Sein Lwin

Sein Lwin
စိန်လွင်
Presiden Burma Ke-6
Masa jabatan
27 Juli 1988 – 12 Agustus 1988
Sebelum
Pendahulu
San Yu
Pengganti
Aye Ko (Pelaksana Tugas)
Sebelum
Ketua Partai Program Sosialis Burma
Masa jabatan
26 Juli 1988 – 12 Agustus 1988
Sebelum
Pendahulu
Ne Win
Pengganti
Maung Maung
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir
Sein Lwin

(1923-01-27)27 Januari 1923
Paung, Negara Bagian Mon, Burma Bawah, India Britania
Meninggal9 April 2004(2004-04-09) (umur 81)
Yangon, Myanmar
Partai politikBSPP
Pekerjaan
  • Perwira militer
  • politikus
Karier militer
PihakMyanmar Republik Sosialis Uni Burma
Dinas/cabangAngkatan Darat Burma
Masa dinas1942–1988
PangkatBrigadir Jenderal
Pertempuran/perangPerang Dunia II
Pemberontakan 8888
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Sein Lwin (bahasa Burma: စိန်လွင်; 27 Januari 1923 – 9 April 2004) adalah seorang politikus dan perwira militer Burma yang menjabat sebagai Presiden Burma dan Ketua Partai Program Sosialis Burma (BSPP) selama 17 hari pada masa Pemberontakan 8888 tahun 1988. Ia dijuluki sebagai "**Tukang Jagal dari Rangoon**" karena tindakan kerasnya yang brutal terhadap para pengunjuk rasa selama masa kepemimpinannya yang singkat.[1]

Kehidupan Awal dan Karier Militer

Sein Lwin lahir di Paung, Negara Bagian Mon. Ia bergabung dengan Tentara Kemerdekaan Burma (BIA) pada tahun 1942 dan merupakan loyalis setia Ne Win. Ia berpartisipasi dalam berbagai kampanye militer melawan pemberontak etnis dan komunis pasca-kemerdekaan.

Sein Lwin mulai dikenal publik secara kontroversial pada tahun 1962, ketika ia menjabat sebagai komandan lapangan yang memerintahkan penembakan terhadap mahasiswa di Universitas Rangoon yang memprotes kudeta Ne Win. Peristiwa tersebut menewaskan puluhan mahasiswa dan menghancurkan gedung serikat mahasiswa.

Kepresidenan dan Pemberontakan 8888

Setelah pengunduran diri Ne Win dan San Yu pada Juli 1988 akibat krisis ekonomi dan kerusuhan massa, Sein Lwin diangkat sebagai Ketua BSPP dan Presiden Burma. Pengangkatannya memicu kemarahan publik yang luar biasa karena rekam jejaknya yang brutal.

Selama masa jabatannya yang hanya berlangsung selama 17 hari:

  • Pada tanggal 8 Agustus 1988 (dikenal sebagai peristiwa 8888 Uprising), ia memerintahkan pasukan militer untuk menembak kerumunan pengunjuk rasa tak bersenjata di seluruh negeri.
  • Ribuan orang diperkirakan tewas dalam tindakan keras tersebut.
  • Gelombang protes yang tidak kunjung reda memaksa Sein Lwin mengundurkan diri pada 12 Agustus 1988.[2]

Kematian

Sein Lwin menghilang dari kehidupan publik setelah pengunduran dirinya. Ia meninggal pada usia 81 tahun di Rumah Sakit Umum Yangon pada 9 April 2004 karena masalah pencernaan. Kematiannya hanya diumumkan secara singkat di media pemerintah tanpa penghormatan khusus.

Referensi

  1. ^ The Editors of Encyclopaedia Britannica. "Sein Lwin: President of Myanmar". Encyclopaedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 23 April 2026.
  2. ^ Associated Press (12 April 2004). "Butcher of Rangoon dies". The Guardian (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 23 April 2026.

Bibliografi

  • Taylor, Robert H. (2009). The State in Myanmar.
  • Lintner, Bertil. (1989). Outrage: Burma's Struggle for Democracy.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement