Seni pemandangan

Seni pemandangan atau disebut juga dengan lukisan lanskap atau seni lanskap, adalah bentuk seni rupa yang menampilkan penggambaran pemandangan alam, seperti pegunungan, lembah, sungai, hutan, dan pepohonan, dengan fokus utama pada keseluruhan pemandangan daripada figur manusia atau hewan. Komposisi lanskap biasanya disusun secara harmonis sehingga setiap elemen tampak seimbang, sementara langit hampir selalu menjadi bagian dari pandangan dan kondisi cuaca sering digunakan sebagai unsur tambahan untuk memperkuat kedalaman atau nuansa tertentu. Dalam beberapa karya, latar lanskap yang menyertai figur manusia tetap menjadi elemen penting meskipun figur tersebut bukan fokus utama. Penggambaran lanskap sebagai subjek utama tidak ditemukan dalam semua tradisi seni, dan biasanya baru muncul setelah suatu kebudayaan memiliki pengalaman dan keterampilan yang cukup dalam penggambaran subjek lain, sehingga lanskap dapat dijadikan fokus utama dalam karya seni.[1]

Pandangan lanskap dalam karya seni dapat bersifat sepenuhnya imajinatif, meniru kenyataan dengan tingkat akurasi tertentu, atau menggambarkan tempat nyata secara spesifik. Ketika karya tersebut menekankan representasi lokasi yang nyata, termasuk bangunan-bangunan yang dominan, istilah yang digunakan adalah pandangan topografis.[2] Jenis pandangan ini umum ditemui dalam bentuk cetakan (reproduksi grafis) di dunia Barat, meskipun dalam beberapa konteks dianggap berbeda dengan lukisan lanskap murni, sementara dalam tradisi seni Tiongkok, seniman intelektual biasanya menampilkan pemandangan imajinatif, sedangkan seniman profesional lebih sering menggambarkan lokasi nyata.[3]

Kata landscape masuk ke dalam bahasa Inggris modern sebagai landskip, adaptasi dari bahasa Belanda landschap, pada awal abad ke-17, awalnya digunakan khusus untuk karya seni, dengan penggunaan pertama untuk lukisan tercatat pada 1598. Dalam beberapa dekade berikutnya, istilah ini juga digunakan dalam konteks puisi untuk menggambarkan pemandangan, kemudian berkembang menjadi istilah umum untuk pemandangan nyata. Sebelumnya, istilah serumpun, landscaef atau landskipe, yang merujuk pada sebidang tanah yang dibersihkan, telah ada dalam bahasa Inggris Kuno, meskipun tidak tercatat dalam bahasa Inggris Pertengahan.[4][5][6]

Sejarah

Dalam sejarah seni, representasi lanskap murni relatif jarang ditemukan pada periode awal, meskipun garis tanah atau indikasi pegunungan, pepohonan, dan unsur alam lainnya kadang disertakan dalam komposisi. Contoh awal lanskap murni muncul pada fresko seni Minoa sekitar 1500 SM, yang menampilkan pemandangan tanpa figur manusia. Dalam seni Mesir Kuno, adegan perburuan yang menggambarkan rawa Delta Nil memberikan kesan lingkungan yang jelas, tetapi perhatian utama tetap tertuju pada bentuk tanaman, manusia, dan hewan, bukan pada lanskap sebagai keseluruhan. Fresko dari Makam Nebamun, berasal dari sekitar 1350 SM dan kini disimpan di British Museum, merupakan contoh yang sering dikutip dalam kajian seni kuno. Penggambaran lanskap yang koheren memerlukan penerapan prinsip perspektif atau skala jarak tertentu. Berdasarkan bukti tertulis, konsep perspektif semacam ini pertama kali berkembang di Yunani Kuno pada periode Helenistik, meskipun tidak ada contoh berskala besar yang bertahan hingga kini. Sebaliknya, lebih banyak penggambaran lanskap dari masa Romawi Kuno yang masih bertahan sejak abad pertama SM, terutama berupa fresko yang menghiasi ruangan di situs seperti Pompeii dan Herculaneum, serta mosaik dekoratif. Temuan tersebut menunjukkan perkembangan teknik representasi dan perhatian estetis terhadap lingkungan alam dalam tradisi seni Romawi.[7]

Referensi

  1. ^ "Landscapes, Classical to Modern Curriculum (Education at the Getty)". www.getty.edu. Diakses tanggal 2025-11-21.
  2. ^ F Myrone / KC Kowal. "Topographical collections: an overview". www.bl.uk (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-21.
  3. ^ Kowal, KC. "Topographical prints and drawings: glossary of terms". www.bl.uk (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-21.
  4. ^ Antrop, Marc; Eetvelde, Veerle Van (2017-12-19). Landscape Perspectives: The Holistic Nature of Landscape (dalam bahasa Inggris). Springer. ISBN 978-94-024-1183-6.
  5. ^ "landscape". dictionary.cambridge.org (dalam bahasa Inggris). 2025-11-18. Diakses tanggal 2025-11-21.
  6. ^ "landscape, n. meanings, etymology and more | Oxford English Dictionary". www.oed.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-21.
  7. ^ Honour, Hugh; Fleming, John (1985). A World History of art. Papermac (Edisi 1984. Repr). London u.a: Macmillan. ISBN 978-0-333-37185-5.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement