Shiddiq Hasan Khan

Infobox orangShiddiq Hasan Khan

Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran14 Oktober 1832 Suntingan nilai di Wikidata
Bareilly Suntingan nilai di Wikidata
Kematian26 Mei 1890 Suntingan nilai di Wikidata (57 tahun)
Negara Bagian Bhopal Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaIslam, Islam Sunni dan Atsariyyah Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
SpesialisasiUlum hadis dan tafsir al quran Suntingan nilai di Wikidata
Pekerjaanmuhaddits, mufasir, Wazir Suntingan nilai di Wikidata
Murid dariHussein Bin Mohsen Alansari (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Karya kreatif
Keluarga
Pasangan nikahShah Jahan Ier de Bhopal (mul) Terjemahkan (1871–1890) Suntingan nilai di Wikidata


Sayyid Shiddiq Hasan Khan adalah seorang ulama besar Ahlussunnah Waljama'ah (Sunni) dan ahli hadits yang sangat masyhur dimasanya. Nama lengkapnya adalah Sayyid Shiddiq bin Hasan bin Ali bin Luthfullah al-Husaini, dan nasabnya bersambung sampai kepada Sayyidina Husein Asy-Syahid bin Sayyidina Ali bin Abi Thalib cucu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Lahir pada tahun 1248 H (sekitar 1832 M) di Berlhi, kemudian pindah ke Qinnauj. Ia wafat pada tahun 1307 H (1889 M) di Bhopal.[1]

Biografi & Perjalanan Menuntut Ilmu

Sayyid Shiddiq Hasan Khan lahir pada tanggal 19 Jumadil Ulaa 1248 H (14 Oktober 1832) di Negeri Berlhi tanah air kakeknya yang terdekat dari pihak ibu. Kemudian keluarganya pindah ke kota Qinnauj, tanah air kakek-kakeknya. Ketika tahun keenam ayahnya wafat. Tinggallah ia di bawah asuhan ibunya dalam keadaan yatim. Shiddiq kecil tumbuh dibawah bimbingan dan pengawasan para ulama, belajar dari mereka hingga menginjak usia remaja.

Sayyid Shiddiq kemudian safar (melakukan perjalanan) ke Delhi untuk menyempurnakan pelajarannya di sana. Ia sangat bersungguh-sungguh mendalami Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan membukukan ilmu keduanya. Dia memiliki keinginan yang kuat untuk mengumpulkan buku-buku agama, mendapatkan pemahaman tambahan dalam membacanya serta meraih faedah-faedahnya, khususnya kitab-kitab tafsir, hadits dan ushul. Kemudian ia safar ke Bahubal untuk mencari biaya penyambung hidupnya. Disana ia bekerja dan berdakwah dengan penuh ketekunan serta kesabaran hingga pada akhirnya mendapatkan faedah yang besar, yaitu menikah dengan Ratu Bahubal dan ia pun digelari dengan Nawwab Jaah Amirul Malik bi Hadar Sayyid Shiddiq Hasan Khan.

Dalam berbagai perjalanan menuntut ilmu itu, gurunya pun cukup banyak, di antaranya Syaikh Muhamad Ya’qub, saudara Syaikh Muhammad Ishaq cucu Syaikh al-Muhaddits Abdul Aziz Ad-Dahlawi. Di antara guru dia juga Syaikh al-Qadhi Husain bin al-Muhsin as-Sa’bi al-Anshari al-Yamani al-Hadidi, murid dari asy-Syarif al-Imam Muhammad bin Nashir al-Hazimi murid dari Imam Asy-Syaukani. Guru dia juga adalah Syaikh Abdul haq bin Fadhl al-Hindi, murid dari al-Imam asy-Syaukani juga, dan masih banyak lagi. Sayyid Shiddiq Hasan Khan wafat pada tahun 1307 H (1889 M) pada umur 57 tahun.[2]

Karya dan Silsilah

Dalam mengarang, Sayyid Shiddiq memiliki kemampuan yang menakjubkan, yaitu dapat menulis beberapa kitab biasa dalam satu hari dan mengarang beberapa kitab tebal dalam beberapa hari yang pendek. Karangan-karangan dia dalam beberapa bahasa hingga 222 buah. Demikian yang dihimpun oleh Syaikh Abdul Hakim Syafaruddin, pentashih dan penta’liq kitab at-Taajul Mukallal. Ia (Syaikh Abdul Hakim Syarafuddin) berkata: “Di antaranya 54 berbahasa Arab, 42 berbahasa Persia, dan 107 dengan bahasa Urdu”. Dan Syaikh Abdul Hakim pun belumlah menghitung jumlah yang sebenarnya.

