Sejarah Madeira
Sejarah Madeira dimulai pada tahun 1419. Tidak ada catatan tentang keberadaan penduduk di kepulauan tersebut pada masa itu. Portugal mulai menempati dan memukimkan pulau Madeira pada tahun 1420.
Masa Pra-Portugis
Plinius pernah menyebut tentang Pulau Ungu (Purple Islands), yang berdasarkan letaknya terhadap Pulau Keberuntungan (Fortunate Islands atau Kepulauan Canary), diduga mungkin merujuk pada Kepulauan Madeira. Plutarkhos, dalam karyanya Sertorius (75 M), mengisahkan tentang panglima militer Quintus Sertorius (wafat 72 SM) yang, setelah kembali ke Cádiz, bertemu dengan para pelaut yang baru saja tiba dari dua pulau di Samudra Atlantik. Kedua pulau itu dipisahkan oleh selat sempit dan berjarak sekitar 10.000 furlong dari pantai Afrika. Pulau-pulau tersebut disebut Isles of the Blest (Pulau Orang Diberkati). Perkiraan jarak dari Afrika dan kedekatan antara kedua pulau tersebut menunjukkan bahwa yang dimaksud kemungkinan besar adalah Madeira dan Porto Santo — di mana Porto Santo berukuran jauh lebih kecil dan terletak di timur laut Madeira.
Fragmen tulang tikus dari abad ke-10 atau ke-11 yang ditemukan di Madeira, bersama dengan analisis DNA mitokondria tikus Madeira, menunjukkan kemungkinan bahwa bangsa Viking pernah mencapai pulau ini (dengan membawa tikus secara tidak sengaja) sebelum kedatangan orang Portugis.[1] Namun, menurut ahli geografi Simon Connor, karena jalur perdagangan laut pada masa itu sudah sangat luas, sangat mungkin seekor tikus dari Skandinavia menumpang kapal di wilayah yang kini merupakan Portugal, lalu terbawa hingga ke Madeira maupun Azores. Ia menyimpulkan bahwa tidak ada bukti pasti mengenai pemukiman atau kunjungan bangsa Skandinavia ke kepulauan tersebut, dan bahwa tikus-tikus asal Eropa Utara tersebut kemungkinan besar dibawa oleh pelaut Portugis ke Madeira.
Abad ke-15 dan ke-16
Pada tahun 1419, dua kapten di bawah komando Pangeran Henry sang Navigator, João Gonçalves Zarco dan Tristão Vaz Teixeira terdampar akibat badai di sebuah pulau yang kemudian mereka sebut Porto Santo (Pelabuhan Suci), sebagai ungkapan syukur atas keselamatan mereka dari karamnya kapal. Setahun kemudian, sebuah ekspedisi dikirim untuk memukimi pulau tersebut. Setelah mendengar deskripsi mengenai pulau lain yang lebih besar, yaitu Madeira, mereka berlayar menuju ke sana dan mengambil alihnya atas nama mahkota Portugal, bersama dengan kapten Bartolomeu Perestrello.
Pada dekade tahun 1450-an, produksi gandum di Madeira mulai menurun. Untuk mengatasi krisis yang terjadi, atas kebijakan Infante Dom Henrique, para pemukim mulai menanam tebu yang saat itu merupakan komoditas langka di Eropa dan dianggap sebagai rempah bernilai tinggi. Untuk mendukung budidaya tersebut, diperkenalkan pula bit Sisilia sebagai tanaman khusus pertama beserta teknologi pertaniannya. Produksi tebu dengan cepat membawa kemakmuran ekonomi bagi kota Funchal. Keberhasilan ini menarik minat para petualang dan pedagang dari berbagai belahan Eropa, terutama dari Italia, Basque, Catalunya, Genoa, Portugis, dan Flandria. Akibatnya, pada paruh kedua abad ke-15, kota Funchal berkembang menjadi pelabuhan persinggahan penting dalam jalur perdagangan Eropa.[2][3]
Abad ke-17, ke-18, dan ke-19
Sejak abad ke-17, komoditas utama Madeira beralih dari gula ke produksi anggur. Industri gula pada masa itu telah berpindah ke wilayah lain seperti Brasil, São Tomé dan Príncipe, serta daerah tropis lainnya. Anggur Madeira kemudian berkembang menjadi produk paling penting dan bernilai tinggi dari pulau tersebut.
Dengan meningkatnya perjanjian dagang antara Portugal dan Inggris, sejumlah pedagang Inggris penting mulai menetap di Pulau Madeira dan akhirnya menguasai perdagangan anggur yang semakin berkembang di pulau tersebut. Sejak abad ke-17, para pedagang Inggris menetap di kota Funchal dan berhasil memperluas jaringan pasar anggur Madeira hingga ke Amerika Utara, Hindia Barat, serta Inggris sendiri.[4]
Anggur Madeira kemudian memperoleh popularitas besar di pasar internasional. Bahkan, disebutkan bahwa anggur ini digunakan dalam upacara bersulang oleh para Founding Fathers Amerika Serikat saat penandatanganan Deklarasi Kemerdekaan, menandakan prestise dan reputasi tinggi anggur Madeira pada masa itu.
Rujukan
- ^ Þór, Jón Þ. (2016). "Ann Christys, Vikings in the South. Voyages to Iberia and the Mediterranean (London: Bloomsbury, 2015)". Nordicum-Mediterraneum. 11 (1). doi:10.33112/nm.11.1.19. ISSN 1670-6242.
- ^ davide. "600 Years of Madeira: Ruling the Sugar Trade" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-02.
- ^ "LAS VEGAS SANDS CORP., a Nevada corporation, Plaintiff, v. UKNOWN REGISTRANTS OF www.wn0000.com, www.wn1111.com, www.wn2222.com, www.wn3333.com, www.wn4444.com, www.wn5555.com, www.wn6666.com, www.wn7777.com, www.wn8888.com, www.wn9999.com, www.112211.com, www.4456888.com, www.4489888.com, www.001148.com, and www.2289888.com, Defendants". Gaming Law Review and Economics. 20 (10): 859–868. 2016-12. doi:10.1089/glre.2016.201011. ISSN 1097-5349.
- ^ "Bem-Vindos à Madeira e Porto Santo - Visit Madeira | Site oficial do Turismo da Madeira". www.visitmadeira.com (dalam bahasa Portugis). Diakses tanggal 2025-11-02.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


