsawan Tiongkok yang diterapkan pada masa Dinasti Zhou pada 264, Sima Lun menjadi Viscount Dong'an, dan dia ditunjuk sebagai Tokoh Besar yang Suka Memberi Peringatan dan Konsultasi.[10]
Catatan
- ^ Catatan sejarah tidak banyak mencatat tentang Nyonya Bai. Ia merupakan selir Sima Yi, dan ia sangat memanjakan Nyonya Bai sampai menghiraukan istri utamanya, Zhang Chunhua[5] Ia tidak menerima gelar apapun, bahkan setelah putranya Sima Lun menjadi kaisar. Kitab Jin juga mencatat sebuah saran dari Sima Gan (adik kandung dari Sima Shi dan Sima Zhao) kepada Sima Jiong setelah Jiong menjadi wali, bahwa ia "tidak boleh mengikuti anak Nyonya Bai itu".[6] Maksud Sima Gan di Kitab Jin adalah ia menasihati Jiong untuk tidak mendeklarasikan dirinya sebagai Kaisar, dengan Sima Lun sebagai contoh.
- ^ An annotation from the Book of Jin by Zhu Feng (cited in vol.20 of Wen Xuan) recorded that Sima Lun's mother was Lady Huan. (朱凤晋书曰:宣帝桓夫人生赵王伦...)
- ^ Walaupun tahun kelahirannya tidak dicatat, Sima Lun lebih muda dibandingkan saudara tirinya Sima Gan dan Sima Jun yang lahir pada tahun 232.
Referensi
- ^ a b c Zizhi Tongjian, vol. 84.
- ^ Volume 84 of Zizhi Tongjian recorded that Sima Lun usurped the throne on the yichou day of the 1st month of the 1st year of the Yong'ning era. This corresponds to 3 Feb 301 in the Julian calendar.
- ^ Volume 84 of Zizhi Tongjian recorded that Sima Lun died on the dingmao day of the 4th month of the 1st year of the Yongning era. This corresponds to 5 Jun 301 in the Julian calendar.
- ^ Volume 84 of Zizhi Tongjian recorded that Sima Zhong was restored to the throne on the guihai day of the 4th month of the 1st year of the Yongning era. This corresponds to 1 June 301 in the Julian calendar.
- ^ (其后柏夫人有宠,后罕得进见。) Jin Shu, vol.31.
- ^ (冏既辅政,干诣之,冏出迎拜。干入,踞其床,不命冏坐,语之曰:“汝勿效白女儿。”其意指伦也。) Jin Shu, vol.38.
- ^ (赵王伦,字子彝,宣帝第九子也...) Jin Shu, vol.59
- ^ (魏嘉平初,封安乐亭侯。) Jin Shu, vol.59
- ^ ([嘉平]二年春正月,...,封子肜平樂亭侯,倫安樂亭侯。) Jin Shu, vol.01. The month corresponds to 19 Feb to 19 Mar 250 in the Julian calendar. This was about a year after the Incident at the Gaoping Tombs.
- ^ (五等建,改封东安子,拜谏议大夫.) Jin Shu, vol.59
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