Kitab-kitab Sayyid Shiddiq memenuhi dan mencapai segala penjuru dunia. Banyak para ulama tafsir dan hadits yang menulis risalah tentangnya yang berisi pujian kepada kitab-kitabnya dan mendoakan kebaikan kepadanya. Ia juga dianggap sebagai tokoh kebangkitan ilmu Islam dan mujaddid (pemurni Islam). Di antarakarangannya yang tercetak dengan bahasa Arab:

  • Fathu Bayaan fi Maqashisil Qur’an
  • Nailul Maran min Tafsiiri Aayatil Ahkam
  • Ad-Dinul Khalish
  • Husnul Uswah bimaa Tsabata ‘anilhiwa Rasuulihi fin Niswah
  • ‘Aunul Bari bi Halli Adillatil Bukhari
  • As-Sirajul Wahhaj min Kasyfi Mathaalihi Shahihi Muslim bin Al-Hajjaj
  • Al-Hittah fi Dzikrish Shihabis Sittah
  • Quthfus tsamar fii Aqidatil Atsar
  • Al-Ilmu Khaffaq fil Ilmil Itsiqaq
  • Abjadul Ulum
  • Dan masih banyak lagi.

Silsilah Itsbat dari Naqobatul Asyrof Iran dan Iraq :

1. Nabi Muhammad Shallalallahu Alaihi Wasallam

2. Sayyidatuna Fatimah Az-Zahra

3. Sayyidina Husein Asy-Syahid

4. Sayyid Ali Zainal Abidin

5. Sayyid Muhammad Al-Baqir

6. Sayyid Ja'far Ash-Shadiq

7. Sayyid Musa Al-Kadzim

8. Sayyid Ali Ar-Ridha

9. Sayyid Muhammad Al-Jawas

10. Sayyid Ali Al-Hadi

11. Sayyid Ja'far Az-Zaki

12. Sayyid Ali Al-Asykar

13. Sayyid Mahmud

14. Sayyid Muhammad

17. Sayyid Ja'far

18. Sayyid Ali Al-Muayyad

19. Sayyid Husein Jalaluddin Al-Bukhari  (Leluhur Sadah Asyraf Al-Bukhari, Sufi Uzbekistan)

20. Sayyid Ahmad Al-Kabir

21. Makhdum Husein Jalaluddin An-Naqwi/An-Naqvi (Sufi Pakistan

22. Sayyid Mahmud Nashiruddin

23. Sayyid Nashiruddin

24. Sayyid Hamid Al-Kabir

25. Sayyid Ruknuddin Abul Fattah

26. Sayyid Husein Jalaluddin lll

27. Sayyid Raju Asy-Syahid

28. Sayyid Husein Jalaluddin IV

29. Sayyid Tajuddin

30. Sayyid Kabir

31. Sayyid Ali Al-Asghar

32. Sayyid Luthfillah

33. Sayyid Abdul Aziz

33. Sayyid Lutfhillah

34. Sayyid Abdul Aziz Ali

35. Sayyid Luthfillah

36. Sayyid Hasan

37. Sayyid Muhammad Shaddiq Khan Al-Husani

Referensi

  1. ^ Indahnya Surga Dahsyatnya Neraka, karya Asy-Syaikh Ali Hasan, terbitan Pustaka Al-Haura’ Jogjakarta, halaman 81-84.
  2. ^ Asy Syariah Vol II/No 21/1427 H/2006 halaman 71-73.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement